Tuesday, January 19, 2010

Wawancara Beasiswa

Mewawancara Kandidat Penerima Beasiswa

200428081-001.jpgBeberapa waktu lalu saya mendapat undangan untuk membantu proses wawancara beberapa kandidat untuk beasiswa tertentu. Jumlah kandidat yang akan diwawancarai tidak banyak, hanya tujuh orang. Mereka dipilih berdasarkan formulir aplikasi yang telah mereka kirim sebelumnya. Tentu saja, yang hadir untuk wawancara ini adalah orang-orang yang dianggap paling memiliki potensi untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Dari ketujuh orang yang hadir, satu orang bekerja di sektor swasta. Satu orang bekerja sebagai volunteer di salah satu LSM. Sedangkan lima orang yang lain bekerja sebagai dosen. Apakah ini berarti bahwa dosen mempunyai kesempatan yang lebih tinggi untuk menerima beasiswa? Saya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Saya yakin setiap kali ada kesempatan beasiswa yang dibuka, pemberi beasiswa akan menerima beberapa orang dari sektor swasta, pegawai negeri, LSM, maupun dosen. Saya tidak punya data jumlah surat lamaran yang masuk dari setiap kategori jadi saya tidak bisa menghitung persentase kemungkinan masuk per kategori.

Kembali ke masalah wawancara. Karena salah perhitungan, saya terlambat cukup lama ke tempat wawancara diadakan. Akibatnya, saya tidak sempat mewawancara dua orang kandidat yang pertama dan hanya bisa mewawancarai lima orang kandidat lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul tidak berbeda dengan pertanyaan di berbagai wawancara beasiswa yang pernah ditampilkan di blog ini. Secara umum, pertanyaan tersebut berhubungan dengan:

  • Latar belakang peserta (pendidikan sebelumnya, pengalaman kerja, kegiatan waktu studi, dan berbagai aktivitas ekstra kurikuler).
  • Studi yang ingin diambil dan apa yang ingin dicapai.
  • Kenapa memilih negara tertentu untuk melakukan studi tersebut.
  • Kegiatan yang dilakukan yang berhubungan dengan pengembangan komunitas.
  • Pengalaman beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Mudah ditebak, pertanyaan – pertanyaan ini tujuannya untuk melihat motivasi dari peserta, dampak positif dari studi yang akan dilakukannya, kepedulian sosial kandidat, serta kemampuan peserta untuk hidup dalam lingkungan yang baru. Hal yang terakhir ini penting mengingat kuliah di negara lain, dalam lingkungan budaya dan bahasa yang asing, bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menyelesaikan pendidikannya. Saya kenal seseorang yang, sayangnya, setelah mendapatkan beasiswa, tidak berhasil menyelesaikan studinya. Dan salah satu alasannya adalah ketidakmampuannya untuk beradapatasi. Jadi tentu saja hal tersebut penting.

Wawancara dilakukan oleh lima orang dengan komposisi dua orang Indonesia dan tiga orang dari negara pemberi beasiswa. Saya pikir hasil wawancara cukup objektif, karena para pewawancara memberikan hasil yang hampir sama. Penilaian pewawancara yang satu tidak begitu berbeda dengan yang lainnya.

Wawancara berlangsung sekitar setengah jam untuk semua peserta. Jadi waktunya cukup singkat, sehingga semua orang yang diwawancara diminta untuk memberikan jawaban yang singkat tapi padat untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Ini saya kira bisa memberikan satu tekanan mental tersendiri buat peserta yang tidak siap. Tapi untuk peserta yang lebih siap, semua pertanyaan ini sebenarnya tidaklah susah untuk dijawab.

Di akhir proses wawancara, kami sempat berdiskusi tentang wawancara yang baru dilakukan. Semuanya setuju bahwa penting sekali seorang kandidat beasiswa untuk benar-benar mengetahui apa yang ingin dikerjakannya dalam studi nanti. Jadi para peserta bukan hanya diharapkan tahu universitas mana yang cocok untuk studi yang ingin dilakukannya, tapi juga mata kuliah apa yang diharapkan dapat memberinya pengetahuan yang diperlukannya. Hal ini dianggap critical oleh para pewawancara karena ini membantu pewawancara untuk dapat melihat dampak dari studi yang diharapkan bagi komunitas di sekitar penerima beasiswa tersebut.

Selain itu, tentu saja bukti keterlibatan si kandidat dalam berbagai kegiatan yang menyentuh masyarakat secara langsung mempunyai nilai yang tinggi. Bahkan, apabila komitmen yang diberikan si kandidat dalam hal yang berhubungan langsung dengan masyarakat itu sangat tinggi, ini bisa menjadi poin tambahan yang cukup baik.

Kemampuan komunikasi juga tentunya penting. Berikan jawaban langsung, jangan berbelit belit. Karena begitu Anda memberikan jawaban yang muter-muter, para pewawancara bisa menilai Anda tidak mengerti pertanyaan yang diberikan atau Anda tidak punya jawaban untuk pertanyaan tersebut. Jadi persiapkan diri Anda dengan baik.

Terakhir, biasakan pada waktu masuk ke ruangan wawancara, yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah berjabat tangan dengan semua pewawancara. Salah seorang kandidat, mungkin karena nervous, pada waktu masuk malah sibuk sendiri dengan dokumen-dokumennya. Padahal salah seorang pewawancara bule sudah menyodorkan tangannya. Malah bisa menambah nervous kalau yang begini terjadi.

Oh ya, satu hal yang penting diingat. Semua pewawancara yang hadir saat itu ingin Anda sukses. Sekali lagi saya bilang: mereka semua ingin Anda berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Karena itu, wawancara itu dilakukan dengan tujuan untuk menggali sedalam mungkin poin-poin yang telah disebutkan di atas. Para pewawancara tidak ingin membuat Anda nervous sehingga tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka atau salah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Justru sebaliknya, keberhasilan Andalah yang mereka inginkan. Pertanyaan – pertanyaan yang diajukan hanya untuk melihat kecocokan Anda untuk beasiswa tersebut dan bukan untuk menjatuhkan. Ingatlah ini selalu kalau suatu waktu Anda memasuki ruangan wawancara beasiswa.

OK, mungkin begitu dulu yang saya bisa bagikan dari pengalaman saya memberikan wawancara.
Seperti biasa, saya ingin mendapatkan komentar dari rekan-rekan semua. Silahkan tuliskan di kolom yang tersedia di bawah.

Monday, January 18, 2010

Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor




Ads by Value Media
Sumber:indosdm.com


Karakteristik dan raung lingkup kerja manager dan supervisor

Dalam penamaan / labeling jabatan di perusahaan sering terjadi kebingungan tentang apakah suatu jabatan itu sudah pantas dilabel dengan atau dimasukan ke level managerial ataupun masih dalam supervisory level. Akibatnya banyak jabatan yang di label sebagai jabatan “manager” tapi sebenarnya dari karakteristik pekerjaannya masih melaksanakan tugas-tugas berkarakteristik supervisory dan sebaliknya.

Baik manajer ataupun seorang supervisor adalah orang-orang yang bekerja melalui tangan-tangan orang lain. Meskipun dalam pencapaian tujuannya baik manager maupun supervisor mempunyai kesamaan dalam hal ruang lingkup kerjanya , yaitu: manajemen tugas/pekerjaan (task management), manajemen diri (self management), dan manajemen orang (people management), namun sebenarnya dua level jabatan tersebut dapat dibedakan dengan melihat berbagai karateristik dan ruang linkup tugas-tugas di kedua jabatan tersebut.

Di bawah ini terdapat table sederhana untuk dapat mengindentifikasi perbedaan karakteristik dan raung lingkup perkjaan manajer maupun supervisor:

Manajer Penyelia
Menetapkan tujuan-tujuan Mencapai tujuan-tujuan
Perencanaan Mengimplementasikan perencanaan
Tidak menjadwalkan pekerjaan orang lain. Memberi jadwal pekerja
Mengantisipasi masalah Menyelesaikan masalah yang terjadi.
Merencanakan penempatan posisi supervisor Memperkerjakan pekerja sesuai dengan kebutuhan.
Mengetahui seluruh bidang fungsional Mengetahui bidangnya masing-masing.
Tidak dapat menggantikan ketidakhadiran anggota staff. Dapat menggantikan ketidakhadiran
Mendelegasikan Pelatihan Melatih
Cukup banyak menggunakan waktu untuk koordinasi antar departemen. Lebih banyak menggunakan waktu utk koordinasi internal departemen.
Bertemu dengan orang-orang diluar organisasi. Jarang bertemu dengan orang-orang diluar organisasi.
Memiliki tugas-tugas seremonial, seperti berpidato, dan terlibat dalam acara kemasyarakatan Tidak memiliki kewajiban-kewajiban seremonial.

Uraian Jabatan Recruitment Staff

URAIAN JABATAN

Identitas Jabatan
Nama Jabatan : Recruitment Staff
Departemen : Human Resources
Atasan langsung : Recruitment Supervisor
Bawahan langsung : -

Tujuan Jabatan
Melakukan pelaksanaan proses perekrutan pegawai dan penempatannya diperusahaan, sehingga mendapatkan pegawai dangan keahlian, kemampuan & kompetensi yang tepat agar bisnis perusahaan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan.

Tanggung Jawab Utama
No
Uraian
Skala Waktu H/M/B/T
1

Mengumpulkan rencana permintaan karyawan setiap tahun dan membuat status data karyawan dan turnover setiap bulan dari masing-masing divisi.

T/B
2

Memasang iklan lowongan kerja, melakukan sortir lamaran, melakukan tes psikologi dan interview awal untuk mendapatkan calon karyawan yang sesuai.

T/B
3

Merekomendasikan kandidat berdasarkan hasil tes psikologi dan interview awal, serta mengatur jadwal interview lanjutan (user, hrd, presdir), agar proses rekrutmen dapat berjalan dengan baik sesuai rencana.

M/H
4

Menyiapkan semua dokumen administrasi dan dokumen fasilitas kantor (computer, tempat duduk, telepon, dll) yang dibutuhkan agar proses rekrutmen dapat berjalan dengan baik.

M/H
5

Menyiapkan perjanjian kerja dan kontrak kerja karyawan serta mengupdate masa berlakunya kontrak kerja

B/M
6

Menginput data karyawan ke SAP agar semua terdata dengan baik

B/M
H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan

Indikator
1.

Keakuratan data kebutuhan karyawan setiap departemen

2.

Jumlah kandidat dalam database

3.

Cycle time penyediaan karyawan

4.

Tingkat kelengkapan data


Dimensi
Keuangan
:
1.
Biaya Operasional
Non Keuangan
:
1.

Jumlah kandidat

2.

Jumlah rekrutmen per tahun


Spesifikasi Jabatan
Latar belakang pendidikan dan pengalaman
:
1.

S1 dengan program profesi psikologi

2.
Pengalaman 2 tahun di bidang recruitment
Keahlian dan pengetahuan
:
1.

Pengetahuan mengenai psikologi diagnostik

2.

Interview skill


Struktur Organisasi

Uraian Jabatan HRM

URAIAN JABATAN

Identitas Jabatan
Nama Jabatan : Human Resources Manager
Departemen : Human Resources
Atasan langsung : Director Human Resources
Bawahan langsung : Human Resources Supervisor(s)

Tujuan Jabatan
Merencanakan dan mengembangkan kebijakan dan sistem pengelolaan SDM, serta mengkoordinasikan dan mengontrol pelaksanaan fungsi manajemen SDM di seluruh perusahaan agar dapat menunjang dan meningkatkan kinerja SDM dalam mencapai target perusahaan.

Tanggung Jawab Utama
No
Uraian
Skala Waktu H/M/B/T
1

Menyusun strategi dan kebijakan pengelolaan SDM di perusahaan berdasarkan strategi jangka panjang dan jangka pendek yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku agar diperoleh SDM dengan kinerja, kapabilitas dan kompetensi yang sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

T/B
2

Menyusun rencana kerja dan anggaran bagiannya sesuai dengan strategi, kebijakan dan sistem SDM yang telah ditetapkan untuk memastikan tercapainya sasaran bagian SDM.

T
3

Mengkoordinasikan dan mengontrol pelaksanaan fungsi SDM di seluruh perusahaan untuk memastikan semuanya sesuai dengan strategi, kebijakan, sistem dan rencana kerja yang telah disusun.

B
4

Mengkoordinasikan dan mengontrol anggaran bagian SDM agar digunakan dengan efektif dan efisien sesuai dengan rencana kerja.

B
5

Mengarahkan, menganalisa dan mengelola praktek dan prosedur remunerasi untuk memastikan paket remunerasi yang ditetapkan perusahaan kompetitif, sejalan dengan praktek industri, sesuai kemampuan finansial perusahaan dan adil secara internal.

T/B
6

Mengkoordinasikan dan mengontrol penyusunan dan pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan, termasuk identifikasi kebutuhan pelatihan dan evaluasi pelatihan, untuk memastikan tercapainya target tingkat kemampuan dan kompetensi setiap karyawan.

T/B
7

Merencanakan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan perkembangan organisasi, serta mengkoordinasikan dan mengontrol pelaksanaan kegiatan rekrutmen dan seleksi untuk memastikan tersedianya tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan permintaan dan kualifikasi yang diinginkan dalam jangka waktu yang telah disepakati.

T/B
8

Menyusun sistem manajemen kinerja, serta mengkoordinasikan dan mengontrol pelaksanaan siklus manajemen kinerja, mulai dari perencanaan, pembimbingan, sampai dengan penilaian kinerja, untuk memastikan tercapainya target kinerja individu, unit, maupun perusahaan.

T
9

Mengelola dan mengontrol aktifitas administrasi kantor, kepersonaliaan, dan sistem informasi SDM untuk memastikan tersedianya dukungan yang optimal bagi kelancaran operasional perusahaan.

B
H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan

Indikator
1.
Strategi dan kebijakan SDM
2.
    Rencana kerja
3.
Anggaran
4.
Tingkat compliance
5.
Budget variance
6.
    Sistem remunerasi
7.
Tingkat daya saing remunerasi
8.
    Program pelatihan dan pengembangan
9.
    Jam pelatihan per orang
10.
Rasio pemenuhan kompetensi
11.
    Rencana tenaga kerja
12.
Jangka waktu proses rekrutmen
13.
Rasio penyediaan terhadap permintaan tenaga kerja
14.
    Sistem manajemen kinerja

Dimensi
Keuangan
:
1.
Biaya tenaga kerja


2.
Biaya operasional kantor dan umum




Non Keuangan
:
1.
Jumlah karyawan


2.
Jumlah bawahan

Spesifikasi Jabatan
Latar belakang pendidikan dan pengalaman
:
1.
    Pendidikan teknis minimum S-1 dalam bidang manajemen, hukum atau psikologi.


2.
    Pemahaman mengenai peraturan ketenagakerjaan di Indonesia


3.
    Kemampuan dalam bernegosiasi dan berkomunikasi


4.
    Pengalaman sekitar 5 - 8 tahun variabel dalam mengelola unit kerja SDM di industri keuangan, consumer goods, atau manufacturing.




Kompetensi
:
1.
Kepemimpinan.


2.
Integritas (dapat menjadi role model).


3.
Analytical thinking


4.
    Kerjasama


5.
    Pemahaman Interpersonal


6.
Pengembangan orang lain

Struktur Organisasi


Sumber : PortalHR.com

HRD, Personalia, dan Kepegawaian

Untuk dapat menjelaskan mengenai istilah HRD, Personalia, dan Kepegawaian, kita bisa melihat kepada fungsinya masing-masing.

HRD atau yang sering dipanjangkan menjadi Human Resources Department, bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Kami percaya bahwa pengelolaan dari sumber daya manusia yang ideal dalam organisasi memiliki 8 aspek/pilar; dimulai dari Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development), Compensation and Benefit (Compensation and Benefit), Manajemen Kinerja (Performance Management), Perencanaan Karir (Career Planning), Hubungan Karyawan (Employee Relations), Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS. Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan bisnis dalam organisasi.

Seleksi dan rekrutmen bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center.

Training dan development memiliki fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Menurut survey DDI mengenai Leadership Forecast 2005|2006, beberapa metode pengembangan yang populer saat ini adalah on-the-job training dan coaching disusul training.

Compensation and Benefit berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada kondisi pasar.

Penilaian kinerja merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan. Pilar performance management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga laras dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi. Saat ini kami melihat berbagai strategi/metode/sistem penilaian kinerja, namun kami percaya bahwa tanpa eksekusi yang efektif maka strategi/metode/sistem yang sudah disusun akan menjadi sia-sia. Strategi penilaian kinerja yang ideal menurut kami harus dapat menjawab perkalian berikut ini:

Strategic Business Focus x Cascading Accountabilities x High Quality Interactions x Ensured Sustainability = Strategy Realized

Career Planning bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki. Mengacu kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan ditentukan oleh kelompok kerja di mana masing-masing pegawai bekerja (vertical path), namun dengan mempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing, penyeberangan karir dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan (cross functhin career path) atau bahkan berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya (horizontal carreer path).

Employee Relation Management biasanya juga berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi.

Separation Management adalah fungsi yang mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena normal separation (pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dll), atau early retirement (pensiun sebelum masanya).

Personnel Administration yang biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.

Sumber: portalHr.com

Sunday, January 17, 2010

Nine Words Women Use

(1)Fine:This is the word women use to end an argument when they are right and you need to shut up.

(2)Five Minutes:If she is getting dressed, this means a half an hour. Five minutes is only five minutes if you have just been given five more minutes to watch the game before helping around the house.

(3)Nothing:This is the calm before the storm. This means something, and you should be on your toes. Arguments that begin with nothing usually end in fine.

(4)Go Ahead:This is a dare, not permission. Don't Do It!

(5)Loud Sigh:This is actually a word, but is a non-verbal statement often misunderstood by men. A loud sigh means she thinks you are an idiot and wonders why she is wasting her time standing here and arguing with you about nothing. (Refer back to # 3 for the meaning of nothing.)

(6)That's Okay:This is one of the most dangerous statements a woman can make to a man. That's okay means she wants to think long and hard before deciding how and when you will pay for your mistake..

(7)Thanks:A woman is thanking you, do not question, or faint. Just say you're welcome. (I want to add in a clause here - This is true, unless she says 'Thanks a lot' - that is PURE sarcasm and she is not thanking you at all. DO NOT say 'you're welcome' . that will bring on a 'whatever').

(8)Whatever: Is a woman's way of saying F*** YOU!

(9)Don't worry about it, I got it:Another dangerous statement, meaning this is something that a woman has told a man to do several times, but is now doing it herself. This will later result in a man asking 'What's wrong?' For the woman's response refer to # 3.

Sunday, January 10, 2010

Kwik Kian Gie

Terjajah ExxonMobil di Cepu


Oleh: Kwik Kian Gie

Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi -apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika berhadapan dengan orang-orang bule.

Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusaha an asing.

Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi kita sejak merdeka sampai sekarang? Istana Bung Karno dibanjiri para kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas. Putrinya, Megawati, bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada putrinya yang baru berumur 16 tahun, "Nanti kita kerjakan sendiri semuanya kalau kita sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri."

Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa sekarang hanya sekitar 8 persen? Lebih menyedihkan ialah keputusan pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok Cepu selama 20 tahun sampai 2030.

Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu melakukan eksplorasi tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalam sumur yang sama sebanyak 600 juta barel. Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang kontraknya sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota menolak. Yang satu menolak atas pertimbangan yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat prinsipil.

Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang berbangsa Indonesia. Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya, harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon pada 2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi formulasinya sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi minyaknya. Bahkan, harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap mempunyai kemungkinan berhasil. Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina berubah menjadi Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil keputusan yang bulat, keputusan beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada di tangan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Beliau tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang kabut. Exxon mengirimkan executive vice president-nya yang langsung mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan "pokoknya tidak".

Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental inlander.

Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka betapa Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar dari perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, sesuai kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, semua laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia sendiri. Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar menjadi perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, "Bukankah kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita sendiri dan menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?"

Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan hanya IQ. Apalagi, kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa mulai 2010 harus dieksploitasi oleh Indonesia sendiri.

Bung Karno juga berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan,
"Man does not live by bread alone." Dalam hal blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does not live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan Indonesia, karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon menjadi labanya Pertamina.

Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka panjang yang didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi oleh Pertamina sendiri. Mengapa? Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa Pertamina adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah komoditas yang tidak dapat diperbarui. Penduduk indonesia bertambah terus seiring dengan bertambahnya konsumsi.

Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu akan dijadikan apa?

Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang ada untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.

Menko Ekuin ketika itu memberikan dukungan sambil mengatakan, "Pak Baihaki, saya mendukung sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world class salary kepada anak buah Anda." Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala Bappenas dan ex officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih dilekati visi jangka panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur utama Pertamina ketika itu juga masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah sangat lemah, karena dikeroyok para anggota DKPP dan anggota direksi lain yang mental, moral, dan cara berpikirnya sudah kembali menjadi inlander.

Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah berpengalaman 13 tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang diperlukan buat Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, betapa inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.

Ada tekanan luar biasa besar dari pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini. Dubes AS ketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan kunjungan kehormatan kepada kepala Bappenas, karena protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes tersebut mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI meeting yang sikap, isinya pidato, dan nadanya bukan seorang inlander, janjinya dibatalkan.

Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia membuka pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang Exxon. Kepala Bappenas dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP mengatakan bahwa segala sesuatunya telah dikemukakan kepada executive vice president-ya Exxon, dan dipersilakan berbicara saja dengan beliau.

Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya, tetapi dia hanya melakukan tugasnya. "I am just doing my job". Kepala Bappenas mengatakan lagi, "Teruskan saja kepada pemerintah Anda di Washington semua argument penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun, termasuk semua akal sehat orang-orang Amerika pasti dapat diterima."

Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru, yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.

Saya terus berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, "Bung Karno yang saya cintai dan sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah bermeditasi di salah satu vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau para cecunguk ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau mengkhianati rakyatnya sendiri."

*) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas

25 Interested Things

Here are 25 interesting, yet useless facts you probably didn’t need to know.

  1. The sentence “The quick brown fox jumps over a lazy dog.” uses every letter of the alphabet! (see, told ya)
  2. When glass breaks, the cracks move faster than 3,000 miles per hour. To photograph the event, a camera must shoot at a millionth of a second!
  3. Most lipstick contains fish scales! (eww)
  4. A car uses 1.6 ounces of gas idling for one minute. Half an ounce is used to start the average automobile!
  5. Cat urine glows under a black-light! (that explains why I got caught)
  6. Every day 20 banks are robbed. The average take is $2,500!
  7. Ancient Egyptians slept on pillows made of stone!
  8. It takes glass one million years to decompose, which means it never wears out and can be recycled an infinite amount of times!
  9. The only 15 letter word that can be spelled without repeating a letter is “uncopyrightable” !
  10. The two-foot long bird called a Kea that lives in New Zealand likes to eat the strips of rubber around car windows!
  11. Over 2500 left handed people a year are killed from using products made for right handed people!
  12. It’s illegal to drink beer out of a bucket while you’re sitting on a curb in St. Louis!
  13. No piece of square dry paper can be folded more than 7 times in half!
  14. The Nobel Peace Prize medal depicts three naked men with their hands on each other’s shoulders! (gay?)
  15. A Boeing 747 airliner holds 57,285 gallons of fuel! (green?)
  16. One in every 4 Americans has appeared on television!
  17. If you counted 24 hours a day, it would take 31,688 years to reach one trillion!
  18. Until 1796, there was a state in the United States called Franklin. Today it’s known as Tennessee!
  19. The Earth weighs around 6,600,000,000, 000,000,000, 000 tons (5,940 billion billion metric tons)!
  20. It’s against the law to pawn your dentures in Las Vegas! (Trust me, I tried)
  21. Human thigh bones are stronger than concrete!
  22. The world’s termites outweigh the world’s humans 10 to 1!
  23. Hummingbirds can weigh less than a penny!
  24. The placement of a donkey’s eyes in its head enables it to see all four feet at all times! (and I can’t see my own feet)
  25. A hippo can open its mouth wide enough to fit a 4 foot tall child inside! (and I think I saw one eating at McDonald’s the other day)

What'd You Think?