Saturday, October 23, 2010

What I Picked Up About Trash in Taipei


When I planned for my year in Taiwan two summers ago, trash was the last thing on my mind. The more obvious challenges of moving abroad -- finding an apartment, buying a cellphone and navigating the bus system -- preoccupied me in the weeks before my departure. I worried most about studying Mandarin full-time, the difficulty of mastering the language's four tones and the intricate arcs, fishhooks and grids that make up written Chinese.

But strange things happen when you cross cultures. Unexpected frustrations vex you, and habits ingrained over years suddenly come up for negotiation. So it was for me and waste disposal.

On this leaf-shaped island of 23 million people 100 miles off China's coast, trash matters. My Taipei landlady was the first to make that point, when she gave me a crash course on how to dispose of household waste like a local. First, buy city-approved trash bags at the corner 7-Eleven. Then, meet the garbage truck five nights a week at the mouth of a nearby alley. Finally, heave the bags onto the truck yourself.

You'll recognize the truck, she said, because it plays music -- a tinny version of the Beethoven classic "F¿r Elise," as I soon discovered.

With help from the melodic warning, I figured out where and when to show up. Understanding the mandatory recycling system was more troublesome. In Taiwan, recycling trucks tag along behind trash collectors, but they accept only certain items on certain nights. According to the strictly enforced schedule, plastic bottles must be separated from plastic wrapping and bags, and flat recyclables, such as Styrofoam trays and cardboard dumpling boxes, are collected only on Mondays and Fridays. Show up with bundled newspapers on the wrong night, and you'll get an earful from the sanitation worker. Feigning ignorance of Mandarin won't absolve you, either.

Waiting for the garbage truck is one of Taiwan's liveliest communal rites. Many evenings I watched food vendors from the night markets, buckets of eggshells in hand, chat up convenience store clerks alongside Filipina nannies who traded kitchen appliances as if they were at a Sunday morning swap meet. Freelance recyclers keen to make a few dollars showed up to collect cardboard and newspapers, which they would sell back to the city. An alderman with a whistle kept traffic at bay.

These curbside jaunts were my initiation into Taiwan's broader waste-disposal network, made up of municipal employees and regular citizens all doing their part to keep the system humming. Watching the city's disparate trash tribes at work shamed me into compliance after years as a half-hearted recycler back home. I even came to feel a peculiar solidarity with the "ladies with tongs," the city transit and university sanitation workers who spend their days sifting through garbage bins in subway stations and on university campuses in search of aluminum cans. And I admired the swift vigilance of food court employees as they swept fast-food wrappers and Styrofoam cups off my table into shallow baskets before I had time to look for a trash can. (There aren't any.)

Then you have nosy landlords, who, depending on the housing arrangement, are sometimes tasked with sorting their tenants' trash. One American friend, upon surrendering several bags of refuse soon after he moved into a studio apartment in Taipei, was dumbfounded when his landlady scolded him for eating too many candy bars and not enough fruit. Humiliated, he bought a bag of oranges the next day, hoping she would notice the peels he planned to leave on top of the pile.

Taiwanese friends tell me that 10 years ago, their capital's sidewalks were drowning in rotting garbage. You'd never know it today, thanks to the introduction of a per-bag trash-collection fee to discourage consumption, a charge for plastic bags at supermarkets and the rigorous recycling policy now in effect. These changes created an infinitely cleaner city. Even more impressive, they fueled a sense of civic responsibility in a place where democracy is still taking root. Just as the Taiwanese invest in their young representative government, they invest in a clean environment. There's a palpable appreciation for hard-won progress.

Back in the United States, green awareness has seemingly taken a quantum leap in the past year, with talk of carbon offsets -- a term I hadn't heard when I boarded my plane for Taipei -- lacing the passenger conversations on long-haul flights. But I've been home for three months now, and U.S. consumption patterns look as robust as ever, with the same limited patchwork of recycling opportunities available. Reducing your "carbon footprint" is a hip way to fight global warming, but what about the trash generated by last night's takeout?

Before my year in Taiwan, I was a lazy environmentalist, dutifully recycling wine bottles and newspapers and opting for paper over plastic, but never willing to go the extra mile if it wasn't convenient. It's no longer so easy to make excuses. Living in a place where I was expected to use what I bought and recycle every last yogurt cup and juice box left me with a new appreciation for what clean streets mean in a civil society, and the realization that I'm responsible for everything I consume. That's as good a Chinese lesson as any.

By Julia Ross
Sunday, December 2, 2007

Wednesday, October 20, 2010


Baik baking soda maupun baking powder digunakan untuk mengembangkan adonan, membuat adonan kue panggang naik, mengembang, karena membuat jutaan gelembung gas karbon dioksida yang masing-masing berukuran sangat kecil.

Gelembung-gelembung gas tersebut dilepas dalam adonan yang masih basah, yang kemudian memuai karena panas oven dan setelah adonan mengeras gelembung-gelembung itu terperangkap di tempat masing-masing. Akibatnya sesuai dengan harapan, kita mendapatkan cake berbusa yang ringan, alih-alih gundukan adonan yang padat dan kenyal (bantat).


Cara kerja baking soda = melepaskan gas karbon dioksida segera setelah bahan ini kontak dengan cairan bersifat asam, misalnya buttermilk, sour cream, etc.

Cara kerja baking powder = baking soda yang sudah dicampur dengan sejenis asam kering. Bahan ini digunakan ketika sebuah resep tidak mengandung asam lain. Segera sesudah tepung ini menjadi basah, kedua bahan kimia didalamnya mulai mengurai dan bereaksi dengan membentuk gas karbon dioksida. Agar gas ini tidak “kabur” sebelum waktunya, maka harus dilindungi dengan baik dari kelembaban udara dengan cara menyimpan hasilnya dalam sebuah wadah tertutup rapat.

Dalam kebanyakan kasus, kita tidak mau baking powder kita melepaskan seluruh gasnya begitu kita campurkan kedalam adonan sebelum adonan cukup mantap memerangkap gelembung. Maka kita membeli “double-acting” baking powder (kebanyakan baking powder zaman sekarang berfungsi demikian walaupun tanpa disebutkan dalam label). “Double Acting” backing powder melepaskan hanya sebagian gasnya sewaktu masih basah kemudian sisanya setelah adonan mencapai temperature tinggi dalam oven.

Uji baking powder = Masukan sedikit kedalam air. Kalau tidak mendesis berarti tepung itu telah kehilangan keampuhannya dan tidak baik untuk mengembnagkan adonan. So….buang saja dan beli yang baru.

Mengapa ada resep yang meminta baking powder maupun baking soda? Dalam hal ini cake atau kue sesungguhnya dikembangkan oleh baking powder yang mengandung bikarbonat dan asam dalam proporsi paling pas untuk saling bereaksi dengan tuntas. Namun jika dalam adonan kebetulan ada bahan lain bersifat asam, misalnya buttermilk, sehingga keseimbangan terganggu, bikarbonat tambahan dalam bentuk baking soda diperlukan untuk menetralkan kelebihan asam itu.

Friday, August 6, 2010

Daftar Periksa Kecerdasan Ganda
Tandailah pernyataan yang berlaku dalam setiap kategori kecerdasan dengan Ya/Tidak

Kecerdasan Linguistik
_____ Buku sangat penting bagi saya
_____ Saya dapat mendengar kata-kata di kepala saya sebelum saya membaca, berbicara, atau menuliskannya.
_____ Saya mendapatkan lebih banyak hal dari mendengarkan radio atau kaset yang banyak berisi kata-kata daripada televisi atau film.
_____ Saya tidak mengalami kesulitan dalam permainan kata seperti Scrabble, Anagram, atau Password.
_____ Saya senang menghibur diri sendiri atau orang lain dengan lelucon, sajak-sajak lucu, atau permainan kata.
_____ Kadang-kadang orang lain terpaksa berhenti dan meminta saya untuk menjelaskan makna kata yang saya gunakan dalam tulisan atau pembicaraan saya.
_____ Ketika bersekolah, saya menganggap pelajaran bahasa, studi sosial, dan sejarah lebih mudah daripada matematika dan ilmu alam.
_____ Kalau saya berkendaraan di jalan bebas hambatan, saya lebih memperhatikan kata-kata yang tertulis di papan reklame daripada memperhatikan pemandangan.
_____ Dalam percakapan, saya sering mengungkapkan segala sesuatu yang pernah saya baca atau dengar.
_____ Akhir-akhir ini saya menulis sesuatu yang amat saya banggakan atau yang membuat saya mendapat pengakuan dari orang lain.

Kecerdasan Logis-Matematis
_____ Dengan mudah saya dapat menghitung angka-angka dalam benak saya.
_____ Matematika dan sains merupakan mata pelajaran favorit saya di sekolah.
_____ Saya suka melakukan permainan atau memecahkan soal yang menuntut pemikiran logis.
_____ Saya suka mengadakan percobaan kecil “Bagaimana seandainya” (misalnya, “Bagaimana seandainya saya melipatduakan jumlah air yang saya tuangkan ke rumpun mawar di halaman rumah setiap minggunya).
_____ Saya selalu mencari pola keteraturan, atau urutan logis dari segala sesuatu.
_____ Saya menaruh minat pada perkembangan baru dalam sains.
_____ Saya berpendapat bahwa hampir segala sesuatu mempunyai penjelasan yang masuk akal.
_____ Kadang-kadang saya berpikir dalam konsep yang jelas, abstrak, tanpa kata, tanpa gambar.
_____ Saya sering menemukan salah penalaran dalam segala sesuatu yang dikatakan dan dilakukan orang di rumah maupun di sekolah.
_____ Saya merasa lebih nyaman bila segala sesuatu sudah diukur, dikelompokkan, dianalisis, atau dikuantifikasikan dengan cara tertentu.

Kecerdasan Spasial
_____ Saya sering melihat gambaran visual yang jelas ketika menutup mata.
_____ Saya peka terhadap warna.
_____ Saya sering menggunakan kamera atau handycam untuk merekam apa yang saya lihat di sekitar saya.
_____ Saya gemar mengerjakan puzzle, maze, dan teka-teki visual lainnya.
_____ Saya mengalami mimpi yang begitu nyata di malam hari.
_____ Biasanya saya dapat mengenali jalan bahkan di wilayah yang tidak saya kenal.
_____ Saya suka menggambar atau mencorat-coret.
_____ Bagi saya, ilmu ukur lebih mudah daripada aljabar.
_____ Saya dapat dengan mudah membayangkan bagaimana sesuatu akan terlihat jika dilihat langsung dari atas dengan pandangan mata seekor burung.
_____ Saya lebih suka melihat bahan bacaan yang banyak gambarnya.

Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
_____ Sekurang-kurangnya saya melakukan salah satu jenis olahraga atau kegiatan jasmani lain secara teratur.
_____ Saya tidak betah duduk diam secara berlama-lama.
_____ Saya suka bekerja dengan kedua tangan saya dalam kegiatan konkret seperti menjahit, menenun, mengukir, bertukang, atau merakit model.
_____ Seringkali ide terbaik saya muncul ketika saya berada di luar rumah untuk berjalan-jalan, jogging, atau ketika saya sedang melakukan kegiatan jasmani lainnya.
_____ Seringkali saya menghabiskan waktu luang di luar rumah.
_____ Seringkali saya menggunakan gerak-gerik tangan atau bentuk bahasa tubuh lainnya ketika bercakap-cakap dengan seseorang.
_____ Saya harus menyentuh bermacam-macam benda supaya lebih banyak mengetahui tentang benda tersebut.
_____ Saya senang naik permainan yang mendebarkan atau ikut dalam petualangan jasmani yang menegangkan.
_____ Saya suka menggambarkan diri saya sendiri sebagai orang mempunyai koordinasi tubuh yang baik.
_____ Saya harus mempraktekkan sebuah keterampilan baru bukan sekedar membaca atu menonton video tentang keterampilan itu.

Kecerdasan Musikal
_____ Jika bernyanyi, suara saya terbilang merdu.
_____ Saya dapat membedakan nada musik yang fals.
_____ Saya sering mendengarkan musik di radio, kaset, atau CD.
_____ Saya dapat memainkan alat musik.
_____ Hidup saya akan lebih sengsara jika tidak ada musik.
_____ Kadang-kadang tanpa sadar saya melantunkan lagu iklan televisi atau lagu lain sewaktu saya berjalan kaki.
_____ Dengan mudah saya mengikuti irama musik dengan alat perkusi sederhana.
_____ Saya mengenal banyak melodi dari berbagai lagu dan karya musik.
_____ Kalau saya mendengar karya musik sebanyak satu/dua kali, biasanya saya dapat menyanyikannya kembali dengan cukup tepat.
_____ Saya sering mengetuk-ngetuk atau melantunkan melodi secara sepotong-potong sambil bekerja, belajar, atau mempelajari sesuatu yang baru.

Kecerdasan Antarpribadi
_____ Saya adalah jenis orang yang didatangi orang lain untuk dimintai nasihat dan bimbingan di tempat kerja atau di tempat tinggal.
_____ Saya lebih menyukai olahraga berkelompok seperti bulutangkis, bola voli, atau softball daripada olahraga tunggal seperti berenang dan jogging.
_____ Kalau saya menghadapi masalah, saya cenderung mencari orang lain untuk dimintai pertolongan daripada berusaha untuk memecahkannya sendiri.
_____ Saya mempunyai sekurang-kurangnya tiga orang sahabat dekat.
_____ Saya lebih menyukai permainan bersama untuk mengisi waktu seperti monopoli atau kartu remi, daripada hiburan yang dilakukan sendiri, seperti bermain Playstation.
_____ Saya tertantang untuk mengajari orang lain, atau kelompok orang, tentang apa yang dapat saya kerjakan.
_____ Saya menganggap diri saya sebagai pemimpin (atau orang lain menyebut saya begitu).
_____ Saya senang berada di tengah kerumunan orang.
_____ Saya suka terlibat dalam kegiatan sosial yang berhubungan dengan pekerjaan, tempat ibadah, atau komunitas tempat tinggal saya.
_____ Saya lebih suka menghabiskan petang hari di sebuah pertemuan yang meriah daripada tinggal sendirian di rumah.

Kecerdasan Intrapribadi
_____ Secara berkala saya meluangkan waktu sendirian untuk bermeditasi, merenung, atau memikirkan masalah kehidupan yang penting.
_____ Saya telah mengikuti sesi bimbingan atau seminar pengembangan pribadi untuk lebih mengenal diri saya sendiri.
_____ Saya punya pendapat yang membuat saya berbeda dengan orang biasa.
_____ Saya mempunyai hobi atau minat khusus yang saya simpan rapat-rapat untuk diri saya sendiri.
_____ Saya mempunyai sasaran penting dalam hidup saya yang saya renungkan secara berkala.
_____ Saya mempunyai pandangan yang realistis tentang kelemahan dan kekuatan saya (yang saya dapatkan dari umpanbalik orang lain).
_____ Saya lebih suka menghabiskan akhir pekan sendirian di sebuah pondok hutan daripada di sebuah tempat peristirahatan mewah dengan banyak orang di sekitarnya.
_____ Saya menganggap diri saya berkemauan keras dan berpikiran mandiri.
_____ Saya mempunyai buku harian atau jurnal untuk merekam peristiwa kehidupan batin saya.
_____ Saya berwiraswasta atau setidak-tidaknya amat ingin memulai usaha sendiri.



Daftar Periksa: Kecerdasan Pada Masa Kanak-kanak
Tandailah pernyataan yang berlaku dalam setiap kategori kecerdasan dengan Ya/Tidak

Linguistik
_____ Saya biasanya tidak mengalami kesulitan dalam menghafalkan cerita, syair, fakta sejarah, atau potongan informasi lain di sekolah.
_____ Saya mulai pandai membaca pada usia sangat dini.
_____ Saya gemar menulis syair, catatan, atau cerita, bahkan semasa kanak-kanak.
_____ Semasa kecil saya sangat banyak bicara.
_____ Ketika masih kanak-kanak, saya gemar melihat-lihat ensiklopedia atau kamus.
_____ Saya mempunyai banyak buku kegemaran semasa kanak-kanak.
_____ Saya mulai pandai berbicara pada usia dini.

Logis-Matematis
_____ Saya gemar bermain dengan peralatan kimia atau bahan ilmiah lain semasa kanak-kanak.
_____ Di sekolah, saya gampang memahami konsep matematika yang baru.
_____ Semasa kanak-kanak saya gemar menghitung benda.
_____ Seringkali saya bertanya paa orangtua dan para guru tentang cara kerja suatu benda atau bagaimana terjadinya peristiwa alam.
_____ Semasa kecil saya gemar menonton tayangan televisi semacam “Cerdas Cermat” yang bertemakan sains atau pengetahuan tentang alam bebas, atau bagian yang membahas percobaan sains dalam angka dalam acara “Sesame Street”
_____ Semasa kecil saya gemar mencoba-coba metode sebab-akibat sambil bermain-main dengan balok atau mainan lainnya.
_____ Semasa kecil, saya sering mencari pola dan keteraturan di dunia (misalnya mengamati bahwa setiap anak tangga ketiga mempunyai celah dan sebagainya).

Spasial
_____ Semasa kecil saya gemar menulis, menggambar, dan melukis.
_____ Ketika masih anak-anak, saya amat menyenangi warna tertentu.
_____ Saya gemar membayangkan cara membongkar suatu mainan, mesin sederhana, puzzle, kemudian memasangnya kembali.
_____ Saya gemar membangun kastil dengan kartu atau pasir, atau bermain dengan Lego, atau permainan konstruksi lainnya.
_____ Semasa kanak-kanak saya mempunyai mimpi visual yang hidup dan penuh warna.
_____ Ketika memejamkan kedua mata, saya bisa membayangkan segala sesuatu di dalam angan saya, seolah-olah saya sungguh-sungguh melihatnya dalam kehidupan nyata.
_____ Semasa kanak-kanak, saya mempunyai kemampuan naluriah untuk mengenali jalan di sekitar pemukiman saya.

Kinestetik-Jasmani
_____ Dahulu saya lebih cepat merangkak dan berjalan.
_____ Saya gemar melakukan kegiatan keterampilan, seperti melukis dengan jari-jari, bermain tanah liat, atau bermain dengan kertas bekas yang dihancurkan dan direkatkan.
_____ Saya adalah anak yang giat secara jasmani.
_____ Semasa kanak-kanak, saya sering “over-acting” dalam drama kecil, pertunjukan boneka, sandiwara, atau pegelaran lain.
_____ Sejak usia yang amat muda, saya memperlihatkan bakat istimewa dalam satu jenis olahraga atau lebih.
_____ Semasa kanak-kanak, saya tertarik pada tarian, balet, senam, gerakan kreatif, atau jenis gerakan jasmani lainnya.
_____ Saya gemar melakukan kegiatan luar rumah.

Musikal
_____ Orang mengatakan bahwa celotehan saya pada waktu bayi amat bersifat musical.
_____ Saya gemar memukul-mukul mainan, perabotan rumah tangga, alat dapur, atau benda lain secara berirama semasa kecil.
_____ Saya gemar mendengarkan kaset atau CD yang saya sukai.
_____ Saya gemar mengarang lagu istimewa.
_____ Saya gemar memainkan alat musik semasa kanak-kanak.
_____ Setiap kali musik dimainkan di rumah (misalnya di radio), saya langsung merasa segar-bugar.
_____ Tampaknya saya mempunyai pendengaran yang baik untuk mengenali berbagai bunyi non-verbal (gonggongan anjing, penjual es krim, tiupan angin, dan sebagainya).

Antarpribadi
_____ Semasa kanak-kanak, secara alamiah saya menyambut hangat kedatangan orang-orang yang baru saya kenal.
_____ Saya mudah sekali menjalin persahabatan di sekolah.
_____ Seringkali saya dimintai tolong oleh seorang teman untuk menyelesaikan pertengkaran di pemukiman atau di sekolah.
_____ Semasa kanak-kanak, saya adalah pemimpin klub atau kelompok lain.
_____ Biasanya saya mengetahui apa yang terjadi dalam pergaulan anak-anak di lingkungan tetangga saya (permusuhan, asmara, dan gosip lain).
_____ Seringkali saya dapat menebak perasaan seorang sahabat atau saudara segera setelah orang itu memasuki ruangan.
_____ Semasa kanak-kanak, seringkali saya merasa terharu atau bersimpati terhadap seseorang atau kelompok orang dan ingin melakukan tindakan tertentu.

Intrapribadi
_____ Dahulu saya adalah anak yang sangat percaya diri dan mandiri.
_____ Saya mempunyai banyak hobi atau kegiatan lain yang biasa saya lakukan seorang diri.
_____ Saya mempunyai suatu tempat rahasia yang biasa saya datangi setiap kali saya ingin menjauh dari seseorang atau apa pun juga.
_____ Saya sering membayangkan profesi yang ingin saya geluti setelah dewasa.
_____ Saya banyak menghabiskan waktu seorang diri sambil merasakan dan membayangkan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan saya.
_____ Semasa kanak-kanak, saya mempunyai pengalaman religius, supra-natural, atau estetik luar biasa, yang tidak bisa saya bicarakan secara tuntas dengan siapa pun.
_____ Pada usia yang sangat dini dalam masa kanak-kanak, saya sudah menyadari bahwa saya mempunyai identitas tersendiri.



Daftar Periksa Kesulitan Belajar
Tandailah pernyataan yang berlaku dalam setiap kategori kecerdasan dengan Ya/Tidak

Logis-Matematis
_____ Saya mempunyai kesulitan untuk mencocokkan saldo tabungan saya.
_____ Saya mudah bingung apabila seseorang menjelaskan sebuah konsep ilmiah.
_____ Seringkali saya membuat kesalahan jika menghitung penjumlahan sederhana.
_____ Saya mempunyai kesulitan di sekolah dalam menguasai mata pelajaran pasca-aritmatika seperti aljabar atau trigonometri.
_____ Saya menjauhi halaman bisnis surat kabar karena berita ekonomi atau keuangan, karena itu membuat saya bingung.
_____ Saya masih menghitung dengan jari atau menggunakan metode konkret tertentu lainnya untuk menghitung angka.
_____ Biasanya saya menjadi bingung jika mengerjakan teka-teki silang yang membutuhkan pemikiran logis dalam buku teka-teki.

Spasial
_____ Saya sulit gambaran yang jelas dengan mata pikiran saya.
_____ Kadang-kadang saya tidak mengenali wajah orang yang seharusnya akrab dengan saya.
_____ Saya menghadapi kesulitan menemukan jalan di kota atau gedung yang kurang saya kenal.
_____ Kadang-kadang saya menghadapi masalah mengatakan mana kiri atau kanan.
_____ Saya masih menggambar bentuk orang dengan bentuk batang korek api.
_____ Saya merasa kesulitan dalam pelajaran ilmu ukur sewaktu menjadi murid sekolah menengah atas.
_____ Saya buta warna atau mempunyai kesulitan dalam membedakan gradasi warna.
_____ Saya mempunyai kesulitan meniru bentuk dan desain sederhana pada sehelai kertas.

Linguistik
_____ Seringkali saya mengalami kesulitan dalam memahami apa yang saya baca.
_____ Saya menghadapi kesulitan mnerjemahkan gagasan saya ke dalam kata-kata tertulis
_____ Seringkali saya tidak mengucapkan kata-kata baru sebagaimana seharusnya.
_____ Saya sering merasa kesulitan mengeluarkan kata yang pas untuk mengeluarkan kata yang pas untuk menggambarkan sebuah benda, situasi, atau gagasan.
_____ Cara membaca saya seperti anak tingkat sekolah dasar karena saya kesulitan memecahkan kode kata-kata yang tercetak.
_____ Saya mempunyai kesulitan membedakan bunyi halus dalam bahasa (“b” dengan “p”, “th” dengan “sh”, dan sebagainya).
_____ Seringkali saya dikoreksi orang lain (atau takut dikoreksi) karena ungkapan yang menyalahi tata bahasa dalam tulisan atau pembicaraan saya.

Musikal
_____ Saya menghadapi kesulitan menyanyikan sebuah lagu.
_____ Saya menghadapi kesulitan mengikuti irama musik.
_____ Saya mempunyai kesulitan mengenali bagian musik yang tampaknya akrab bagi keluarga dan teman saya.
_____ Saya merasa sulit menikmati musik.
_____ Hanya sedikit lagu (atau tak ada satu pun) yang betul-betul saya ingat.
_____ Saya akan menghadapi kesulitan besar menyebut nama alat musik yang sedang dimainkan dalam sebuah lagu (misalnya cello atau biola).
_____ Saya akan menghadapi kesulitan mencocokkan suara saya dengan satu nada di piano.

Kinestetik-Jasmani
_____ “Jari saya jempol semua” jika menyangkut melakukan sesuatu yang membutuhkan koordinasi motor yang amat halus (misalnya jahit-menjahit, pekerjaan tangan, dan sebagainya).
_____ Saya tidak mampu melakukan koordinasi di lapangan atletik.
_____ Saya mempunyai kesulitan besar mempelajari langkah tarian baru.
_____ Saya enggan menyentuh benda di sekeliling saya.
_____ Saya mempunyai kesulitan besar dalam mengungkapkan gagasan saya lewat gerak tubuh (dalam tebak kata, berakting, berpantomim, dan sebagainya).
_____ Saya relatif tidak menyadari tubuh saya.
_____ Saya canggung bila melakukan gerakan jasmani sederhana seperti berjalan, membereskan tempat tidur, atau mengatur meja.

Antarpribadi
_____ Saya sangat malu bila bertemu dengan orang-orang baru.
_____ Saya seringkali mengalami kesalahpahaman atau bertengkar dengan orang lain.
_____ Saya sering bersikap bermusuhan atau membela diri di depan orang lain.
_____ Seringkali saya mempunyai kesulitan besar untuk berempati pada orang lain.
_____ Pada waktu krisis, saya hampir-hampir tidak punya dukungan sosial.
_____ Pada umumnya saya menjalani hidup tanpa menyadari interaksi antarpribadi yang berlangsung di sekitar saya.
_____ Saya mempunyai masalah dalam “membaca” suasana hati orang lain, maksud, motivasi, dan perangainya.

Intrapribadi
_____ Seringkali saya merasa rendah diri.
_____ Saya mempunyai sedikit gambaran mengenai tujuan hidup saya.
_____ Pada umumnya saya tidak menyadari bagaimana perasaan saya.
_____ Seringkali saya takut ditinggalkan atau terkungkung oleh orang-orang yang akrab dengan saya.
_____ Saya tidak suka meluangkan waktu secara sendirian.
_____ Kadang-kadang saya mempunyai perasaan tidak nyata, seolah-olah saya tidak sungguh-sungguh ada.
_____ Saya mudah terganggu oleh peristiwa sederhana dalam hidup saya.


Keterampilan Kerja Berdasarkan Tujuh Kecerdasan

Linguistik
Keterampilan kerja: Berceramah, bercerita, memberi informasi, memberi
petunjuk, menulis, menyusun kata-kata, berbicara dalam bahasa asing, menafsirkan, menerjemahkan, mengajar, memberi kuliah, berdiskusi, berdebat, melakukan penelitian, mendengarkan kata-kata, meniru, memeriksa naskah, menyunting, memproses kata, membuat berkas, membuat laporan.
Contoh profesi: pustakawan, pengurus arsip, kurator, editor, penerjemah, ahli berbicara, penulis radio/televisi, jurnalis, tenaga bantuan hukum, pengacara, sekretaris, pengetik, pemeriksa naskah, guru bahasa.

Logis-Matematis
Keterampilan kerja: mengurus keuangan, membuat anggaran, melakukan penelitian ekonomi, menyusun hipotesis, melakukan estimasi, melakukan kegiatan akuntansi, berhitung, mengadakan kalkulasi, menggunakan statistik, melakukan audit, membuat penalaran, menganalisis, menyusun sistematika, mengklafisikasi, mengurutkan.
Contoh profesi: auditor, akuntan, agen pembelian, underwriter, matematikawan, ilmuwan, ahli statistik, aktuaris, analisis komputer, ahli ekonomi, teknisi, tenaga pembukuan, guru IPA.

Spasial
Keterampilan kerja: melukis, menggambar, membayangkan, menciptakan penyajian visual, merancang, berkhayal, membuat penemuan, memberi ilustrasi, mewarnai, menggambar mesin, membuat grafik, membuat peta, berkecimpung dalam fotografi, membuat dekorasi, membuat film.
Contoh profesi: insinyur, surveyor, arsitek, perencana kota, seniman grafis, desainer interior, fotografer, guru kesenian, penemu, koreografer, pilot, seniman seni murni, pematung.

Musikal
Keterampilan kerja: bernyanyi, memainkan sebuah instrumen musik, merekam, menjadi dirigen, melakukan improvisasi, mengubah lagu, membuat transkrip, membuat aransemen, mendengarkan, membedakan nada, menyetem, melakukan orkestrasi, menganalisis, dan mengkritik gaya musik.
Contoh profesi: DJ, musikus, pembuat instrumen, tukang setem piano, ahli terapi musik, tenaga penjual alat musik, penulis lagu, insinyur studio musik, dirigen paduan suara, dirigen orkestra, penyanyi, guru musik, penulis lirik lagu.

Kinestetik-Jasmani
Keterampilan kerja: menyortir, menyeimbangkan, mengangkat, membawa sesuatu, berjalan, berlari, membuat kerajinan tangan, memperbarui, membersihkan, melakukan tugas pengapalan, menyerahkan sesuatu, ikut dalam proses manufaktur, menyelamatkan, mempertunjukkan, memberi tanda, meniru, mendramatisasi, menjadi seorang model, menari, bermain, berolahraga, mengorganisasi kegiatan luar rumah, berpergian.
Contoh profesi: ahli terapi fisik, pekerja rekreasi, penari, aktor, model, petani, ahli mekanik, tukang kayu, pengrajin, guru pendidikan jasmani, pekerja pabrik, penata tari, atlet profesional, polisi hutan, tukang jam.

Antarpribadi
Keterampilan kerja: melayani, menjadi tuan rumah, berkomunikasi, menunjukkan empati, berdagang, membimbing, melatih, memberi nasehat, membina, menilai orang lain, meyakinkan, memberi motivasi, menjual, merekrut, menginspirasi, menerbitkan, mendorong, mengawasi, melakukan koordinasi, melakukan delegasi, berunding, menjadi perantara, melakukan konfirmasi, mengadakan wawancara.
Contoh profesi: administrator, manajer, kepala sekolah, pekerja bagian personalia, penengah, ahli sosiologi, ahli antropologi, pembina, ahli psikologi, perawat, pegawai humas, tenaga penjualanm agen perjalanan, direktur sosial.

Intrapribadi
Keterampilan kerja: melaksanakan keputusan, bekerja sendiri, mempromosikan diri sendiri, menentukan sasaran, mencari sasaran, mengambil inisiatif, mengevaluasi, menilai, merencanakan, mengorganisasi, membedakan peluang, bermeditasi, memahami diri sendiri.
Contoh profesi: ahli psikologi, ulama, guru psikologi, ahli terapi, tenaga pembimbing dan penyuluhan, ahli teknologi, perencana program, pengusaha.

Wednesday, July 14, 2010

HIPNOTIS : SEBUAH PENGANTAR HIPNOTERAPI


Ilmu hipnotis modern dikenal sejak abad 18, Tokoh utamanya adalah Franz Anton Mesmer, dan disusul oleh James Braid, Charcot, Liebault, Bemheim, Sigmund Freud, Clark Haul, dan seterusnya. Di sisi lain, mungkin penggunaan hipnotis bisa jadi bermanfaat di dalam bidang kedokteran, psikiatri, atau psikologi. Dunia kedokteran mencatat bahwa dokter yang pertama kali menggunakan metode hipnotis secara medis adalah Frans Anton Mesmer pada tahun 1778 di Paris, Prancis. Contoh ide lain pemanfaatan hipnotis dalam bidang kedokteran adalah saat seorang wanita yang akan melahirkan, dihipnotis terlebih dulu agar tidak merasakan kesakitan. Pada tahun 1880-an pun, seorang ahli neurologi Prancis bernama Jean Martin Charcot, menggunakan hipnotis untuk menyingkirkan gejala histeria pasiennya. Dalam bidang psikologi hipnotis dapat digunakan sebagai sebuah metode terapi yang dikenal dengan hipnoterapi, seperti untuk menghilangkan phobia, melupakan sebuah kejadian traumatis dan menghilangkan kebiasaan yang tidak diinginkan seperti merokok, narkoba.Keadan hipnotis atau trans hipnotis dapat dialami secara tidak disadari. Sebagai contoh seseorang pernah berada dalam suatu keadaan aram temaram ketika mau memasuki tidur, atau pada waktu melamun secara tidak sadar terbawa oleh alam lamunan dan ketika ada yang memanggil berkali-kali tidak kedengaran. Trans hipnotis juga dapat terjadi pada saat seorang mengendari mobil di jalan tol yang monoton dan panjang, dengan didukung senandung motor mesin yang monoton, tidak adanya gangguan disekitar, penglihatan yang mengarah pada garis putih panjang yang tidak putus-putus dijalan sebagai sebuah titik fiksasi visual, kondisi mengendarai mobil seperti ini merupakan kondisi yang dapat memicu seseorang untuk masuk dalam keadaan trans hipnotis. Pada saat trans hipnotis tersebut tidak menyadari tanda-tanda lalulintas atau bangunan yang dilewati, atau melewati banyak bangunan tanpa melihatnyaDengan bukti di atas, hipnotis merupakan fenomena yang sangat normal. Penyelidikan ilmiah atas hipnotisme menunjukkan bahwa induksi trans jelas merupakan suatu proses yang penting dalam menangkap kembali keadaan dan suasana hati yang mengarah pada periode aram temaram ketika akan tertidur, keadaan melamun dan hipnotis jalan raya (chambers, 2005).Fenomena penipuan melalui gendam bukanlah suatu hipnotis yang dikenalkan dalam kajian psikologi modern, gendam merupakan salah satu atau gabungan dari : Conventional Hypnosis dengan metode Shock Induction, Ericksonian Hypnosis, teknik Esoteric Energy, atau Mind Control (Telepathic, Magnetism). Dalam kajian psikologi modern hipnotis dipergunakan untuk pengobatan dan metode induksinya pun lebih menekankan pada teknik komunikasi dari pada suatu bentuk peyaluran energi atau tenang dalam.

KESADARAN MANUSIA DALAM HIPNOTIS

Manusia dikarunia Allah ta’ala dua pikiran yaitu pikiran sadar atau rasional dan pikiran bawah sadar atau irrasional. Seseorang yang berpikir terus menerus tentang suatu hal di pikiran sadar lama-lama akan tersimpan dalam alam bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah tempat emosi dan pikiran yang mencipta, jika seseorang menanamkan pikiran positif dalam dirinya maka akan menuai hasil yang positif, namun kalau negatif maka akan menuai hasil yang negatif. Serta sifat pikiran bawah sadar adalah dia tidak pernah memilih milih, dan tidak pernah menolak apa yang ditanamkan, sekali dia menerima maka hal itu akan diwujudkan. Pikiran sadar manusia adalah gerbang dari pikiran bawah sadarnya. Sebelum sesuatu masuk dalam alam bawah sadar maka terlebih dahulu melalui seleksi alam sadarnya. Maka alam sadar inilah yang sering berpikir dan menentukan mana yang dapat masuk ke alam bawah sadar mana yang tidak boleh. Seandainya tidak ada pikiran sadar maka akan sangat bahaya bagi manusia itu karena apa yang masuk dalam pikirannya lepas kontrol dan masuk pikiran bawah sadar. Hipnotis pada prinsipnya adalah membuka gerbang dengan mengistirahatkan pikiran sadarnya sehingga sugesti-sugesti yang diberikan tidak diolah pikiran sadar. Dengan terbukanya gerbang kesadaran ini berarti seseorang akan mudah sekali dipengaruhi dan diperintahkan sesuai dengan apa yang dimasukkan dalam alam bawah sadarnya. Ketika seseorang berada dalam keadaan terhipnotis dia bukannya tidak sadar, dia tetap sadar namun kesadarannya berada dalam kondisi bawah sadar. Kalau seseorang dalam kondisi tidak sadar keadaannya seperti tidur, pingsan, atau koma, namun kalau kondisi alam bawah sadar (berarti masih sadar) seseorang akan mengalami keadaan aram temaram, remang-remang, suasana sadar tapi tidak mampu lagi untuk mengolah pikiran secara lebih detil, menerima saja yang lewat tidak mempedulikan dia harus memilih apa. Pegistirahatan pikiran sadar dapat dilakukan dengan menghentikan sejenak anggota tubuh yang dikendalikan oleh pikiran sadar, seperti tangan, kaki, badan dan sebagainya. Hal ini dapat dihantarkan melalui konsentrasi ataupun relaksasi. Setelah tercapai kondisi relaks dan tenang seseorang tersebut akan merasakan dirinya sebagai diri mental, pada tahap ini dengan fasilitasi dari seorang penghipnotis maka dia diajak kerja sama untuk memasuki dunia alam bawah sadarnya, namun sekali lagi ketika dia sudah masuk ke alam bawah sadarnya dia tidak lagi mampu untuk berpikir ataupun menolak apa yang disugestikan. Dari dinamika hipnotis seperti ini maka sebenarnya seseorang dapat melakukan self hypnosis sehingga apa-apa yang menjadi keinginannya dapat ditanamkan yang nantinya akan dimanifestasikan oleh alam bawah sadarnya. Kekuatan bawah sadar tidak terbatas kekuatannya dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan, pengoptimalan potensi diri, dan keperluan mempengaruhi pikiran sadar orang lain.

TAHAP TAHAP HIPNOTIS

Sebenarnya, pertunjukan ‘hipnotis’ seperti yang dilakukan oleh Tommy Rafael ataupun oleh para illusionis lainnya, tak lepas dari pengembangan maupun penerapan prinsip-prinsip dasar ilmu psikologi. Upaya ‘hipnotis’ tersebut merupakan tindakan manipulatif terhadap kesadaran realitas ‘obyek’ hipnotis. Dibutuhkan lebih dari sekedar kekuatan mental saja untuk dapat memahami trick para illusionis itu, karena pada saat hipnotis dilakukan maka pada saat itu pula telah terjadi sinkronisasi antara psikis dengan fisik yang bersimulakrum. Seperti yang telah diteliti oleh Carl Jung – salah satu peletak dasar-dasar psikologi modern – bahwa sinkronitas tersebut akan menghasilkan suatu interaksi yang terjadi dalam kesadaran dan digerakkan oleh satu rencana besar yang tak terlihat dari subyek hipnotis.Secara sederhana, dengan memiliki dasar ilmu hipnotis seorang Hypnotist dapat membuat seseorang (Subjek) sangat relaks dan tenang. Bahkan pada orang-orang tertentu dan dalam situasi tertentu, seorang Hypnotist dapat membuat Subjek sangat tenang secara ekstrim, sehingga masuk ke suatu tahapan yang dikenal sebagai kondisi “Hypnotic” atau “Tertidur Hypnosis” atau “trans hipnosis”.Pada saat Subjek sudah dalam kondisi sangat rileks, atau dalam kondisi “Hypnos”, maka Hypnotist dapat memberikan sugesti-sugesti yang relatif lebih mudah diterima oleh Subjek dibandingkan dalam kondisi biasa.Keberhasilan praktik hipnotis adalah ketika subjek sudah berada pada situasi deep trance. Namun, untuk mencapat tingkat ini, ada faktor yang mempengaruhinya. Yakni, kondisi psikologis (Kejiwaan) subjek, tingkat keaktifan berpikir subjek, suasana dan kondisi lingkungan, ketrampilan seorang hypnotist, waktu, serta tingkat kepercayaan subjek terhadap seorang hypnotist.

a. Tahap pre-induction

Pre-Induction (pra-induksi) merupakan suatu proses untuk mempersiapkan suatu situasi dan kondisi yang bersifat kondusif antara seorang penghipnosis dan Subjek. Agar proses Pre-Induction berlangsung dengan baik, maka sebelumnya Hypnotist harus dapat mengenali aspek-aspek psikologis dari Subjek, antara lain : hal yang diminati, hal yang tidak diminati, apa yang diketahui Subjek terhadap Hypnosis, dan seterusnya.Pre-Induction dapat berupa percakapan ringan, saling berkenalan, serta hal-hal lain yang bersifat mendekatkan seorang Hypnotist secara mental terhadap seorang Subjek. Pre-Induction merupakan tahapan yang bersifat kritis. Seringkali kegagalan proses hipnotis diawali dari proses Pre-Induction yang tidak tepat.Tahap ini juga untuk menguji apakah klien cocok diterapi dengan menggunakan hipnotis atau tidak, klien mudah dihipnotis atau tidak sebab hipnotis membutuhkan keadaan psikis tertentu dimana klien harus mau bekerja sama dengan suka rela untuk mengikuti instruksi hipnotis yang diberikan.

b. Tahap induction

Langkah berikutnya adalah Induction (induksi). Merupakan kunci utama dalam proses hipnotis, karena proses inilah yang akan membawa Subjek dari kondisi “Beta” ke kondisi “Alpha” bahkan “Theta” dengan kondisi sepenuhnya di bawah kendali seorang Hypnotist.Bagian utama dari induction adalah “kalimat kunci” dari seorang Hypnotist, ketika memerintahkan seorang Subjek untuk tidur “Hypnotic”, di mana selanjutnya Hypnotist akan mengambil alih kendali atas Sub-Conscious Subjek.Secara utuh, proses induction terdiri dari 3 bagian, yaitu: Relaxation, adalah proses untuk mengurangi keaktifan BrainWave Subjek (High Beta to Low Beta). Induction, adalah Proses untuk membawa Subjek ke Brainwave Alpha, untuk selanjutnya siap di-sugesti dengan “kalimat kunci”. Deepining adalah proses untuk membawa Subjek ke “Trance Level” yang lebih dalam (Theta).

c. Pengujian trans hipnotis

Proses Dept Level Test. Seringkali diistilahkan dengan “Trance Level Test” atau pengujian tingkat kedalaman “Hypnotic” seorang Subjek.Bagi seorang Stage hypnotist, perlu memperoleh seorang Subjek dengan tingkat kedalaman “Trance” tertentu. Minimal : Medium Trance. Bagi seorang Hypnotherapist, tingkat kedalaman “Trance” akan berkaitan dengan efektivitas pengaruh Sugesti Therapi yang akan diberikan kepada Subjek.Depth Level Test dilakukan dengan cara memberikan perintah sederhana yang berlawanan dengan logika kesadaran biasa (Conscious). Jika tingkat kedalaman “Trance” yang dimaksud belum dicapai, maka Hypnotist harus melakukan “induction” kembali. Seringkali diikuti dengan segesti yang bersifat “provokatif”. Tidak setiap orang dapat mencapai tingkat “Trance” yang dalam. Hal ini tidak menjadi masalah dalam Hypnotherapy.

d. Suggestion

Suggestion atau Sugesti. Merupakan tahapan inti dari maksud dan tujuan proses hipnotis. Pada tahapan ini seorang Hypnotist mulai dapat memasukkan kalimat-kalimat sugesti ke Sub-Conscious Subjek.

e. Post Hypnotic suggestion

Setelah itu, kita menuju tahapan Post Hypnotic Suggestion. Yakni, suatu Sugesti yang tetap “bekerja” walaupun seorang telah berada dalam kondisi pasca-hipnotis (normal). Post Hypnotic Suggestion merupakan hal penting yang mendasari proses Clinical Hypnotherapy.Apabila hypnotist ingin mengendalikan Subjek, ia bisa menggunakan simbol bunyi atau tindakan. Inilah yang disebut Anchor. Yakni sugesti berupa simbol-simbol yang akan menghasilkan reaksi pemikiran, emosional, atau perilaku tertentu disebut juga dengan “Anchor”. Inilah yang sering dipraktikan Romy Rafael di televisi atau dikenal dengan istilah anchoring, yang merupakan proses “Programming” seorang Hypnotist terhadap Subjek. Misalnya, mulai saat ini, jika kamu melihat Warung Tegal, maka kamu tidak dapat menahan keinginan kamu untuk mentraktir saya!

f. Termination

Termination, yakni suatu tahapan untuk mengakhiri proses hipnotis. Konsep Termination adalah agar seorang Subjek tidak mengalami kejutan psikologis ketika terbangun dari “tidur hipnotis”.Standar dari proses Termination adalah membangun sugesti positif yang akan membuat tubuh seorang Subjek lebih segar dan relaks, kemudian diikuti dengan regresi beberapa detik untuk membawa Subjek ke kondisi normal kembali.


Daftar pustakaChamber, Bradford. 2005. How to hypnotize. Stravon Publisher : New YorkMurphy, Joseph. 1997. The power of Your Subconscious Mind (terjemahan) spektrum : Jakarta

Melakukan Hipnoterapi Pada Anak


Saat mengajar di kelas sertifikasi hipnoterapis 100 jam Quantum Hypnosis Indonesia di Jakarta dan Surabaya baru-baru ini saya mendapat pertanyaan, “Bagaimana caranya melakukan hipnoterapi pada anak-anak?”

Nah, pembaca, artikel ini adalah ringkasan dari jawaban, yang cukup panjang dan mendalam, yang saya berikan kepada para peserta pelatihan.

Sebelum menjelaskan mengenai hipnoterapi terhadap anak maka kita perlu memahami apa sih sebenarnya hipnosis itu? Mengapa perlu memahamai apa itu hipnosis? Karena hipnoterapi adalah terapi yang dilakukan dengan bantuan kondisi hipnosis.

Definisi hipnosis menurut US. Dept. of Education, Human Services Devision yaitu hypnosis is the bypass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking atau hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu sugesti/ide atau pemikiran.

Selanjutnya kita perlu mencermati proses pembentukan pikiran. Mengapa? Karena pada definisi di atas tampak bahwa langkah awal untuk melakukan hipnosis adalah dengan mem-bypass atau menembus filter mental atau critical factor dari pikiran sadar.

Masalahnya adalah critical factor seorang anak baru mulai terbentuk saat anak berusia 3 tahun. Critical factor akan menguat dan semakin tebal seiring dengan pertumbuhan anak. Filter ini menjadi sangat tebal/kuat saat anak berusia antara 11 hingga 13 tahun.

Anak dibagi menjadi 3 kategori. Pertama, kategori sangat muda dengan rentang usia sejak lahir hingga 5 atau 6 tahun. Kedua, kategori muda antara 5 hingga 10 atau 11 tahun. Dan kategori ketiga adalah remaja, usia 12 tahun ke atas.

Untuk kategori remaja maka prosedur atau teknik terapi yang digunakan sama dengan yang digunakan untuk orang dewasa. Sedangkan untuk kategori sangat muda dan muda caranya agak berbeda.

Hal yang menyenangkan bila kita melakukan hipnoterapi pada anak yaitu program pikiran yang telah masuk ke komputer mental (baca: pikiran bawah sadar) anak masih belum kuat sehingga mudah untuk dimodifikasi atau bahkan di-uninstall.

Kemudahan lainnya adalah anak tidak takut hipnosis, mereka berani berbicara apa adanya, mereka suka pada figur otoritas, tapi bukan otoritas orangtua, dan critical factor mereka masih sangat lemah.

Satu hal lagi yang sangat membantu dan memudahkan hipnoterapi pada anak yaitu anak sangat sering berada dalam kondisi trance. Jadi tidak dibutuhkan induksi secara formal seperti yang dibutuhkan untuk menerapi orang dewasa. Anak masuk dan keluar kondisi trance secara alamiah.

Nah, sekarang bagaimana caranya melakukan terapi pada anak usia di bawah 5 tahun.

Oh, mudah sekali. Untuk anak usia di bawah 5 tahun maka yang perlu diterapi adalah kedua orangtuanya.

Mengapa kok yang diterapi kedua orangtuanya?

Karena masalah anak sebenarnya cerminan masalah yang ada pada diri kedua orangtuanya. Seringkali dijumpai dalam satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan, misalnya, 3 orang anak, maka masalah bisa berpindah dari satu anak ke anak yang lain.

Maksudnya begini. Bila seorang anak yang bermasalah berhasil disembuhkan maka bisa jadi masalah yang serupa atau berbeda muncul lagi (relapse) pada diri anak itu.

Bisa juga terjadi masalah yang serupa atau berbeda muncul di anak yang lainnya. Anak yang bermasalah ini dikenal sebagai IP atau identified patient atau pasien yang teridentifikasi. Masalah muncul sebagai akibat dari sistem keluarga yang bermasalah.

Sudah jelas sekarang? Masalah anak sebenarnya adalah masalah orangtua.

Ada tiga aturan penting yang harus diperhatikan saat melakukan hipnoterapi pada anak.

Pertama, kita, terapis, harus bisa memenangkan hati anak. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Saya biasanya menggunakan beberapa trik sulap sederhana atau permainan yang sudah tentu membuat anak sangat senang. Selain itu anak harus merasa aman, nyaman, dan percaya diri untuk mengungkapkan isi hatinya. Untuk itu orangtua tidak diperkenankan berada di dalam ruang terapi, apapun alasannya. Kedua, kita memberitahu anak apa yang akan kita lakukan bersama. Dan ketiga, gunakan teknik yang sesuai.

Saat membangun hubungan dengan anak, saat ngobrol santai, terapis perlu mencari tahu siapa tokoh idola si anak, apa acara tv atau film kesukaan, hobi, cita-cita, tempat liburan favorit, dan nama kawan dekat si anak. Pengetahuan ini nantinya digunakan sebagai jembatan untuk bisa memasukkan data atau program baru ke dalam pikiran bawah sadar anak.

Kesalahan fatal yang dilakukan oleh kebanyakan hipnoterapis, termasuk saya juga dulunya, yaitu kita terlalu bernafsu untuk mengubah si anak dengan cara memasukkan direct suggestion secepatnya ke dalam pikiran anak.

Kita tahu bahwa critical factor anak masih sangat lemah dan sangat sulit menolak sugesti yang kita berikan. Namun satu hal yang perlu disadari yaitu anak dibawa oleh orangtuanya bertemu kita, hipnoterapis, sebagai langkah terakhir. Biasanya anak ini sudah dibawa ke mana-mana nggak berhasil baru akhirnya orangtuanya membawanya ke hipnoterapis.

Saat anak bertemu kita, hipnoterapis, maka saat itu harga diri anak telah benar-benar terpukul. Anak merasa dirinya rendah, bodoh, minder, tidak mampu, tak berdaya, tidak bisa menghargai dirinya sendiri.

Dalam kondisi ini, yang pertama-tama harus dilakukan adalah membangkitkan semangat anak. Terapis mensugestikan berbagai sugesti positif yang bertujuan meningkatkan rasa percaya diri, motivasi, perasaan diri mampu dan berharga, dan citra diri positif.

Mengapa perlu melakukan hal ini terlebih dahulu?

Karena kita sebenarnya menyiapkan lahan pikiran bawah sadar terlebih dahulu sebelum menanam bibit sugesti positif. Persiapan ini dilakukan dengan mencabut atau menghilangkan berbagai rumput liar atau tanaman penganggu/gulma yang telah tumbuh di lahan pikiran anak dilanjutkan dengan menggemburkan tanah di lahan pikiran anak.

Nah, setelah ini dilakukan, barulah pada sesi berikutnya terapis memberikan sugesti yang bertujuan membantu anak keluar dari masalahnya.

Intinya begini. Jika kita hendak menghipnoterapi anak maka yang kita lakukan adalah:
• Minta anak menutup matanya
• Sibukkan pikiran anak dengan imajinasi atau visualisasi. Hal ini bertujuan agar critical factor-nya lengah sehingga tidak menjaga gerbang pikiran bawah sadarnya.

Menyibukkan pikiran anak bisa dengan meminta ia membayangkan sedang menonton acara film kesukaannya, atau bisa juga mengamati es yang sedang mencair, atau mengamati pendulum dengan intens.
• Berikan direct suggestion yang sesuai dengan masalah anak. Ulangi sebanyak 4 – 5 kali.
• Minta anak buka mata

Ciri-ciri trance pada anak mirip dengan pada orang dewasa yaitu napasnya lebih lambat, tubuhnya lebih rileks, dan saat matanya tertutup akan ada gerakan mata ke kiri atau ke kanan. Ini adalah indikasi anak sudah masuk ke kondisi somnambulisme atau deep trance. Terapis tidak perlu lagi melakukan deepening. Langsung berikan direct suggestion.

Oh ya satu lagi pesan saya kepada anda para orangtua yang mungkin kebetulan juga seorang hipnoterapis. Walaupun anda adalah seorang hipnoterapis andal, berpengalaman menerapi banyak anak/klien dengan sangat berhasil, jangan sekali-kali mencoba menerapi anak anda. Dijamin hasilnya tidak akan optimal.
Mengapa?

He.. he.. nggak perlu nanya lah. Anda sudah tahu jawabannya. Bagaimana mungkin anak anda mau mengungkap masalahnya kepada terapis yang justru menjadi sumber masalahnya? Ingat! Parents can not be their children therapist.

Friday, July 9, 2010

Hati-hati PopCorn Bisa Buat Paru-Paru Jebol





Aroma margarin pada popcorn yang khas ternyata mengandung penyakit. Seorang karyawan perusahaan popcorn di Missouri, Amerika Serikat, dilaporkan harus menjalani transplantasi paru-paru karena hanya 20 persen dari organ tubuh ini berfungsi. Penyebabnya, ia terlalu sering menghirup aroma popcorn yang dipanggang memakai microwave. Demikian diungkapkan Lembaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja Amerika Serikat di Missouri, baru-baru ini.

Kajian Lembaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja AS menyebutkan si karyawan menderita paru-paru akibat menghirup zat kimia Diacetyl–sebuah senyawa yang memberi rasa khas pada margarin. Diacetyl memang ditemukan alamiah dalam margarin. Tapi, pengusaha makanan popcorn biasanya menambah kandungan Diacetyl sebesar 10 persen untuk lebih menambah aroma dan rasa pada mentega. Hal ini ternyata mendatangkan risiko terhadap karyawan yang setiap hari menghirup aromanya.


Tingkat penggunaan zat Diacetyl kini tengah dibahas serius di Amerika Serikat. Sebab, popcorn lumrah dikonsumsi masyarakat sebagai camilan di kala senggang. Popcorn memang bakal menjadi makanan yang berbahaya jika aromanya dihirup setiap hari. Namun, bagi konsumen yang cuma sesekali memakan popcorn tidaklah menjadi sebuah masalah besar.

Kepastian itu ditegaskan Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA). Kendati begitu, FDA menyarankan agar konsumen sebisa mungkin menghindari tersembur zat Diacetyl, jika tengah membuka kantong popcorn yang telah dipanggang. Bagi Anda pecinta popcorn di Indonesia, ada baiknya bersikap waspada

sumber http://wahw33d.blogspot.com/2010/06/hati-hati-popcorn-bisa-buat-paru-paru.html#ixzz0tD4pRCYG

Saturday, July 3, 2010

Indonesia Luncurkan Satelit Sendiri

BERTAMBAHNYA usia hubungan diplomatik antara Negeri Beruang Merah dan Indonesia, Rusia pun semakin memantapkan pijakan kerja samanya dengan pemerintah RI.

Negeri yang terletak di Eurasia utara ini bahkan sudah menyusun rencana besar untuk Indonesia. Pada kesempatan wawancara di kantor Kedubes Rusia untuk Indonesia pekan lalu, Alexander A Ivanov selaku wakil pemerintah Rusia mengungkapkan harapan negerinya bagi Indonesia. “Kami ingin Indonesia menjadi negara antariksa,” ucapnya seraya tersenyum. “Bahkan menjadi negara antariksa pertama di Asia Tenggara.” Untuk mewujudkan harapan ini, pemerintah Rusia lantas menggandeng Indonesia dalam sebuah proyek yang dinamakan dengan sistem peluncuran udara atau Air Launch.

Bagi masyarakat Indonesia, program ini mungkin terdengar asing. Barangkali karena belum 100 persen terselesaikan, maka pemerintah Indonesia jarang memunculkan informasi seputar perkembangan Air Launch. “Kami menyebutnya proyek unik. Air Launch adalah program peluncuran satelit komersial dari kawasan Indonesia yang didukung dengan teknologi Rusia,” jawab Ivanov. Proyek Air Launch bermula pada 2003. Saat itu, pesawat luar angkasa jenis An-124-100 yang disebut dengan Ruslan mulai dikembangkan di Biak, Papua. Gubernur Biak memberi izin bagi Rusia untuk membeli 2,7 hektare tanah di pulau itu untuk konstruksi infrastruktur yang dibutuhkan.

“Air Launch merupakan proyek yang jauh lebih murah dan efisien dibandingkan proyek peluncuran satelit lainnya,” ungkap Presiden Air Launch Anatoly Karpov, sebagaimana dilansir dari spacedaily.com. Dalam program AirLaunch, roket dibawa menembus atmosfer dengan menggunakan pesawat Ruslan. Ketika pesawat mencapai ketinggian 10-12 km di atas bumi, Ruslan akan melepaskan roketnya hingga masuk ke orbit. Selanjutnya, saat Ruslan mencapai ketinggian 11.000 m atau sekira 500 km dari permukaan tanah, pesawat ini akan melakukan gerakan manuver sehingga mencapai posisi tertentu, lalu satelit didorong keluar menggunakan sistem bertekanan udara yang disebut dengan pneumatic system.

Proyek ini bernilai sekira USD122 juta dan telah disepakati sejak 2006 silam. Perundingan program ini sudah berlangsung sejak 2003 lalu, namun sampai saat ini, program tersebut belum dapat dimulai. Menurut beberapa ahli, peluncuran roket pengangkut Polyot dari Ruslan akan menelan biaya sekira USD23 juta atau 50 persen lebih murah dibandingkan meluncurkan roket Soyuz-2 dari muka Bumi. Rusia sungguh menyemai ekspektasi besar agar program ini dapat segera terealisasi.

“Jika semuanya benar-benar terwujud, mungkin saja Indonesia bakal menjadi negara antariksa terbesar di Asia,” ujarnya berharap. Ivanov tidak menampik bahwa masih ada beberapa proses yang belum tertangani dengan sempurna. “Kami masih terus melakukan negosiasi mengenai ini dan itu dengan pemerintah Indonesia,” sambungnya. Menurut Ivanov, ada dua hal yang harus diperjuangkan lebih keras lagi, yaitu penyediaan perangkat teknologi dan penyusunan rancangan ketentuan yang tentunya bertalian dengan proyek Air Launch.

Dia juga menambahkan bahwa pemerintah Rusia dan Indonesia tengah mempersiapkan sejumlah dokumen dan surat kesepakatan yang terkait. “Salah satunya adalah Technology Save Guard Agreement,” ujar Ivanov. Rusia yang hingga kini tetap menunjukkan dukungan positif bagi negara-negara Asia sangat berharap bahwa program Air Launch nantinya akan menuai kesuksesan. “Kesuksesan ini akan menjadi lampu hijau bagi negara-negara lain yang tengah mengupayakan hal serupa,” tandasnya.

Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama.

Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-orang di Internet. Hacker disini artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata – rata perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar “cracker”, menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak – abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing “Price Waterhouse”. Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.

Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.

Perbedaan Hacker dan Cracker

Hacker

  1. Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
  2. Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
  3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

Cracker

  1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
  2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
  3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
  4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.
  5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.

Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.