<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822</id><updated>2011-11-14T03:41:02.725-08:00</updated><category term='pricing'/><category term='Pemimpin'/><category term='matahari'/><category term='entikong'/><category term='dosen'/><category term='connection'/><category term='metode'/><category term='einstein'/><category term='hutan'/><category term='menkeu'/><category term='Tes Kepribadian'/><category term='pray'/><category term='krisis'/><category term='stephen hawking'/><category term='understanding'/><category term='Jerman'/><category term='politik'/><category term='waralaba'/><category term='IMF'/><category term='location'/><category term='tropis'/><category term='singkawang'/><category term='eat'/><category term='lucky'/><category term='moneter'/><category term='visioner'/><category term='sri mulyani'/><category term='keuangan'/><category term='teknologi'/><category term='smart money'/><category term='mikro'/><category term='Smart People'/><category term='high tech'/><category term='kesadaran'/><category term='awan'/><category term='Hermawan'/><category term='astronomi'/><category term='ilmu'/><category term='buih'/><category term='HP'/><category term='knowledge'/><category term='World Bank'/><category term='fiskal'/><category term='komputer'/><category term='PEMILU'/><category term='partai'/><category term='batubara'/><category term='efervesen'/><category term='game'/><category term='makro'/><category term='cell'/><category term='UK'/><category term='gelar'/><category term='Habibie'/><category term='transfer'/><category term='proses pembuatan uang Rupiah'/><category term='fisika'/><category term='brunei'/><category term='belajar'/><category term='teknologi nano'/><category term='twitter'/><category term='dollar'/><category term='Sifat-sifat'/><category term='energi'/><category term='microsoft'/><category term='marketing'/><category term='eksploitasi'/><category term='ekonomi'/><category term='bola'/><category term='BLACK HOLE'/><category term='gas CO2'/><category term='love'/><title type='text'>Cystine</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>415</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-5193131859924511269</id><published>2011-11-14T03:40:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T03:41:02.770-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1 class="headline_artikel" style="text-align: center;font: normal normal bold 30px/normal Arial, Helvetica, sans-serif; letter-spacing: -1px; margin-bottom: 20px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; "&gt;Long-term Memory: Kunci Mengingat &amp;amp; Belajar Lebih Mudah&lt;/h1&gt;&lt;span class="left sub_text_artikel" style="float: left; font: normal normal normal 11px/normal Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 16px; color: rgb(119, 119, 119); margin-bottom: 5px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; text-align: -webkit-auto; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="isi_artikel" style="font: normal normal normal 14px/normal Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 18px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; text-align: -webkit-auto; "&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" style="border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); text-align: center; background-color: rgb(243, 243, 243); padding-top: 4px; margin-top: 10px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; border-top-left-radius: 3px 3px; border-top-right-radius: 3px 3px; border-bottom-right-radius: 3px 3px; border-bottom-left-radius: 3px 3px; float: left; width: 234px; "&gt;&lt;img class="  " title="Image diambil dari http://ahsmail.uwaterloo.ca" src="http://ahsmail.uwaterloo.ca/kin356/ltm/images/diencephalon.jpg" alt="image for Long-term memory taken from http://ahsmail.uwaterloo.ca" width="224" height="246" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-color: initial; " /&gt;&lt;p class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding-top: 0px; padding-right: 4px; padding-bottom: 5px; padding-left: 4px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;Image diambil dari http://ahsmail.uwaterloo.ca&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat mempelajari hal yang sama, mengapa seseorang lebih mudah memahami dibandingkan orang lain? Mengapa seorang anak mudah mempelajari hal tertentu, sementara anak yang lain susah mempelajarinya? Tulisan ini tentang &lt;strong&gt;Bagaimana Belajar &amp;amp; Mengajar sesuatu secara Efektif &lt;/strong&gt;diinspirasi dari penelitian-penelitian yang ditayangkan ABC Australia pagi dini hari tadi (14/11/2011). Tentang hasil-hasil penelitian bagaimana agar kita dapat mengingat sesuatu lebih lama, mengerti sesuatu dengan lebih jelas, dan membuat orang lain mengingat dan mengerti sesuatu dengan lebih baik pula.Tentang pentingnya ‘memasukkan’ informasi bukan hanya ke ‘kamar’ &lt;em&gt;short-term memory&lt;/em&gt; tetapi juga terus ke ‘kamar’ &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt;. Pengetahuan ini sangat penting untuk tiap individu saat mempelajari sesuatu, untuk orangtua saat mengajari anaknya dan juga untuk pengajar saat mengajar peserta didiknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;Apa itu &lt;em&gt;short-term memory&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt;?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Sebelumnya, mari mengerti dahulu apa itu “&lt;em&gt;Short-term memory&lt;/em&gt;” dan “&lt;em&gt;Long-term memory&lt;/em&gt;” menurut MedicineNet.com&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Short-term memory:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal; "&gt; adalah sebuah sistem di otak kita yang berfungsi untuk menyimpan sementara informasi dan memproses informasi yang diperlukan saat kita berpikir (seperti saat kita mencoba menseleksi atau mengelompokkan informasi yang kita terima, saat kita mencoba mengerti hal baru, melogika sesuatu, menganalisis hubungan sebab-akibat, mencari alasan atau argumentasi). Sebagai contoh, saat seseorang menyebutkan sejumlah bilangan secara acak kepada kita dengan kecepatan tertentu (misal 1 detik satu bilangan), dan selanjutnya kita diminta mengingat dan menyebutkan kembali bilangan-bilangan tersebut secara urut berdasarkan besar bilangan. Rata-rata kapasitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; "&gt;short-term memory&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal; "&gt;untuk orang normal dewasa sebanyak 5 hingga 7 item.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Long-term memory&lt;/em&gt;: &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; "&gt;adalah sebuah sistem di otak kita yang berfungsi untuk menyimpan secara permanen, mengatur, dan memanggil kembali informasi-informasi diwaktu berikutnya. Seringkali informasi yang disimpan di &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt; akan dapat kita ingat sepanjang hidup.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Jika diibaratkan dengan komponen komputer, &lt;em&gt;short-term memory&lt;/em&gt; mirip dengan RAM (&lt;em&gt;Random Access Memory&lt;/em&gt;) yakni tempat penyimpanan data sementara sebelum diproses di CPU (&lt;em&gt;Central Processing Unit&lt;/em&gt;),&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;data yang tersimpan di RAM akan terhapus atau hilang tertulis ulang dengan data-data berikutnya; sedangkan &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt; mirip dengan hard-disk yakni tempat penyimpanan permanen data. Seperti halnya otak, apapun yang di-inputkan ke sebuah komputer akan masuk dan diproses di RAM (&lt;em&gt;short-term memory&lt;/em&gt;) tetapi tidak semua input atau hasil pengolahan akan disimpan di hard-disk (&lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;em&gt;Short-term memory&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt; juga dapat dianalogikan seperti dua buah kamar dengan lorong sempit penghubung antar kedua ruangan. Hampir semua informasi yang kita terima akan masuk dan mampir ke ‘kamar’ &lt;em&gt;short-term memory&lt;/em&gt; kita untuk diproses, namun apakah hasil pemrosesan akan disimpan di ‘kamar’ &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt; membutuhkan usaha lebih dari otak kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Hasil-hasil penelitian meyakini bahwa kemampuan seseorang menyelesaikan permasalahan erat kaitannya dengan banyaknya informasi yang dia miliki dan mampu dia ‘panggil’ dari &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt;dia. Sebagai contoh, seorang grand-master catur mudah mengalahkan berbagai lawan caturnya karena beratus-ratus bahkan mungkin beribu-ribu kombinasi posisi catur yang telah tersimpan di &lt;em&gt;long-term memory &lt;/em&gt;dia yang otomatis akan ’terpanggil’ saat berpikir menyelesaikan masalah. Contoh lain yang diangkat dalam penelitian adalah seorang sopir yang telah berpengalaman puluhan tahun akan dengan santai dan mudah melakukan banyak hal selagi menyopir kendaraan, seperti menghidupkan radio, mengganti saluran radio, bercakap-cakap dengan penumpang, bahkan sambil menentukan arah kendaraan. Semua informasi tentang teknik menyetir, arah jalan, dan masalah-masalah di jalan telah tersimpan di &lt;em&gt;long-term memory &lt;/em&gt;dia dan otomatis akan terpanggil manakala menyetir. Hal yang sama tidak dijumpai pada seseorang yang baru saja belajar menyetir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;strong&gt;Aplikasinya Saat Belajar dan Mengajar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Mengajarkan sesuatu yang baru kepada orang lain diyakini bukan hanya fenomena ‘memasukkan &amp;amp; meletakkan’ informasi baru di otak seseorang. Terlalu banyak memberikan informasi baru kepada seseorang, disampaikan dengan istilah-istilah baru, apalagi dalam konteks yang baru bagi si penerima ibaratnya seperti meletakkan begitu banyak bola di ‘kamar’ &lt;em&gt;short-term&lt;/em&gt; memory hingga bola-bola informasi itu macet (&lt;em&gt;stuck&lt;/em&gt;) tidak mampu dipilih, diseleksi, diproses, apalagi diteruskan ke ‘kamar’ &lt;em&gt;long-term&lt;/em&gt; memory.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Mekanisme otak dalam meneruskan sebuah informasi dari s&lt;em&gt;hort-term memory&lt;/em&gt; ke &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt;adalah dengan memahami informasi tersebut berdasarkan pemahaman sebelumnya, pengalaman sebelumnya, konteks yang pernah dialami dan dipahami sebelumnya, dan berdasarkan informasi-informasi yang telah tersimpan di &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt; sebelumnya. Memahami informasi dan menyimpannya dalam &lt;em&gt;long-term memory &lt;/em&gt;adalah proses mengkoneksikan informasi baru dengan informasi-informasi yang telah dipahaminya sebelumnya, menandainya, memberikan konteks terhadap informasi baru tersebut. ‘Bola’ informasi baru yang masuk ke ‘kamar’ &lt;em&gt;short-term memory &lt;/em&gt;tadi seakan dicari sambungannya dengan ‘bola-bola’ informasi lainnya yang telah ada di ‘kamar’ &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt;, kemudian diikat satu sama lain, ditandai, ditarik dari ‘kamar’ &lt;em&gt;short-term memory &lt;/em&gt;dan disimpan ke ‘kamar’&lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Kesalahan yang banyak dilakukan seorang pengajar saat mengajari hal baru kepada peserta didiknya adalah terus menghujani peserta didik dengan terlalu banyak informasi dalam satu waktu, menyampaikannya dalam konteks yang tidak dipahami peserta didik (umumnya hanya berdasar konteks yang disampaikan pengarang buku atau yang dipahami pengajar), bahkan dengan istilah atau kata-kata yang hanya dipahami pengajar. Jangankan tersimpan di &lt;em&gt;long-term memory &lt;/em&gt;peserta didik, terproses saja seringkali tidak. Kebanyakan informasi-informasi “aneh” itu hanya akan mampir lewat di &lt;em&gt;short-term memory&lt;/em&gt; kemudian langsung hilang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Semestinya informasi baru diberikan berdasarkan konteks dan pemahaman yang sudah dimiliki oleh peserta didik. Padahal di Indonesia biasanya ada banyak peserta didik dalam satu kelas dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbeda-beda. Dalam hal ini, pengajar disarankan untuk membatasi jumlah informasi baru yang disampaikan dalam satu waktu dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami informasi atau konsep-konsep baru yang diterimanya dengan bahasa, konteks, dan pengalaman yang mereka pahami. Sebagai contoh, suatu ketika saya harus menjelaskan tentang konsep mem-&lt;em&gt;format &lt;/em&gt;data hard disk komputer di hadapan anak-anak petani. Ya terpaksa saya harus menganalogikan mem-&lt;em&gt;format &lt;/em&gt;hard disk dengan aktifitas membajak sawah, membagi petak-petak sawah, dan baru menanam padi sebagai analogi datanya. Diskusi aktif yang melibatkan semua peserta didik adalah strategi paling pas untuk mengimplementasikannya. Pengajar harus secara aktif memotivasi setiap peserta didik untuk menyampaikan kembali informasi yang dipahaminya dengan pemahaman dan bahasa mereka sendiri. Pengajar memiliki tanggung jawab untuk mengevaluasi atau mengoreksi apabila pemahaman itu salah atau berbeda jauh dengan konsep yang dimaksudkan. Selain itu belajar dengan langsung melakukan (&lt;em&gt;learning by doing&lt;/em&gt;) juga merupakan salah satu metode efektif untuk mengendapkan langsung pemahaman peserta didik ke konteks dan wujud fisik obyek yang dipelajari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Sama dengan saat kita ingin mengajari anak kita. Saat mengajarkan sesuatu hal yang baru kepada anak, jelaskanlah dengan contoh atau langsung dengan objek yang kita terangkan dan mempraktekkannya. Anak harus diberikan kesempatan bertanya sebanyak mungkin dan dimotivasi untuk menerangkan kembali apa yang sudah dia pahami dengan bahasa mereka. Itu mengapa memberikan pengalaman positif  sebanyak mungkin kepada anak sejak dini juga akan memudahkan ia mempelajari sesuatu terkait pengalamannya itu dikemudian hari. Misalnya, saya memberikan kebebasan kepada anak saya Mulia (8 tahun) untuk melihat, menyentuh, membongkar dan memasang sendiri komponen-komponen komputernya (tentu dengan saya awasi dengan pertimbangan keselamatan kesetrum:). Saya percaya semua detail yang ia lihat dan alami hari ini akan secara otomatis ter’panggil’ saat ia mempelajari teknologi komputer secara formal suatu hari nanti. Pada saat itu orang lain akan melihat Mulia sebagai anak yang ‘cerdas’ karena cepat belajar komputer, padahal ia ‘hanya’ memanggil dan mengaitkan pengetahuan barunya dengan informasi-informasi di &lt;em&gt;long-term&lt;/em&gt; memory dia. Oleh karena itu, saat mempelajari hal yang baru, ajak anak kita mengingat kembali objek-objek, pengetahuan, pengalaman terkait yang sudah dimiliki sebelumnya dan kaitkan dengan pembelajaran hal baru tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Dengan demikian, setiap anak dan peserta didik, termasuk diri kita, akan lebih mudah dan lebih cepat memahami sesuatu. Lebih dari itu, akan mampu mengingatnya dalam waktu yang jauh lebih lama dan memanggilnya kembali saat menyelesaikan masalah dikemudian hari, karena sebanyak mungkin informasi telah kita simpan di &lt;em&gt;long-term memory&lt;/em&gt; kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;Sumber: Tony D Susanto -&lt;a href="http://motivasibeasiswa.org/" style="color: rgb(17, 112, 160); text-decoration: none; "&gt; http://motivasibeasiswa.org&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-5193131859924511269?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/5193131859924511269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=5193131859924511269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/5193131859924511269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/5193131859924511269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/11/long-term-memory-kunci-mengingat.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-3893044650224663243</id><published>2011-06-18T09:52:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T09:55:47.229-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; Bai Fang Li, Tukang Becak Penyumbang Ratusan Juta untuk Yatim Piatu &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header"&gt; &lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-2057836905498752503"&gt; &lt;div class="post-title" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana,Arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 17px;"&gt;&lt;h1 style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 2.4em; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: -0.02em; line-height: 33px; "&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-text" style="overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Verdana, Arial, sans-serif; line-height: 17px; "&gt;&lt;div style="font-size: 12px; text-align: center; "&gt;&lt;img alt="http://www.samaggi-phala.or.id/images/naskah_damma/bai.jpg" src="http://www.samaggi-phala.or.id/images/naskah_damma/bai.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large; "&gt;Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;img alt="" src="http://i1177.photobucket.com/albums/x356/namasayameidy/0-00000000bfl2.jpg" border="1" width="300" height="406" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large; "&gt;Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan yang ia makan lebih banyak didapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 12px; text-align: center; "&gt;&lt;img alt="" src="http://i1177.photobucket.com/albums/x356/namasayameidy/0-00000000bfl.jpg" border="0" width="300" height="305" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large; "&gt;Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 16pt; font-weight: normal; line-height: 27px; "&gt;Kejadian yang Mulai Merubah Pandangan Hidupnya&lt;/h2&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.&lt;/span&gt;&lt;div style="font-size: 12px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ditanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2 style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 16pt; font-weight: normal; line-height: 27px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dalam Memberi, Bai Fang Li Tak Pernah Menuntut Apapun&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="font-size: 12px; text-align: center; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;img alt="" src="http://i1177.photobucket.com/albums/x356/namasayameidy/0-00000000bfl33.jpg" border="0" width="300" height="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large; "&gt;Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-size: 12px; text-align: center; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;img alt="" src="http://i1177.photobucket.com/albums/x356/namasayameidy/0-00000000bfl3.jpg" border="0" width="300" height="235" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large; "&gt;Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang sangat tinggi kepada nasib orang lain yang lebih kurang beruntung dari dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-3893044650224663243?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/3893044650224663243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=3893044650224663243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3893044650224663243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3893044650224663243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/06/bai-fang-li-tukang-becak-penyumbang.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-4581361787689966306</id><published>2011-04-29T08:21:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T08:23:52.537-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, helvetica, clean, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;h1 id="yn-title" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 14px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 28px; font-weight: normal; line-height: 33px; font-family: georgia, times, serif; "&gt;Britain celebrates monarchy as Kate, William wed&lt;/h1&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://news.yahoo.com/nphotos/Prince-William-marry-Kate-Middleton/ss/events/royals/031802royalfamily;_ylt=AoVmIYkCQqQoCIEaOoFAgFwTEtl_;_ylu=X3oDMTEwcnEwM2g5BHBvcwMyNQRzZWMDeW5fZmVhdHVyZWQEc2xrA2ltYWdl" style="color: rgb(0, 88, 166); text-decoration: none; "&gt;&lt;img src="http://l.yimg.com/a/p/us/news/editorial/e/d8/ed82e3262250cace438fea25ec2269ef.jpeg" style="border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-style: initial; border-color: initial; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-left-color: rgb(221, 221, 221); " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;cite id="captionCite" style="font-style: inherit; font-weight: inherit; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 10px; color: rgb(119, 119, 119); "&gt;AP/Matt Dunham&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;&lt;cite class="byline" align="left" style="font-style: inherit; font-weight: inherit; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(119, 119, 119); margin-bottom: 7px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Britain's Prince William, right, kisses his wife, Kate, the Duchess of Cambridge, from the balcony of Buckingham Palace.&lt;/div&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;cite class="byline" align="left" style="font-style: inherit; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(119, 119, 119); margin-bottom: 7px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, helvetica, clean, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;LONDON – With a smile that lit up TV screens around the world, Kate Middleton married Prince William in a union that promised to revitalize the British monarchy. A million people roared their approval as the royal couple then paraded through London in an open carriage.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Even knowing that an immense television audience was turning in to watch, the couple managed, at times, to appear in their own private world Friday, both at Westminster Abbey and on the balcony of Buckingham Palace.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;William whispered to Kate, who radiated contentment and joy, as they pledged their lives to one another at the church with the simple words "I will."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;After a ceremonial tour around London, they then delivered two — not one — sweet, slightly self-conscious kisses on the balcony, with William blushing deeply at the highly anticipated event. Within moments, a flyby of vintage and modern Royal Air Force planes roared overhead.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;For much of the world, the wedding was a dramatic introduction to Middleton's beguiling star power. Despite the pressure, the 29-year-old carried the day with an easy smile, youthful exuberance and a sense of decorum that matched the event.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;After the ceremony, Middleton curtsied easily before her new grandmother, Queen Elizabeth II, comfortably sharing the stage with the woman who has reigned since 1952. For many Britons, it was the first time since the queen's youth that they have seen such a composed, beautiful royal bride.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The sighting of Middleton's wedding gown — the biggest secret of the day — prompted swoons of admiration as she stepped out of a Rolls-Royce with her father at the abbey. Against all odds, the sun broke through steely gray skies at precisely that moment.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Her ivory-and-white satin dress — with its plunging neckline, long lacy shoulders and sleeves and a train over 2-meters (yards) long — was designed by Sarah Burton at Alexander McQueen. Middleton's hair was half-up, half-down, decorated with dramatic veil and a tiara on loan from the queen. Her dramatic diamond earrings were a gift from her parents.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;"It's a dream," said Jennie Bond, a leading British monarchy expert and royal wedding consultant for The Associated Press. "It is a beautiful laced soft look, which is extremely elegant. She looked stunning."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The structured dress, which emphasized Middleton's slim figure, reminded some of the wedding dress worn by a princess from another era, the late Grace Kelly of Monaco.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;William, second-in-line to the throne after his father, Prince Charles, wore the scarlet tunic of an Irish Guards officer, reinforcing his new image as a dedicated military man.&lt;/p&gt;&lt;div align="center" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; "&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; width: 399px; text-align: right; font-weight: inherit; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://news.yahoo.com/nphotos/Kate-Middleton-wedding-dress/ss/events/royals/042911katedress;_ylt=Aq.zFZw.d5UgVKEjnXvsm1YTEtl_;_ylu=X3oDMTEwaWZ1YWs0BHBvcwMyNARzZWMDeW5fZmVhdHVyZWQEc2xrA2ltYWdl" style="color: rgb(0, 88, 166); text-decoration: none; "&gt;&lt;img src="http://d.yimg.com/a/p/ap/20110429/capt.b88cb7d5081b43cba1ceb58aa78ddde6-b88cb7d5081b43cba1ceb58aa78ddde6-0.jpg?x=400&amp;amp;y=285&amp;amp;q=85&amp;amp;sig=YTS5V3zRDKR.bfq9oN1mgw--" width="399" height="285" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;cite id="captionCite" style="font-style: inherit; font-weight: inherit; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 10px; color: rgb(119, 119, 119); "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AP/PA, Gareth Fuller&lt;/div&gt;&lt;/cite&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The couple's first royal wedding present came from the queen: the royal titles of the duke and duchess of Cambridge.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;A flood of well-wishers — as well as some protesters — packed central London, especially around Buckingham Palace, Westminster Abbey and other landmarks beginning at dawn, despite cool temperatures and the threat of rain. Cheers erupted as huge television screens began broadcasting at Trafalgar Square and Hyde Park.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;"Will, it's not too late!" read one sign held aloft by an admirer dressed as a bride.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The Metropolitan Police estimated the crowd peaked at one million along the route, with around 500,000 people in and around The Mall trying to catch a glimpse of the couple's kiss.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Maid of honor Pippa Middleton wore a simple column dress and naturally styled hair, while best man Prince Harry was dressed in formal military attire. The flower girls, in cream dresses with full skirts and flowers in their hair, walked down hand-in-hand with Pippa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The iconic abbey was airy and calm, the long aisle leading to the altar lined with maple and hornbeam trees as light streamed in through the high arched windows. The soft green trees framed the couple against the red carpet as they walked down the aisle, having recited their vows without stumbling before Archbishop of Canterbury Rowan Williams.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The royal couple smiled broadly as they were driven to Buckingham Palace in the open-topped State Landau, a carriage built in 1902, escorted by four white horses and followed by scarlet-clad troops on horseback.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Later in the afternoon, William and Middleton delighted the crowds outside of Buckingham Palace by going out for a spin in a dark-blue Aston Martin "Volante" festooned with ribbons, bows and balloons and bearing the ceremonial license plate "JU5T WED."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;It drove down London's Mall for a couple minutes before pulling in to Clarence House, drawing cheers from the lingering crowd.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The Aston Martin has been owned since 1969 by Prince Charles, an ardent environmentalist who had the car converted so that it could run on bioethanol made from the waste matter generated by English wine production.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;It was accompanied by a search-and-rescue helicopter in a special flyby. William is a serving search-and-rescue pilot on the island of Anglesey in Wales.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The palace was holding two parties, one hosted by the queen for 650 guests, and an evening dinner dance for 300 close friends. The queen and her husband have promised to go away for the evening, leaving the younger royals free to party the night away_ and Harry to make his best man's speech away from his grandparents' ears.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;British singer Ellie Goulding, 24, is reportedly going to perform, and rumors have it that Harry has even planned a breakfast for those with the stamina to dance all night.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Plumage of Amazonian variety filled the cavernous abbey as some 1,900 guests filed in, the vast majority of women in hats, some a full two feet (half a meter) across or high. Several looked like dinner plates, and one woman wore a bright red fascinator that resembled a flame licking her cheek. A BBC commentator noted there were some "very odd (fashion) choices" walking through the abbey door.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Most men, however, looked elegant and suave in long tails, some highlighted by formal plaid pants and vests. Others wore military uniforms.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The queen, of course, wore a soft yellow hat and coat dress, just like the bookies had predicted.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;All the details — the wedding dress, her hair, their titles, the romantic kiss on the balcony, the honeymoon — were finally being answered. But the biggest question won't be resolved for years: Will this royal couple live happily ever after?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Will their union endure like that of William's grandparents — Queen Elizabeth II and Prince Philip, now in its 64th year — or crumble in a spectacular and mortifying fashion like that of his own parents, Prince Charles and Princess Diana?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Recent history augurs badly: The first marriages of three of the queen's four children ended in divorce. But William and Kate seem to glow with happiness in each other's company, and unlike Charles and Diana they've had eight years to figure out that they want to be together.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Still, the fate of their marriage depends on private matters impossible for the public to gauge, since any wedding is fundamentally about two people. Will their lives together, starting with such high hopes, be blessed by good fortune, children, good health, productive work?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Much will depend on whether 28-year-old William and 29-year-old Kate can summon the things every couple needs: patience, love, wit and wisdom. But they face the twin burdens of fame and scrutiny. Money, power, beauty — it can all go wrong if not carefully nurtured.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;These are the thorny issues upon which the fate of the monarchy rests, as the remarkable queen, now 85, inevitably ages and declines.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Hundreds of street parties were under way as Britons celebrated the heritage that makes them unique — and overseas visitors came to witness those traditions.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Brenda Hunt-Stevenson, a 56-year-old retired teacher from Newfoundland, Canada, said there was only one thing on her mind. "I want to see that kiss on that balcony. That's going to clinch it for me. I don't care what Kate wears. She is beautiful anyway."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The celebration was British to the core, from the freshly polished horse-drawn carriages to the sausages and lager served at street parties. Some pubs opened early in the morning, offering beer and English breakfasts — sausages, beans, toast, fried eggs and bacon.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Police said they had arrested 43 people for offenses including drunkenness, breach of peace, and theft.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The festivities reflected Britons' continuing fascination with the royal family, which despite its foibles remains a powerful symbol of unity and pride.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;"It's very exciting," Prime Minister David Cameron said. "I went on to the mall last night and met some people sleeping on the streets. There's a sense of excitement that you can't really put a word to ... it's a chance to celebrate."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Others disagreed.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;John Deery, 45, from west London, described the royal family as "unjustifiable" in the modern day and age.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;"What I want is a democratic alternative to the monarchy," he said.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;A number of famous people were left off the guest list, including President Barack Obama and Britain's last two prime ministers, Tony Blair and Gordon Brown of the Labour Party, which is not as strong a backer of the monarchy as the governing Conservatives. Some critics call that a snub which could resonate for years among Labour voters.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;The royals fervently hope that a joyous union for William and Kate will erase the squalid memories of his parents' embarrassing confessions of adultery as their marriage tumbled toward divorce.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;And there is no small irony in the sight of Americans waking up before dawn (on the East Coast) or staying up all night (West Coast) after their fellow countrymen fought so fiercely centuries ago to throw off the yoke of the British monarchy and proclaim a country in which all men are created equal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;Brenda Mordic, 61, from Columbus, Georgia, clutched a Union Jack with her friend Annette Adams, 66.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1em; padding-left: 0px; line-height: 18px; font-weight: inherit; "&gt;"We came for the excitement of everything," Mordic said. "We watched William grow up. I came for Prince Charles' wedding to Diana and I came for Princess Diana's funeral. We love royalty England and London."&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;cite class="byline" align="left" style="font-style: inherit; font-weight: inherit; font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(119, 119, 119); margin-bottom: 7px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-4581361787689966306?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/4581361787689966306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=4581361787689966306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4581361787689966306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4581361787689966306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/04/britain-celebrates-monarchy-as-kate.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-4051622030311720755</id><published>2011-01-16T07:15:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T07:24:07.022-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;font-size: 1.3em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 15px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Anak Cerdas Istimewa di Indonesia Dibajak Singapura, Malaysia, Korea dan Amerika Serikat&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Indonesia memiliki sekitar 1,3 juta anak usia sekolah yang berpotensi Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) atau kerap disebut ‘gifted-talented’. Sayangnya, baru 9.500 (0,7%) anak yang sudah mendapat layanan khusus dalam bentuk program akselerasi/ percepatan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;“Masih sangat banyak siswa CIBI belum memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka,”&lt;/em&gt; kata Sekjen Asosiasi Penyelenggara, Pengembang, dan Pendukung Pendidikan Khusus untuk Siswa Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa (Asosiasi CIBI) Nasional, Amril Muhammad di Jakarta, Selasa (14/12/2010).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Amril menambahkan seharusnya CIBI perlu mendapatkan akselerasi. Ada dua macam akselerasi yang dapat dilakukan, yaitu akselerasi kontens base dan grade base. Disebut akselerasi kontens jika siswa mampu menguasai bidang ilmu dengan baik. Sementara itu, akselerasi grade jenjang sekolah seperti siswa yang seharusnya sekolah tiga tahun, bisa dipersingkan menjadi dua tahun.&lt;em&gt;“Mereka memiliki kecepatan menyerap lebih dari teman sebayanya,” &lt;/em&gt;papar Amir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Perhatian khusus tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi, tetapi semata-mata untuk memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Untuk program akselerasi misalnya, ini mencakup grade dan konten. Berdasarkan data tahun 2009, dari 260.471 sekolah, baru 311 sekolah yang memiliki program layanan khusus bagi anak CIBI.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Ia menyebutkan bahwa sejumlah ciri anak &lt;em&gt;‘gifted-talented’&lt;/em&gt; dapat dikenali antara lain dari kecerdasan intelektualnya yang very superior. Seperti, skor IQ (Intelligence Quotient) 130 ke atas, dengan menggunakan skala Wechsler.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Saat ini ada 311 sekolah yang menyelenggarakan CIBI, di seluruh Indonesia dari 22 provinsi, baik sekolah negeri maupun swasta, serta 10 madrasah, dan yang terbanyak di Provinsi Jawa Timur.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;strong&gt;Siswa Pintar Dibajak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Siswa CIBI biasanya diambil oleh perguruan tinggi dari negara luar, seperti dari Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat. Sekarang Korea Selatan juga mulai agresif. &lt;em&gt;“Ada sekitar 300 orang lebih bibit unggul kita yang diambil oleh negara luar, karena mereka mampu memberikan iming-iming kesejahteraan melebihi dari kita,”&lt;/em&gt; kata Amir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Amril menyebutkan bibit unggul yang diambil itu terutama berada di kota besar seperti Malang, Semarang, Jakarta, Bandung, dan Makassar. Bahkan di Singapura, mereka ditawari bekerja sampai usia 55 tahun, sehingga usia produktifnya habis baru dikembalikan ke Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;“Nah andaikan kita bisa melakukan yang terbaik untuk mereka, dipastikan Indonesia akan berkembang,”&lt;/em&gt; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Menurut dia anak pintar dan cerdas ini mendapat beasiswa dari negara asing, terutama jalurnya melalui jalur olimpiade-olimpiade. &lt;em&gt;“Jadi kalau ada lomba olimpiade di luar negeri, kamar anak Indonesia dihampiri oleh agen-agen asing tersebut, untuk ditawari fasilitas dan segala macamnya,”&lt;/em&gt; terang Amir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sementara itu, perguruan tinggi di dalam negeri tidak melakukan pendekatan itu. Untuk menjawab permasalahan pembajakan tersebut perlu seluruh pemangku kebijakan melakukan program yang komprehensif bagi anak-anak berbebutuhan khusus ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/12/15/152534-ada-13-juta-anak-cerdas-istimewa-di-indonesia" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;Republika&lt;/a&gt;, Rabu, 15 Desember 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 style="text-align: center;font-size: 1.3em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 15px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Jenius Muda Indonesia yang “Dirawat” Singapura&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Menjadi jawara Olimpiade Fisika di tingkat Asia rupanya tak otomatis bisa menikmati beasiswa untuk kuliah di perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Pengalaman getir pada tahun lalu itu dialami Hendra Kwee, 30 tahun. Sebagai pembina di Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), ia bermaksud membantu anak asuhannya agar bisa mendapatkan beasiswa di Institut Teknologi Bandung.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Namun Hendra hanya bisa terbengong-bengong ketika seorang pejabat Kementerian Pendidikan Nasional meminta agar si pelajar itu kuliah dulu, baru kemudian mengajukan beasiswa.&lt;em&gt;“Kemampuan anak-anak jenius ini sungguh tak dihargai,”&lt;/em&gt; kata doktor fisika dari College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat, di kantor Yayasan TOFI pada 19 Mei 2010.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Ia tak habis mengerti, seorang peraih medali emas kompetisi pelajar tingkat Asia, yang sudah mengharumkan nama negara, harus berjuang sendiri untuk bisa kuliah di dalam negeri. Padahal universitas luar negeri mana pun, Hendra melanjutkan, akan menjamin seluruh biaya sejak murid itu mendaftar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Apesnya lagi, penerima beasiswa di Tanah Air tak serta-merta bisa tenang. Ia ingat betul saat kuliah di ITB, 13 tahun lalu. “&lt;em&gt;Teman saya yang menerima beasiswa harus berutang kanan-kiri karena pencairannya molor lima bulan,&lt;/em&gt;” katanya. Karena itu pula, Hendra ogah mengurus beasiswa untuk dirinya sendiri. Padahal ia adalah jawara olimpiade fisika pada 1996.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Entah berkaca pada pengalaman Hendra atau bukan, Winson Tanputraman, 17 tahun, pun lebih memilih kuliah di National University of Singapore (NUS) mulai Juni nanti. &lt;em&gt;“Kampus itu menerima permohonan beasiswa saya,” &lt;/em&gt;kata peraih medali emas Olimpiade Fisika tingkat Asia di Thailand, 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Iming-iming dari Negeri Singa itu memang lebih menggoda. &lt;em&gt;“Semua biaya kuliah dan hidup saya ditanggung mereka,”&lt;/em&gt; ujar bekas murid SMAK 1 Penabur Jakarta Barat itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Yang lainnya, Mohammad Sohibul Maromi, peraih medali perak Olimpiade Fisika tingkat Asia di Taipei, Taiwan, 23-30 April 2010 lalu, sebetulnya sangat ingin kuliah di Singapura. Ia menyebut Nanyang Technological University (NTU) sebagai kampus idaman. &lt;em&gt;“Tapi ibu saya sudah sepuh, kasihan kalau jauh,”&lt;/em&gt; kata Romi–panggilannya–yang baru lulus dari SMA I Pamekasan, Madura.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sementara ini, remaja berkacamata yang mahir bermain gitar itu sudah diterima di Fakultas Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, melalui jalur penelusuran minat dan kemampuan.&lt;em&gt; “Tapi akhir Mei saya akan coba ikut ujian di ITB untuk jurusan yang sama,”&lt;/em&gt;ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Singapura memang salah satu negara tujuan kuliah pelajar Indonesia. Menurut Kepala Fungsi Perlindungan WNI di Kedutaan Besar Indonesia untuk Singapura, Fahmi Aris Inayah, ada sekitar 16 ribu pelajar Indonesia di negara pulau itu. &lt;em&gt;“Mereka tersebar di berbagai kampus swasta dan negeri di sini,” &lt;/em&gt;katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Kampus yang paling banyak menampung adalah NTU dan NUS. Kedua kampus ini masuk jajaran kampus top dunia, dan jawara di Asia. Dalam setahun, NTU dan NUS masing-masing menerima 120-an dan 80-an pelajar Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Kampus-kampus di Singapura diketahui agresif memburu para pelajar berprestasi dari Indonesia. Mereka memiliki agen yang mendatangi sekolah-sekolah unggulan di kota-kota besar, untuk merayu para pelajar agar kuliah di Singapura.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Beasiswa yang ditawarkan, kata Hendra Wong, Ketua Pemuda Pelajar Indonesia Singapura, amat menggiurkan dibanding yang ditawarkan pemerintah Indonesia. Angkanya memang bervariasi. Tapi setidaknya sudah menutupi biaya kuliah, yang rata-rata bernilai Rp 112 juta per tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Syaratnya, mereka ikut ujian masuk yang digelar di kota-kota yang ditentukan. Hendra menyebutkan, NTU biasa menggelar ujian masuk di Jakarta, Medan, Palembang, Surabaya, dan Magelang. Sedangkan NUS hanya menggelar ujian di Jakarta dan Medan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Singapura mengikat para penerima beasiswa itu dengan kontrak bekerja di perusahaan milik negara itu selama tiga tahun. Meski setelah itu mereka bebas bekerja di mana saja, menurut Hendra Kwee, ini cara halus agar para jenius itu tetap mengabdi kepada Singapura.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Fahmi menyatakan pemerintah tidak bisa membatasi gerak-gerik pihak Singapura. &lt;em&gt;“Karena (beasiswa itu) tidak ada paksaan,” &lt;/em&gt;katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal menjelaskan, prosedur beasiswa di Tanah Air mungkin terkesan birokratis. Tapi hal itu dilakukan karena beasiswa merupakan uang negara, dan pemerintah tak mau kecolongan. Sebab, ada kalanya terjadi si penerima beasiswa ternyata kuliah di kampus lain, atau bahkan tidak mengikuti kuliah sementara uang telah digelontorkan. &lt;em&gt;“Uang-uang itu harus bisa dipertanggungjawabkan,”&lt;/em&gt; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Alokasi dana beasiswa Kementerian Pendidikan Nasional tahun ini Rp 1,5 triliun untuk lebih dari 3 juta siswa dan mahasiswa kurang mampu. Kementerian juga telah menyiapkan Program Beasiswa Bidik Misi sebesar Rp 200 miliar untuk 20 ribu mahasiswa dari keluarga kurang mampu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;“Tidak ada biaya apa pun. Bebas pendaftaran, SPP, bebas biaya hidup, semuanya kami siapkan,”&lt;/em&gt; tutur Menteri Pendidikan M. Nuh kepada pers awal Januari lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Ketua Yayasan TOFI Profesor Yohanes Surya mengaku geram terhadap oknum-oknum pemerintah yang menyepelekan pentingnya merawat para jenius muda kita. &lt;em&gt;“Banyak oknum yang sok ngatur, tapi malah bikin kacau,” &lt;/em&gt;katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Ia mengaku terpaksa turun takhta, tak lagi mencampuri keikutsertaan Indonesia di Olimpiade Fisika tingkat internasional tahun depan. Yohanes dipaksa hanya bisa mengikutkan anak didiknya di olimpiade tingkat Asia. Padahal selama ini fulus pemerintah tidak selalu mengalir untuk membuat murid-muridnya menjadi jawara. &lt;em&gt;“Kami lebih banyak didanai sponsor,” &lt;/em&gt;ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Fasli Djalal membantah pengabaian ini. Pemerintah, katanya, secara prinsip membuka tangan lebar-lebar untuk bekerja sama dengan orang semacam Yohanes Surya. Ada bantuan biaya berupa akomodasi sejak berangkat hingga mereka pulang ke Indonesia. &lt;em&gt;“Kalau berangkat atas inisiatif sendiri, tidak kami bantu,”&lt;/em&gt; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;TEMPOinteraktif&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: center;font-size: 1.3em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 15px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;2.000 WNI Jadi Warga Malaysia&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; display: inline !important; "&gt;&lt;strong&gt;Terkait Infrastruktur Jalan dan Fasilitas Umum&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; display: inline !important; "&gt;Sejak tahun 1997 sekitar 2.000 warga Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Bengkayang yang tinggal di daerah perbatasan Kalimantan Barat-Serawak memilih berganti kewarganegaraan menjadi warga negara Malaysia. Ini akibat kesenjangan infrastruktur dan fasilitas umum di perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Ketua Himpunan Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan HR Thalib, pada 2 Juni 2010, mengatakan bahwa warga Kalimantan Barat yang berpindah wilayah dan kewarganegaraan itu sebagian besar berasal dari Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Sebagian lagi berasal dari beberapa desa di Kabupaten Bengkayang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;”Warga yang akan berpindah wilayah negara dan pindah kewarganegaraan jadi warga negara Malaysia kemungkinan masih akan terus bertambah. Sebab, sampai sekarang infrastruktur dan fasilitas umum di desa-desa itu masih sangat minim,”&lt;/em&gt; kata Thalib seraya mengingatkan, desa-desa yang disebutkannya di atas berbatasan langsung dengan Negara Bagian Serawak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Menurut Thalib, beberapa kampung di Suruh Tembawang saat ini hanya bisa dijangkau dengan menggunakan alat transportasi sungai. &lt;em&gt;”Perjalanan dari Entikong (pintu lintas batas Kalimantan Barat-Serawak) ke sana lebih dari enam jam. Itu pun masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki tiga jam lebih,”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan sekolah, juga memprihatinkan. &lt;em&gt;”Sebagian kampung kini makin sedikit penghuninya. Yang tinggal pun umumnya generasi tua. Generasi mudanya lebih memilih menjadi warga negara Malaysia,”&lt;/em&gt; kata Thalib.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Tak jauh dari kawasan perbatasan Kalimantan Barat-Serawak, di Malaysia hampir semua fasilitas umum dan infrastruktur tersedia dengan baik. &lt;em&gt;”Melihat infrastruktur yang seperti itu, mereka (penduduk Kalimantan Barat) pun akhirnya cenderung memilih pindah wilayah. Apalagi, daerah yang disasar tidak terlalu jauh dari kampung mereka,” &lt;/em&gt;kata Thalib.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Kepala Bagian Humas Provinsi Kalimantan Barat Numsuan Madsun mengakui, warga Kalimantan Barat yang berpindah wilayah dan kewarganegaraan itu terkait tuntutan perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum.&lt;em&gt; ”Pemerintah Kalimantan Barat sudah berkali-kali, bahkan dalam setiap kesempatan, meminta pemerintah pusat segera merealisasikan jalan paralel di wilayah perbatasan sepanjang sekitar 800 kilometer. Sayangnya, sampai hari ini permintaan itu belum terealisasi. Ironis memang,”&lt;/em&gt; kata Numsuan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat terkait masalah perbatasan mengingat hal itu menyangkut hubungan dua negara.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;”Kami juga sudah berkali-kali meminta penambahan puskesmas. Tetapi, karena satu puskesmas minimal harus melayani 2.500 warga, sampai hari ini permintaan itu juga belum dipenuhi. Padahal, jumlah penduduk di satu lokasi yang berdekatan (dengan Serawak) tidak sampai 2.500 orang,”&lt;/em&gt; ujar Numsuan Madsun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Kompas,&lt;/em&gt; 3 Juni 2010&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: center;font-size: 1.3em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 15px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Mereka Pun Masih Kebingungan&lt;/h2&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/streetball-sma50.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; font-size: 1em; font-style: normal; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3108" title="streetball sma50" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/streetball-sma50.jpg?w=600&amp;amp;h=398" alt="" width="600" height="398" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;em style="font-size: 1em; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Georgia, serif; line-height: normal; "&gt;&lt;em style="font-size: 1em; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Enam remaja lulusan SMA 50 Jakarta Timur – Teo (dari kiri ke kanan), Galang, Gusti (kapten) Jumadi, Adit, dan Roland – meraih hadiah berlatih ke Brasil setelah memenangi streetball Nike Cup di Jakarta pada pertengahan Juni lalu. Mereka pergi ke Brasil selama sepekan. Selain mendapat pelatihan dari pelatih Brasil, di sana mereka juga bertanding dengan klub streetball dari negara ASEAN lainnya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Galang tak berhenti mengungkapkan rasa galaunya. Tanggapan yang diterima dari sebagian besar guru di sekolahnya, SMA 50 Jakarta Timur, tak pernah memuaskan hatinya. Bahkan, sebagian guru seolah mencibir prestasi yang dicapainya bersama lima temannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;”Ya, kalau mau dibilang kecewa, saya kecewa juga sih. Guru bagian kesiswaan bilang, terus setelah ini apa, seolah tak peduli dengan prestasi yang kami raih,”&lt;/em&gt; kata Galang, salah satu anggota School Gate, tim yang akan mewakili Indonesia pada turnamen streetball di Brasil, pekan ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Galang, Gusti, Jumadi, Roland, Adit, dan Teo memenangi turnamen Nike Cup Indonesia yang digelar bersamaan dengan pelaksanaan Piala Dunia 2010. Mereka mengalahkan 320 klub dari seluruh Indonesia. Meski tidak secara resmi mewakili sekolah karena saat turnamen digelar telah dinyatakan lulus, mereka semua berasal dari SMA 50 Jakarta Timur.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;”Mungkin karena tidak membawa nama sekolah, prestasi kami tidak dianggap. Padahal, sebelum tampil di turnamen ini kami sudah pamit kepada sebagian guru, termasuk kepada guru kesiswaan,”&lt;/em&gt; ujar Galang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;”Kepala sekolah menyatakan bahwa kami tidak mewakili sekolah. Kami dianggap sebagai alumni. Tetapi, apa pun kami kan tetap siswa SMA 50,”&lt;/em&gt; ujar Gusti, kapten tim School Gate, yang sudah diterima di Universitas Padjadjaran.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Belum habis kebingungan mereka akan kurangnya apresiasi dari sekolah terhadap pencapaian mereka, Adit kembali bingung menghadapi kenyataan dunia sepak bola Indonesia. &lt;em&gt;”Saya bingung bagaimana caranya masuk klub, menjadi pemain sepak bola profesional yang sebenarnya,”&lt;/em&gt; ujar Adit.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Kebingungan serupa dialami Galang, Jumadi, dan Teo. &lt;em&gt;”Kami ingin menjadi pemain sepak bola profesional, tetapi kami tidak tahu harus ke mana,”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Di tengah upaya PSSI mendatangkan pemain asing dengan kedok naturalisasi, rasanya lebih baik jika mereka mulai melirik dan membina pemain muda Indonesia asli. Tidak terbayangkan, bagaimana pemain naturalisasi itu akan berkiprah, sementara bakat-bakat melimpah, yang kita miliki, sama sekali tidak pernah disentuh PSSI.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Kebingungan mereka menjadi salah satu bukti, bagaimana PSSI tidak pernah mengurus talenta yang banyak itu. Para pemain School Gate makin membuka mata kita bagaimana ketidakpedulian PSSI memantau pemain muda Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Di Brasil nanti, School Gate akan bertanding melawan wakil-wakil tim dari Malaysia, Singapura, dan Thailand dalam sebuah turnamen. Di samping itu, mereka akan mendapat sedikit pelatihan bagaimana bermain sepak bola yang benar dari para pelatih Brasil.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sumber: &lt;a href="http://koran.kompas.com/read/2010/08/05/04070385/mereka.pun.masih.kebingungan" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;Kompas&lt;/a&gt;, 5 Agustus 2010&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: normal; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: center;font-size: 1.3em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 15px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; "&gt;Menembus Brunei, Gamang di Negeri Sendiri&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/10/22/4031842p.jpg" alt="" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Pertunjukan Wayang Menak dengan lakon Amir Hamzah Berguru dibawakan dalang Ki Junaedi dari ISI Yogyakarta, di tengah Seminar dan Pengenalan Wayang Menak yang diadakan oleh Asosiasi Wayang ASEAN bekerja sama dengan Angkatan Sasterawan dan Sasterawani Brunei, di Dewan Bahasa dan Pustaka, Bandar Seri Begawan, Brunei, yang berlangsung pada 13-17 Oktober 2010.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Satu jam sebelum keberangkatan delegasi dari Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia ke Brunei dengan misi mengenalkan wayang menak Indonesia kepada masyarakat Brunei, Rabu (13/10), dalang wayang suket Ki Slamet Gundono melayangkan pesan singkat secara beruntun yang memuat kegalauannya akan eksistensi wayang di Tanah Air.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia melaporkan sejumlah insiden yang menimpa pementasan wayang kulit di beberapa daerah, terutama di sekitar Solo, Jawa Tengah, yang mendapat intimidasi dari kelompok orang yang mengatasnamakan agama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;”Kasus terakhir di Bekonang. Saat jejer wayangan, datang kelompok itu sehingga wayangan terpaksa berhenti, lalu terjadi nego. Karena dalang dan tuan rumah bertahan, wayangan tetap dilanjutkan. Ini juga terjadi di Forum Watak. Wayangan mereka anggap musyrik,” tulis Slamet Gundono dalam pesan singkatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ketua Dewan Kesenian Sukoharjo Joko Ngadimin menjelaskan, insiden di Desa Sembung Wetan, Bekonang, terjadi pada Sabtu (9/10) malam. Sekitar 300 orang ”mengamuk” setelah terpancing provokasi dari warga penonton wayang kulit. Pentas wayang sempat terhenti beberapa saat, tetapi bisa berjalan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Berbagai kalangan menilai aksi sweeping yang dilakukan oleh kelompok itu terhadap pergelaran wayang di berbagai daerah, baik di kota dan pedesaan di sekitar Solo belakangan ini, merupakan intimidasi terhadap bentuk ungkap budaya yang selama ini memiliki daya hidup di masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pengurus Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) dan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) yang menerima laporan spontan menyampaikan keprihatinannya. Ketua Umum Senawangi H Solichin meminta agar insiden-insiden yang menimpa dalang dan pentas wayang di daerah hendaknya dilaporkan berikut datanya secara rinci.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ketua Pepadi Ekotjipto mengidentikkan aksi kelompok yang mengatasnamakan agama tersebut sebagai premanisme. ”Sekarang ini premanisme merebak di kalangan elite, baik yang berkedok agama, politik, maupun lainnya. Para dalang harus berani menghadapi premanisme seperti itu,” ujar Ekotjipto.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sekretaris Jenderal Senawangi Amb Tupuk Sutrisno mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan fenomena yang tengah merundung dunia pertunjukan wayang di Tanah Air itu kepada Sekjen Kementerian Agama Nazaruddin yang ditemui di Bandar Seri Begawan, Brunei, pekan lalu. ”Pak Nazaruddin berpesan agar persoalan ini tidak di-blow up. Kita juga diminta introspeksi karena menurut beliau, dalam kasus sweeping itu, sering kali didapati warga yang mabuk-mabukan dan bermain judi,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bayang kecemasan terhadap dunia wayang di Tanah Air itu sejenak terlupakan saat rombongan Senawangi menginjakkan kaki di Bumi Brunei. Di negeri yang menganut asas Melayu Islam Beraja ini, Senawangi sengaja ”menawarkan” pertunjukan wayang menak kepada rakyat Brunei (400.000 jiwa). Langkah ini sebagai tindak lanjut Sidang APA III di Manila, Februari 2010.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Brunei adalah satu-satunya negara, dari 10 negara anggota ASEAN, yang belum memiliki seni pertunjukan wayang. Pengertian ”wayang” di sini—disepakati oleh ASEAN Puppetry Asociation (APA) atau Asosiasi Wayang ASEAN—bukan hanya wayang kulit, tetapi juga wayang golek, wayang beber, atau seni pertunjukan boneka (marionnette), termasuk pertunjukan teater tradisional yang membawakan kisah wayang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di Brunei, pengertian ”wayang” adalah segala jenis teater, termasuk film. ”Pertunjukan wayang yang dibuat, seperti tayangan di televisi, biasanya sebagai media pendidikan untuk anak. Adapun wayang sebagai budaya tradisi, serta dipertunjukkan secara berkala seperti di Indonesia, belum terdapat di Brunei,” papar Dr Zefri Ariff, budayawan dari Angkatan Sasterawan dan Sasterawani Brunei (Asterawani) dalam Seminar Wayang ASEAN, di Dewan Bahasa dan Pustaka, Bandar Seri Begawan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pembicara lain dalam seminar adalah Prof Ghulam-Sarwar Yousof (Malaysia), Dr Suyanto (Indonesia), Prof Amihan Bonifacio-Ramolete (Filipina), dan Dr Chua Soo Pong (Singapura). Seminar yang diikuti pengenalan wayang menak oleh Didy Indriani Haryono dari Senawangi ini dibuka oleh Pejabat Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan, Datin Adina binti Othman.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Didy Haryono memaparkan, wayang menak yang memuat ajaran Islam berkembang di Jawa pada abad ke-17. Kisah menak diangkat dari ”Hikayat Amir Hamzah” yang populer di masyarakat Melayu. ”Menak artinya bangsawan atau ningrat. Ini berhubungan dengan sistem kerajaan yang berlaku di Jawa saat itu,” ujar Didy seraya menambahkan, karena itu jenis wayang menak cocok untuk dibawakan di Brunei mengingat pemerintahannya juga menganut sistem kerajaan (monarki absolut).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tawaran dari Senawangi yang memilih wayang menak sebagai pertunjukan di Brunei, menurut Tupuk Sutrisno, sebagai ”perjalanan panjang menembus Brunei”. Dari Kedutaan Besar RI di Brunei, pihaknya memperoleh gambaran tentang kesulitan yang bakal dihadapi di Brunei mengingat masyarakatnya berpegang teguh pada nilai-nilai agama (Islam). Selain itu, semua pertunjukan untuk umum harus melalui prosedur sensor.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebagai prosedur awal, untuk pertunjukan wayang di Brunei itu, pihak Senawangi harus mengantungi ”surat kebenaran” atau semacam letter of trust. Surat sakti tersebut baru diterima Senawangi tiga hari menjelang keberangkatan ke Brunei. Dan, sebelum dipertunjukkan untuk umum pada Sabtu (16/10), baik wayang menak dengan lakon ”Amir Hamzah Berguru” serta wayang purwa dengan lakon ”Anoman Duta” mesti menjalani uji sensor yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri Brunei.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ada delapan pegawai kementerian yang dikirim untuk menyaksikan pertunjukan wayang yang dibawakan oleh dalang Ki Junaedi (wayang menak) dan Ki Anton Surono (wayang purwa). Setelah 20 menit menyaksikan pergelaran, petugas sensor menyatakan wayang dari Indonesia itu lolos untuk dipertunjukkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penonton yang hadir di Balai Sarmayuda, tempat pementasan, umumnya mengapresiasi pertunjukan wayang dari Jawa itu. Mereka tampak surprise ketika menyaksikan wayang purwa yang dibawakan Ki Anton Surono yang atraktif dengan dialog-dialog berbahasa Inggris berlogat Tegal, tetapi justru terasa komunikatif.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sait Haji Jali, Dayangku Hj Fatimah, dan Pangiran Ratna Surya dari Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei menyatakan kekaguman mereka akan budaya wayang yang berkembang di Indonesia. ”Akan sangat sayang kalau budaya tradisi seperti ini punah,” ujar Sait.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ketiganya tidak melihat wayang identik dengan budaya Hindu, atau sebagai media pemujaan terhadap dewa-dewa. ”Kalau dalam pertunjukan wayang itu didahului dengan mantra-mantra atau pakai sesaji dan membakar kemenyan sehingga orang menjauhi syariat agama, itu yang tidak boleh,” tutur Dayangku Hj Fatimah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ketua APA Brunei H Abdul Hakim bin H Moh Yassin mengatakan, setelah menyaksikan pertunjukan wayang dari Indonesia, kalangan budayawan akan mengkaji lebih lanjut bentuk wayang yang cocok diciptakan di Brunei. Tentang anggapan bahwa Pemerintah Brunei melarang pertunjukan boneka sebagai identik pemujaan kepada dewa, Zefri Ariff menjelaskan, larangan itu tidak seketat seperti disangkakan orang. Pasalnya, maskot ayam KFC atau Donald Bebek berbentuk patung pun bisa diterima di Brunei.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Respons positif serta apresiasi masyarakat Brunei terhadap wayang Indonesia itu melegakan dan merupakan sebuah kejutan bagi delegasi dari Senawangi. Namun, di Tanah Air, eksistensi kesenian wayang justru mendapat tantangan baru. Bukan karena transformasi sosial atau modernitas yang menggilas nilai-nilai luhur di dalam wayang, melainkan ”momok” yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/10/22/05180785/menembus.brunei.gamang.di.negeri.sendiri" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;Kompas&lt;/a&gt;, 22 Oktober 2010&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-4051622030311720755?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/4051622030311720755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=4051622030311720755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4051622030311720755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4051622030311720755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/anak-cerdas-istimewa-di-indonesia.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-7859346827073243373</id><published>2011-01-16T06:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T06:25:27.880-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Luas Wilayah Indonesia Bertambah&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/08/sumatera-island.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-3457" title="sumatera-island" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/08/sumatera-island.jpg?w=210&amp;amp;h=122" alt="" width="210" height="122" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luas wilayah Republik Indonesia akhirnya bertambah setelah usulan penambahan wilayah di landas kontinen Indonesia seluas 4.209 kilometer persegi di barat laut Pulau Sumatera diterima oleh Komisi PBB untuk Batas Landas Kontinen (United Nations Commission on the Limit of the Continental Shelf/UN-CLCS).&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pertambahan luas wilayah RI itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) Asep Karsidi dalam jumpa pers di Jakarta, 30 Agustus 2010. Persetujuan itu dicapai setelah melalui beberapa kali pembahasan antara delegasi Republik Indonesia dan subkomisi tersebut sejak tahun 2008.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kesepakatan tercapai dalam pertemuan antara delegasi Pemerintah Indonesia dan subkomisi dan komisi UN-CLCS pada Agustus lalu. Delegasi Pemerintah Indonesia, antara lain, juga diwakili oleh pejabat terkait dari Kementerian Luar Negeri dan Dinas Hidrooseanografi TNI AL.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Area seluas itu berada di luar 200 mil laut dari garis pangkal kepulauan yang telah berada dalam kedaulatan RI. &lt;em&gt;”Luasan 4.209 kilometer persegi ini lebih luas dibandingkan dengan usulan Indonesia sebelumnya seluas 3.500 kilometer persegi,”&lt;/em&gt; ujar Asep. Hal itu berdasarkan survei tambahan yang dilakukan oleh tim teknis Indonesia dan diskusi intensif dengan subkomisi UN-CLCS.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tambahan wilayah itu pertama kali diketahui saat dilakukan survei dasar laut pasca-bencana tsunami 2005 di Aceh. Survei itu melibatkan peneliti dari sejumlah instansi, antara lain Bakosurtanal, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPPT, LIPI, dan TNI AL. Survei lanjutan dan terakhir untuk tujuan verifikasi menggunakan kapal survei Baruna Jaya II pada 20 Januari-18 Februari 2010.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Setelah persetujuan PBB terhadap penambahan wilayah yurisdiksi di barat laut Sumatera itu, lanjut Asep, Pemerintah Indonesia masih akan mengajukan dua usulan penambahan wilayah landas kontinen Indonesia, yaitu di kawasan perairan di selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur dan di utara Papua.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Berdasarkan The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, suatu negara dapat memiliki landas kontinen hingga 200 mil laut. Namun, apabila ada bukti alamiah perpanjangan landas kontinen, negara itu dapat mengusulkan sampai maksimum 350 mil laut. Usulan direkomendasikan oleh UN-CLCS setelah melalui pengkajian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebagai anggota UNCLOS, Indonesia berhak menetapkan batas wilayah terluar sesuai ketentuan konvensi itu. Bakosurtanal berdasarkan Survei Digital Marine Resource Mapping yang dilakukan hingga 1999 telah menemukan 183 titik pangkal di sekeliling wilayah perairan Indonesia, yang dapat menjadi acuan penetapan batas wilayah negara.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menurut Sobar Sutisna, Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah Bakosurtanal, hingga kini belum ada kesepakatan mengenai batas wilayah dengan negara tetangga lainnya. &lt;em&gt;”Ada sekitar 80 persen batas wilayah perairan Indonesia dengan negara tetangga belum disepakati oleh kedua pihak,”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-7859346827073243373?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/7859346827073243373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=7859346827073243373' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/7859346827073243373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/7859346827073243373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/luas-wilayah-indonesia-bertambah-luas.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-7371991768523358501</id><published>2011-01-16T06:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T06:23:23.780-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Novi Rahmawati Raih Juara 1 di International Delta Conference, Belanda&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/10/novi-rahmawati.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignright size-full wp-image-4012" title="novi rahmawati" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/10/novi-rahmawati.jpg?w=300&amp;amp;h=184" alt="" width="300" height="184" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: right; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa UGM kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;Novi Rahmawati&lt;/strong&gt;, mahasiswa S-2 program beasiswa unggulan Perencanaan dan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai/MPPDAS, Fakultas Geografi, berhasil meraih penghargaan dalam International Delta Conference. Novi berhasil meraih juara I dalam kompetisi tingkat dunia bertajuk&lt;em&gt;“Innovative Solutions for the Delta”&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penghargaan diserahkan dalam forum International Conference of Deltas in Times of Climate Change di Rotterdam, Belanda, 29 Oktober s.d. 1 Oktober 2010. Selain menerima penghargaan, Novi juga berhak atas hadiah uang 3.000 euro.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dr.rer.nat Muh. Aris Marfai, M.Sc. selaku Ketua Prodi S-2 MPPDAS, yang turut mendampingi Novi saat menerima penghargaan, mengatakan dalam forum yang dihadiri lebih dari 1.200 ilmuwan, praktisi, dan profesional dari seluruh dunia tersebut, Novi memperesentasikan paper yang berhasil mengantarkannya meraih juara berjudul &lt;em&gt;“Groundwate Zoning as Spatial Planning in Semarang”&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam karya tulis ilmiah tersebut, Novi menyampaikan ide tentang perlunya mempertimbangkan zonasi air tanah dalam pelaksanaan perencaan kota. Kota Semarang diambil sebagai daerah studi karena daerah ini sebagian merupakan kawasan delta dan pesisir dengan dinamika yang tinggi. Semarang menghadapi masalah subsidence/penurunan muka tanah, banjir laut/rob, banjir sungai, dan intrusi air laut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Novi mengklasifikasikan pembagian zonasi air tanah di kawasan pesisir Semarang menjadi tiga bagian. Zone 1 merupakan kawasan dengan pengambilan air tanah yang sangat intensif, yang mengakibatkan terbentuknya cone of depression. Kawasan ini merupakan kawasan yang harus mendapatkan proteksi, terutama dalam kaitannya dengan penataan ruang, agar rate of subsidence dapat dikontrol.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Zone 2 merupakan kawasan yang mempunyai penyerapan air tanah relatif rendah dibandingkan dengan zone 1. Zone 3 merupakan daerah yang lebih aman dengan kondisi air tanah yang baik dan pengambilan air tanah tidak terlalu besar. Dengan penerapan zonasi air tanah diharapkan penataan ruang dapat dilaksanakan dengan lebih optimal tetap memperhatikan keberlanjutan ketersediaan air tanah di masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Aris menyebutkan Novi merupakan salah satu mahasiswa S-2 MPPDAS yang sarat dengan prestasi. &lt;em&gt;“Sebelum memenangkan award, Novi juga menerima beasiswa program beasiswa-unggulan Diknas untuk program S-2-nya dan mengikuti program student exchange dengan International Institute for Geo-information and Earth Observation, ITC, Univ of Twentee The Netherlands. Ia juga merupakan salah satu kandidat untuk program M.Sc. double degree ITC-UGM,”&lt;/em&gt; terang Aris.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dikatakan Aris, selain Novi, mahasiswa MPPDAS UGM lainnya, Fitria Nurani Sekarsih, juga berhasil menduduki runner up dalam kompetisi yang sama dengan judul paper “Surviving Delta City, Response to Global Warming”, diikuti oleh Patrick Huntjjens (University of Onsabruck Germany), Suzanne Mathew dan Andrea Parker (University of Virginia USA), Kimberly Garza  (Harvard University, USA), Jaap van der Salm (Wageningen Univ. The Netherlands) dan Chen Zichao (University of  Singapore).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Humas UGM&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-7371991768523358501?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/7371991768523358501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=7371991768523358501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/7371991768523358501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/7371991768523358501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/novi-rahmawati-raih-juara-1-di.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-3169203590017697831</id><published>2011-01-16T06:19:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T06:21:14.299-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Prof. Oppenheimer, Oxford University: &lt;/h1&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Indonesia adalah Induk Peradaban Dunia&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/10/lokasi-indonesia.gif" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-4531" title="lokasi indonesia" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/10/lokasi-indonesia.gif?w=375&amp;amp;h=200" alt="" width="375" height="200" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil riset yang menyimpulkan bahwa Indonesia sebagai induk peradaban dunia mendapat sorotan para peneliti di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) langsung merespon temuan Profesor Stephen Oppenheimer, seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris tersebut sebagai bahan perdebatan yang menarik untuk diungkapkan kepada publik.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dr. Hery Harjono, Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) LIPI, mengungkapkan bahwa menarik untuk mencermati penelitian yang menyebutkan Indonesia merupakan awal peradaban dunia. Analisis yang sering dikenal sebagai Teori Oppenheimer tersebut tertuang dalam buku karangannya berjudul “&lt;em&gt;Eden in the East&lt;/em&gt;“. Menurutnya, pendapat tersebut tentu bisa menjadi referensi bagi masyarakat Indonesia untuk melengkapi berbagai teori yang telah berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Teorinya dikenal sebagai Oppenheimer Theory yang dengan tegas menyatakan bahwa nenek moyang dari induk peradaban manusia modern (Mesir, Mediterania dan Mesopotamia) adalah berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sunda land (Indonesia),”&lt;/em&gt; paparnya.&lt;em&gt;&lt;/em&gt; 27 Oktober 2010.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dia menambahkan bahwa “&lt;em&gt;Eden In The East&lt;/em&gt;” mendasarkan kesimpulannya kepada penelitian yang dilakukan selama puluhan tahun. Dokter ahli genetik dengan struktur DNA manusia tersebut, lanjutnya, melakukan riset struktur DNA manusia sejak manusia modern ada selama ribuan tahun yang lalu hingga saat ini dengan pendekatan dasar yang digunakan disiplin keilmuan kedokteran, geologi, linguistik, antropologi, arkeologi, dan &lt;em&gt;folklore&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Lebih lanjut, Hery mengulas bahwa buku Prof. Dr. Stephen Oppenhenheimer menegaskan orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) bukan berasal dari China sebagaimana yang terpampang dalam setiap teks sejarah buku pelajaran, melainkan dari orang-orang yang datang dari dataran yang hilang dari pulau-pulau di Asia Tenggara.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penyebaran kebudayaan dan peradaban tersebut, sambungnya, disebabkan “banjir besar” yang melanda permukaan bumi pada 30.000 tahun yang lalu. “Inilah yang menarik diperdebatkan dan menjadi kontroversi karena pertentangan dengan teori sebelumnya,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Ufuk Publishing House menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Menelusuri Jejak Sejarah: Indonesia Awal Peradaban Dunia?” Seminar ini berlangsung di Widya Graha LIPI Lantai 1, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta pada 28 Oktober 2010.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pembicara utama (&lt;em&gt;keynote speaker&lt;/em&gt;) seminar adalah Jimly Ash-Shiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Kemudian, pembicara tamu dari Oxford University, Inggris yakni Prof. Dr. Stephen Oppenheimer dan Dr. Frank Joseph Hoff dari University of Washington. Sementara, pembicara lainnya yaitu Prof. Dr. Sangkot Marzuki dari Lembaga Eijkman dan Dr. Eko Yulianto dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-3169203590017697831?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/3169203590017697831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=3169203590017697831' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3169203590017697831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3169203590017697831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/prof.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-6209494183013946521</id><published>2011-01-16T06:14:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T06:15:21.732-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Andreas Raharso: Orang Asia Pertama yang Jadi CEO The Hay Group Global&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/12/andreas-raharso.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-385" title="Andreas Raharso @IndonesiaProud" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/12/andreas-raharso.jpg?w=184&amp;amp;h=276" alt="" width="184" height="276" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jabatan yang diraih &lt;strong&gt;Dr. Andreas Raharso&lt;/strong&gt; mungkin membuat kita berdecak kagum. Andreas Raharso merupakan orang Indonesia pertama yang memegang jabatan Kepala Riset (R&amp;amp;D Centre for Strategy) Global di Hay Group sejak didirikan pada 1946. Ia bergabung dengan Hay Group pada Oktober 2008 sampai saat ini.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pimpinan dunia seperti Amerika Serikat, Perancis dan Inggris.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Ini adalah hal yang langka karena The Hay Group Global sangat didominasi oleh orang barat, bahkan untuk jabatan lokal seperti general manager di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hay Group merupakan perusahaan konsultan manajemen global yang bekerja dengan para pemimpin untuk mengubah strategi menjadi kenyataan. Selain perusahaan raksasa dunia, seperti Microsoft dan Unilever, klien Hay Group adalah para pemimpin Negara seperti Kantor Perdana Menteri Inggris dan Jepang, Kantor Presiden Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat. The Hay Group Global sempat dipercaya membantu para menteri Obama dan staff gedung putih untuk lebih efektif berorganisasi dan mengeksekusi strategi di pemerintahan saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Beliau mendapatkan gelar doktor pada tahun 2007 dari Universitas Indonesia dengan konsentrasi bidang Manajemen. Pria yang kini berkantor di Singapura itu pernah tidak naik kelas waktu SMA.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Saya tidak pernah malu dengan ini. Ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun yang pernah gagal, bahwa kunci untuk bangun kembali terletak pada bagaimana Anda melihat kegagalan itu sendiri,”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Terbukti, pencapaiannya di puncak perusahaan konsultan manajemen global yang didirikan pada 1943 ini terhitung singkat. Mantan dekan di Universitas Bina Nusantara, Jakarta, ini bergabung dengan Hay Group pada Oktober 2008 sebagai konsultan senior.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada Maret 2009 posisi prestisius ini berhasil direngkuh penyandang gelar MBA di bidang&lt;em&gt;corporate finance &amp;amp; management science &lt;/em&gt;dari University of Texas at San Antonio, AS, (1993) dan Ph.D pemasaran dari Universitas Indonesia (2007) ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menurut Andreas, jabatan ini diberikan kepadanya karena keberhasilannya membangun pusat riset skala global berdasarkan konsep &lt;em&gt;Open Research&lt;/em&gt; yang terdiri dari tiga pilar, yaitu &lt;em&gt;radical collaboration&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;integrative thinking&lt;/em&gt;, serta &lt;em&gt;multi-context and multi-cultural environment&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Konsep ini muncul dari penelitian saya bahwa banyak pusat riset di dunia yang gagal walaupun didukung dana yang besar. &lt;em&gt;“Mestinya, pusat riset dunia dibangun berdasarkan prinsip open mind dan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;open heart,” &lt;/em&gt;katanya. Ia mengklaim, saat ini 85% dari target yang ditetapkan sudah terwujud, bahkan terlampaui.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Singkat kata, prestasi Andreas adalah membangun dan mengendalikan &lt;em&gt;state-of-the-art&lt;/em&gt; riset di berbagai belahan dunia lewat markasnya di Singapura. Sebagai gambaran, pusat risetnya melakukan penelitian pada lima bidang: bisnis keluarga &lt;em&gt;(&lt;/em&gt;berpusat di Madrid, Spanyol), merger &amp;amp; akuisisi (Paris, Prancis), manajemen performa strategis &lt;em&gt;(&lt;/em&gt;Frankfurt, Jerman); peran sentra korporat &lt;em&gt;(&lt;/em&gt;London, Inggris) dan transformasi budaya &lt;em&gt;(&lt;/em&gt;Boston, AS). Di samping itu, ia memiliki&lt;em&gt;collaborative researchers&lt;/em&gt; yang tersebar dari Mumbai (India) sampai Sao Paolo (Brasil).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Ini bukan hal yang mudah, bukan saja tantangan cultural yang sangat berbeda, tapi juga disiplin ilmu yang berbeda-beda, dan juga perbedaan waktu,”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Media Indonesia, SWAsembada&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Lihat videonya saat wawancara di Kick Andy:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;object width="600" height="475"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ctulN3obtJ8?fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="600" height="475" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="text-align: justify;display: block; "&gt;&lt;object width="600" height="368"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/3ndtPeZl7bA?version=3&amp;amp;rel=1&amp;amp;fs=1&amp;amp;showsearch=0&amp;amp;showinfo=1&amp;amp;iv_load_policy=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="600" height="368" wmode="opaque"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="snap_nopreview sharing robots-nocontent" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;ul style="list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; float: left; text-indent: 0px !important; "&gt;&lt;li class="sharing_label" style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; line-height: 24px; float: left; font-weight: bold; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Share this:&lt;/li&gt;&lt;li class="share-twitter share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;div class="twitter_button" style="text-align: justify;margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 2px; padding-right: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html?url=http%3A%2F%2Fwp.me%2FpGocL-6c&amp;amp;counturl=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2009%2F12%2F07%2Fandreas-raharso-orang-asia-pertama-yang-jadi-ceo-the-hay-group-global%2F&amp;amp;count=horizontal&amp;amp;text=Andreas%20Raharso%3A%20Orang%20Asia%20Pertama%20yang%20Jadi%20CEO%20The%20Hay%20Group%20Global:" style="width: 97px; height: 20px; "&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-facebook share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-facebook share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2009/12/07/andreas-raharso-orang-asia-pertama-yang-jadi-ceo-the-hay-group-global/?share=facebook&amp;amp;nb=1" title="Share on Facebook" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s2.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/facebook.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Facebook&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-digg share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-digg share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2009/12/07/andreas-raharso-orang-asia-pertama-yang-jadi-ceo-the-hay-group-global/?share=digg&amp;amp;nb=1" title="Click to Digg this post" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s2.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/digg.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Digg&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-reddit share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-reddit share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2009/12/07/andreas-raharso-orang-asia-pertama-yang-jadi-ceo-the-hay-group-global/?share=reddit&amp;amp;nb=1" title="Click to share on Reddit" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s2.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/reddit.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Reddit&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-stumbleupon share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-stumbleupon share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2009/12/07/andreas-raharso-orang-asia-pertama-yang-jadi-ceo-the-hay-group-global/?share=stumbleupon&amp;amp;nb=1" title="Click to share on StumbleUpon" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s2.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/stumbleupon.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;StumbleUpon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-6209494183013946521?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/6209494183013946521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=6209494183013946521' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/6209494183013946521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/6209494183013946521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/andreas-raharso-orang-asia-pertama-yang.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-7885432714325684392</id><published>2011-01-16T06:13:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T06:13:54.936-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Hendra Lembong: Bankir yang Jadi Buruan Bank-bank Asing Besar&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/03/hendro-l-iproud.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1296" title="Hendro L iProud" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/03/hendro-l-iproud.jpg?w=165&amp;amp;h=251" alt="" width="165" height="251" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi pria kelahiran Jakarta 23 Januari 1972 ini, bekerja di berbagai negara bukanlah hal yang asing. Pada usia 26 tahun, &lt;strong&gt;Hendra Lembong&lt;/strong&gt; menjejakkan kaki di Singapura. Inilah awal petualangan kariernya di sejumlah negara. Pada 1998 itu ia ditunjuk sebagai Manajer Produk Regional Citibank Asia Pasifik yang berkantor di Negeri Singa. Pada 2001, Hendra naik pangkat jadi &lt;em&gt;Regional Head of Channel/Trade Finance and SME &lt;/em&gt;Citibank Asia Pasifik di Hong Kong&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;Selanjutnya, pada 2007 ia dipercaya menjadi Direktur Jejaring dan Aliansi EMEA – &lt;em&gt;Cash Management&lt;/em&gt; CitiBank dan berkantor di London, Inggris. Di sana ia menangani pasar Eropa, Timur Tengah dan Afrika.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Langkah besar dilakukannya pada Juli 2009: memutuskan pindah ke Deutsche Bank London, dan menempati posisi sebagai &lt;em&gt;Head of Business Development &amp;amp; COO Trade Finance &amp;amp; Corporate Cash Management&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bekerja di mancanegara, diakui Hendra, memang merupakan impiannya. &lt;em&gt;”Kesempatan bekerja atau belajar di luar negeri terlalu berharga untuk dilewatkan, karena pengalamannya yang tidak ternilai. Dan jika ternyata kita tidak cocok di sana, kita akan selalu bisa pulang ke sini,”&lt;/em&gt;ujar pria yang memulai kariernya di Citibank sebagai &lt;em&gt;management trainee &lt;/em&gt;pada 1994 ini tegas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Jika dicermati, perpindahan Hendra dari Citibank ke Deutsche Bank cukup dramatis. Harap maklum, ia sudah 15 tahun bekerja di Citibank (1994-2009). Menurut dia, biasanya setelah menangani pasar regional, jenjang karier selanjutnya di Citibank adalah di kantor pusatnya di Amerika Serikat. Namun, setelah beberapa kali pindah negara, ia dan keluarganya merasa tidak ingin pindah lagi ke negara lainnya. Sebab, dengan tiga anak yang masih usia sekolah, pindah negara berarti pindah sekolah dan harus mengurus berbagai administrasinya. &lt;em&gt;“Keluarga juga sudah malas pindah-pindah terus. Dan kebetulan saat itu ada tawaran dari Deutsche Bank.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Si Bungsu dari tiga bersaudara ini tergolong unik. Simak latar belakang pendidikannya yang kental berbau teknik: gelar B.Sc. diperolehnya dari Jurusan &lt;em&gt;Chemical Engineering &lt;/em&gt;University of Washington, AS, dan gelar M.Sc. di bidang &lt;em&gt;management science &amp;amp; engineering &lt;/em&gt;dari Stanford University, AS. Sayang, ketika akan bekerja ia merasa kurang menikmati pekerjaan di bidang teknik. Hal inilah yang mendorong lulusan SMA Kanisius Jakarta ini masuk ke sektor perbankan.&lt;/p&gt;&lt;p lang="sv-SE" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Yang pasti, keberhasilan Hendra saat ini tak lepas dari kerja keras dan perjuangannya untuk mendapat hasil yang terbaik. Jangan heran, ia pun menjadi orang Indonesia satu-satunya yang dipromosikan ke luar negeri pada saat itu di Citibank.&lt;/p&gt;&lt;p lang="sv-SE" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;a href="http://swa.co.id/2010/03/11927/" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;SWAsembada&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-7885432714325684392?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/7885432714325684392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=7885432714325684392' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/7885432714325684392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/7885432714325684392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/hendra-lembong-bankir-yang-jadi-buruan.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-1253040007462215233</id><published>2011-01-16T06:09:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T06:10:39.609-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Anne Ahira: Salah Satu Internet Marketer Terbaik Dunia&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-10" title="ahira" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/10/ahira2.jpg?w=224&amp;amp;h=300" alt="ahira" width="224" height="300" style="text-align: justify;float: left; margin-top: 10px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Anne Ahira&lt;/strong&gt; adalah internet marketer bereputasi internasional yang memiliki banyak prestasi, diantaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Terpilih menjadi 12 Top World’s Super Affiliate di tahun 2004.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Salah satu penulis buku &lt;em&gt;30 Days to Internet Marketing Success&lt;/em&gt; yang menjadi buku internet marketing terbaik sepanjang tahun 2003.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pendiri Elite Team International.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Satu dari 21 wanita Indonesia yang dipilih oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan sebagai Kartini Indonesia 2005.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pengelola &lt;em&gt;The Best Affiliate Newsletter &lt;/em&gt;yang dibaca oleh 21.000 internet marketer yang tersebar di lebih 120 negara.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Perempuan luar biasa ini merasa terpanggil untuk mengaktualisasikan potensi Indonesia, negeri dengan sumber daya manusia dan kekayaan alamnya yang berlimpah, menjadi kekuatan ekonomi baru dalam kancah global. Ia berketetapan hati untuk membagikan ilmu internet marketing yang sangat dikuasainya kepada segenap masyarakat Indonesia. Banyak orang tak menyangka bahwa dari sudut pinggiran kota Bandung, mencuat nama Anna Ahira ke tingkat forum internasional.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di dunia online, Ahira terkenal sebagai internet marketer sukses. Berbagai prestasi telah diukirnya, seperti mejadi salah satu pengarang buku &lt;em&gt;30 Days to Internet Marketing Success&lt;/em&gt;. Buku ini ditulis oleh 60 orang yang merupakan internet marketer pilihan dari berbagai belahan dunia dan terkenal sebagai buku internet marketing terbaik sepanjang tahun 2003. Omzet penjualan buku ini mencapai lebh dari 340.000 dollar AS hanya dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ahira juga pernah diwawancara oleh &lt;strong&gt;Advance Vision Marketing America &lt;/strong&gt;mengenai Internet Marketing Prophecies. Perusahaan ini &lt;strong&gt;hanya memilih 8 orang internet marketer terbaik di seluruh dunia.&lt;/strong&gt; Ahira adalah satu-satunya wakil dari kawasan Asia Pasifik dan satu-satunya perempuan yang dipilih untuk wawancara ini. Hasil wawancara ini kemudian dijual Advance Vision Marketing America seharga 97 dollar AS per kopi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Secara rutin Ahira juga membuat newsletter untuk &lt;a href="http://www.thebestaffiliate.com/" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;www.TheBestAffiliate.com&lt;/a&gt;. Newsletter berisi tips-tips strategi internet marketing ini dibaca oleh 14.000 profesional internet marketing yang tersebar di 120 negara. Ahira terpilih menjadi 12 World’s Super Affiliate tahun 2004.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Melalui Asian Brain Internet Marketing Center (&lt;a href="http://www.asianbrain.com/" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;www.AsianBrain.com&lt;/a&gt;), Ahira mengharapkan bisa membantu home industry atau industri kecil, para profesional maupun orang Indonesia pada umumnya untuk belajar mengenai internet marketing dan mengembangkan bisnis mereka lewat internet.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selain diharapkan bisa berdampak membuka lapangan pekerjaan baru, juga bisa meningkatkan devisa Indonesia. Ahira juga berharap internet marketing center-nya ini bisa mengubah kesan dunia bahwa orang Indonesia bisanya hanya menipu lewat internet.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-1253040007462215233?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/1253040007462215233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=1253040007462215233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1253040007462215233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1253040007462215233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/anne-ahira-salah-satu-internet-marketer.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-3146879089472179073</id><published>2011-01-16T06:07:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T06:08:14.571-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: justify;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Indonesia Memang Luar Biasa!&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-177" title="Indonesia_the_Place_I_Belong" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/10/indonesia_the_place_i_belong.jpg?w=300&amp;amp;h=225" alt="Indonesia_the_Place_I_Belong" width="300" height="225" style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari berbagai kekurangan yang ada, Indonesia adalah negara yang luar biasa. Mengapa? Karena:&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni) .&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki 3 dari 6 pulau terbesar di dunia, yaitu Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dengan luas 539.460 km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;), Sumatera (473.606 km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;) dan Papua (421.981 km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki spa terbaik di dunia berada di pulau Bali, penghargaan SPA Terbaik didapat dari majalah &lt;em&gt;Senses&lt;/em&gt; di Eropa. Sebanyak 60.000 pembacanya menyatakan Bali sebagai The Best Spa Destination in The World 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93.000 km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; dan panjang pantai sekitar 81.000 km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; atau hampir 25% panjang pantai di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah negara terumbu karang (&lt;em&gt;coral reef&lt;/em&gt;) terkaya di dunia (memiliki 18% dari total dunia).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 juta jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia merupakan negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki bahasa daerah yang terbanyak, yaitu 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia.Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia. Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan negara asal jamaah haji terbesar di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia menjadi negara dengan jumlah bank dan lembaga keuangan yang berlandaskan sistem syariah terbanyak di dunia. Hal ini terbukti dengan hadirnya 33 bank, 46 lembaga asuransi, dan 17 mutual fund yang menganut sistem syariah untuk semester pertama tahun 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki monumen Budha (candi) terbesar di dunia, yaitu Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah negara tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945 dan merupakan negara ke-70 tertua di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tanggal 7 Januari 1965. Indonesia bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki tim bulutangkis yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu 13 kali (pertama kali th 1958 &amp;amp; terakhir 2002).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu cengkeh (&lt;em&gt;cloves&lt;/em&gt;) &amp;amp; pala (&lt;em&gt;nutmeg&lt;/em&gt;), serta no.2 dalam karet alam (&lt;em&gt;natural rubber&lt;/em&gt;) dan minyak sawit mentah (&lt;em&gt;crude palm oil&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan hasil produksi pada tahun 2006 mampu mencapai sebesar 16 juta ton pertahun. Bersama dengan Malaysia, Indonesia menguasai hampir 90% produksi minyak sawit dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (&lt;em&gt;plywood&lt;/em&gt;), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat untuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki spesies ikan hiu terbanyak di dunia, yaitu 150 species.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki Biodiversity Anggrek terbeser di dunia, yaitu 6.000 jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau &lt;em&gt;Grammatophyllum Speciosum&lt;/em&gt;) sampai yang terkecil (&lt;em&gt;Taeniophyllum&lt;/em&gt;, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia tempat bermukim binatang purba &amp;amp; kadal terbesar di dunia yang masih hidup, yaitu Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT. Panjang Komodo bisa mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia tempat tumbuhnya bunga terbesar di dunia, yaitu Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki primata terkecil di dunia, yaitu Tarsier Pygmy (&lt;em&gt;Tarsius Pumilus&lt;/em&gt;) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya di atas pohon ini terdapat di Sulawesi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia adalah tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, &lt;em&gt;Python Reticulates&lt;/em&gt;sepanjang 10 meter di Sulawesi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Indonesia memiliki pertumbuhan pengguna internet lebih 1.150,0% dalam 10 tahun terakhir (berdasarkan www.internetworldstats.com).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;Indonesia mempunyai siswa yang &lt;em&gt;dropout&lt;/em&gt; (DO) dari SD Menteng di Jakarta dan menjadi presiden Amerika Serikat, yaitu Barrack H. Obama!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ingin menambahkan? Silakan…&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;Indonesia memang luar biasa karena banyak memiliki sumber daya yang luar biasa… baik sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya. Banyak hal yang bisa kita banggakan tentang negara kita ini. Dan ingin saya katakan pada dunia&lt;/em&gt;, “I am Indonesian and I’m Proud!”&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-3146879089472179073?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/3146879089472179073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=3146879089472179073' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3146879089472179073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3146879089472179073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/indonesia-memang-luar-biasa-terlepas.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-1082864234631617139</id><published>2011-01-16T05:07:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T05:07:47.167-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; line-height: 22px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Ubud: Kota Terbaik Se-Asia&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/ubud1.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-1784" title="ubud" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/ubud1.jpg?w=300&amp;amp;h=203" alt="" width="300" height="203" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bali adalah tempat tujuan wisata yang terkenal di dunia. Ubud adalah salah satu wilayah yang dikenal keindahannya di Bali. Tak heran jika Ubud, kawasan wisata di Kabupaten Gianyar, mendapat penghargaan sebagai kota terbaik se-Asia berdasarkan survei pembaca majalah pariwisata yang berbasis di Amerika Serikat, &lt;em&gt;Conde Nast Traveller&lt;/em&gt;, awal Januari 2010. Daerah itu dinilai terbaik dari sisi keramahtamahan masyarakatnya, atmosfer atau suasananya, budaya atau situsnya, serta akomodasi, restoran, dan tempat berbelanjanya.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Apa saja atau tempat mana saja di Ubud dan sekitarnya yang kiranya pantas menjadi semacam ikon wisata terbaik Asia itu? Bukankah atmosfer atau suasana di pusat Ubud, yakni sekitar Puri Ubud, tidak ada bedanya dengan Kuta, misalnya, yang mulai sumpek dan diwarnai kemacetan setiap harinya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;”Kita bersyukur dan gembira Ubud dipilih sebagai kota terbaik se-Asia dengan skor 82,5, mengalahkan Bangkok, Hongkong, Chiang Mai, dan Kyoto. Tetapi, hal itu juga membawa konsekuensi berat untuk menata kondisi yang ada, seperti kesemrawutan yang terjadi di mana-mana,”&lt;/em&gt; kata Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace di Puri Ubud, saat menerima penghargaan itu, 30 januari 2010.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Cok Ace, selain berbicara sebagai tokoh keluarga Puri Ubud, juga selaku Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali dan atas nama Ubud Hotels Association. Menurut Cok Ace, hal mendesak yang perlu ditangani terutama kesemrawutan arus lalu lintas, parkir di perkotaan, pasar, penataan dan pengamanan kawasan pantai, serta daerah aliran Sungai Tukad Pakerisan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Oleh karena itu, sekadar saran, luangkan waktu seharian penuh untuk telaten—ibarat mencari kutu—menikmati suasana Ubud. Cobalah ”membongkar” jalanan, tempat, sekaligus suasana di belakang Puri Ubud. Di sanalah keunikan dan keistimewaan kawasan wisata itu tersaji.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Letak Ubud yang relatif dekat dari Denpasar, sekitar 25 kilometer, menawarkan pilihan tempat menginap. Melalui Jalan By Pass Ngurah Rai dan By Pass Ida Bagus Mantra, dari Kuta hanya butuh waktu paling lama satu jam. Dengan tinggal di kawasan Bali bagian selatan itu, wisatawan akan menikmati suasana pantai, di samping pedesaan yang masih kental suasana sawahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Jika kocek Anda tebal, bolehlah menikmati aneka hotel mewah di pinggiran Sungai Ayung. Hotel dan vila di kawasan itu menyajikan beragam pemandangan spektakuler terasering sawah dan tebing kali. Pilihan lain, &lt;em&gt;cottage&lt;/em&gt; dan pondok wisata di sekitar Puri Ubud. Di sana Anda dapat berbaur dengan masyarakat. Sang pemilik pondok wisata bahkan melengkapi pelayanan dengan&lt;em&gt;mebanten&lt;/em&gt; atau menyiapkan sesaji dan aneka perlengkapan upacara keagamaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;strong&gt;Tempat persinggahan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 1em; line-height: 22px; "&gt;Ada beberapa tempat persinggahan yang elok untuk dikunjungi di ”belakang” Ubud. Salah satunya adalah Tegallalang. Jika Anda penggemar sepeda, kenapa tidak mencoba menggunakan sepeda. Soal penyewaan, jangan khawatir. Ini Bali! Dengan sepeda, keseluruhan suasana sekitar akan mudah tertangkap.&lt;/div&gt;&lt;span id="more-759"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px; "&gt;Pastikan menyusuri sepanjang jalan menuju Tegallalang, desa yang terletak 5 kilometer arah utara Ubud. Desa itu adalah desa kerajinan kayu yang bersanding dengan panorama sawah berterasering. Sayang, hamparan pemandangan indah itu di beberapa titik sudah tertutup barisan rumah toko atau kios kerajinan. Masuklah ke jalan-jalan desa, salah satunya di Dusun Ceking. Pemandangan tersaji, suasana perajin pun tertangkap mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Keluar dari Tegallalang, arahkan perjalanan ke Pakudui, Sebatu. Pakudui terkenal sebagai desa penghasil patung-patung kayu, khusus berbentuk Garuda Wisnu Kencana (GWK). Di sanalah otentisitas pembuatan patung-patung GWK akan dapat dinikmati secara langsung. Patung seharga puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah ada di dusun itu. Puas dengan aneka kerajinan, siapkan diri Anda untuk mendapatkan suasana spiritual Bali, hanya 400 meter di timur Pakudui. Di sanalah Pura Gunung Kawi, Sebatu, berada.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Perasaan tenteram dan damai langsung terasa begitu kita berada di depan pura tersebut. Bagi Anda yang datang ke sana sebagai pelancong, pastikan terlebih dulu membayar tiket masuk Rp 7.000 (untuk dewasa) dan Rp 3.000 (anak-anak). Tiket masuk itu sudah termasuk untuk sewa kamen (kain jarit) yang harus dikenakan selama berada di area pura.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Situs www.babadbali.com mencatat, ada tiga pura bernama Gunung Kawi di Bali. Kebetulan semuanya berada di Kabupaten Gianyar. Selain di Sebatu, ada pula Pura Gunung Kawi Tampak Siring dan Bitra.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Jika waktu sudah tepat berada di tengah hari, sejumlah warung makan dan restoran di Ubud sudah menunggu. Jika Anda turis yang bisa memakan semua jenis makanan, warung babi guling Bu Oka di sebelah kompleks Puri Ubud layak dikunjungi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Untuk makanan halal sangat beragam. Bebek Bengil yang ternama atau Warung Makan Nasi Campur Kadewatan Bu Mangku di Kadewatan tidak boleh ditinggalkan. Jika kesan formal kita temui di Bebek Bengil, suasana lebih rileks tersaji di Warung Bu Mangku. Maklum, meja lesehan digelar di teras kompleks rumah khas Bali itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;Sumber: Kompas&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;span style="text-align: justify;display: block; "&gt;&lt;object width="600" height="368"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/tKmRygdW4Xo?version=3&amp;amp;rel=1&amp;amp;fs=1&amp;amp;showsearch=0&amp;amp;showinfo=1&amp;amp;iv_load_policy=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="600" height="368" wmode="opaque"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="snap_nopreview sharing robots-nocontent" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 1.3em; line-height: 22px; "&gt;&lt;ul style="list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; float: left; text-indent: 0px !important; "&gt;&lt;li class="sharing_label" style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; line-height: 24px; float: left; font-weight: bold; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Share this:&lt;/li&gt;&lt;li class="share-twitter share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;div class="twitter_button" style="text-align: justify;margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 2px; padding-right: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html?url=http%3A%2F%2Fwp.me%2FpGocL-cf&amp;amp;counturl=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2010%2F02%2F04%2Fubud-kota-terbaik-se-asia%2F&amp;amp;count=horizontal&amp;amp;text=Ubud%3A%20Kota%20Terbaik%20Se-Asia:" style="width: 97px; height: 20px; "&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-facebook share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-facebook share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/02/04/ubud-kota-terbaik-se-asia/?share=facebook&amp;amp;nb=1" title="Share on Facebook" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/facebook.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Facebook&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-digg share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-digg share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/02/04/ubud-kota-terbaik-se-asia/?share=digg&amp;amp;nb=1" title="Click to Digg this post" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/digg.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Digg&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-reddit share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-reddit share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/02/04/ubud-kota-terbaik-se-asia/?share=reddit&amp;amp;nb=1" title="Click to share on Reddit" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/reddit.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Reddit&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-stumbleupon share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-stumbleupon share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/02/04/ubud-kota-terbaik-se-asia/?share=stumbleupon&amp;amp;nb=1" title="Click to share on StumbleUpon" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/stumbleupon.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;StumbleUpon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-1082864234631617139?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/1082864234631617139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=1082864234631617139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1082864234631617139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1082864234631617139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/ubud-kota-terbaik-se-asia-bali-adalah.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-1917038339639696313</id><published>2011-01-16T05:05:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T05:06:29.955-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; line-height: 22px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;I Wayan Wicaya: Pemenang Global Chefs Challenge 2010, Chile&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 22px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 1.2em; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/i_wayan_wicaya.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-821" title="I_Wayan_Wicaya" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/i_wayan_wicaya.jpg?w=150&amp;amp;h=200" alt="" width="150" height="200" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;I Wayan Wicaya&lt;/strong&gt; menerima sambutan meriah bak pahlawan oleh teman, keluarga, dan koleganya ketika kembali pulang di Bali Ngurah Rai International Airport pada 2 Februari 2010, setelah rangkaian panjang penerbangan dari Chile. Wayan pulang membawa piala yang menandakan salah satu penghargaan dunia kuliner paling bergengsi, yaitu pemenang Global Chefs Challenge 2010 pada 29 Januari lalu. Salah satu kompetisi koki terbesar di dunia dan disponsori oleh World Association of Chefs Societies (WACS), Global Chefs Challenge mencari koki berbakat dari 88 negara yang telah memenangkan semi-finalis tujuh benua yang bersaing untuk hadiah tertinggi di Santiago. Dalam kompetisi ini, Wayan dibantu asistennya, Alexander Tanuhardja.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebelum berkompetisi di Santiago, Wayan yang bekerja sebagai Executive Sous Chef di Bulgari Resort Bali harus melakukan perjalanan yang melelahkan selama dua tahun berkompetisi di tingkat lokal, nasional dan regional sebelum mendapatkan hak untuk mewakili Indonesia dan Asia di final dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Jalan ke Chile adalah beralaskan kerja keras, keterampilan, kreativitas dan banyak rintangan yang lebih kecil dan untuk memenangkan penghargaan paling bergengsi ini benar-benar menakjubkan dan sebuah pengakuan seberapa jauh Indonesia telah mengembangkan koki lokal kami dengan standar internasional,”&lt;/em&gt; kata Darren Lauder Nusa Dua Beach Hotel yang juga Wakil Presiden Bali Culinary Professionals (BCP).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Wayan, lulusan BPLP (The Bali Hotel and Tourism Training Institute) tahun 1992 ini sangat senang dengan hadiahnya dan mengatakan, &lt;em&gt;“Memenangkan gelar Chef Global Asia adalah salah satu yang menarik dari karier saya. Aku mengingatkan diri untuk tetap tenang dan fokus serta hanya melakukan yang terbaik. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan saya sangat bahagia untuk diri saya sendiri dan rekan-rekan saya yang telah mendukung saya dan memberikan saya kepercayaan diri untuk mengambil tantangan besar ini” &lt;/em&gt;ujar pria yang pernah meraih trophy Gold Medal/Global Chef Challenge Hongkong (2008), Gold Medal/Bali Salon Culinaire (2008), dan Silver Medal/Bali Salon Culinaire (2004) ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/wayan-wicaya.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-1016" title="wayan-wicaya" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/wayan-wicaya.jpg?w=300&amp;amp;h=207" alt="" width="300" height="207" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;em&gt;“Kami semua sangat terkesan oleh upaya ini dan menang adalah konfirmasi akhir bahwa koki di Indonesia mampu bersaing melawan yang terbaik pada setiap tahap kuliner. Inilah buktinya,”&lt;/em&gt; kata Andrew Skinner&lt;em&gt;, “Seorang koki Bali menyapu bersih kompetisi untuk mengambil gelar bergengsi ini.Untuk tim Indonesia hanya untuk berhasil ke final adalah sebuah mimpi, untuk menang adalah melampaui kata-kata.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Kami pergi ke Santiago tanpa harapan sama sekali. Kami dianggap sebagai kuda hitam. Tapi apa yang ditunjukkan pada hari (persaingan) adalah hal yang tak dapat dipercaya bisa terjadi. Namun kami juga percaya bahwa ini bukan kebetulan, karena kami merasa kami akan berada di bawah standar yang diperlukan, kami berlatih dan berlatih seperti yang tidak anda bayangkan, hanya untuk memastikan bahwa kami tidak mempermalukan diri di panggung dunia. Dan kemudian kami menang!”&lt;/em&gt; lanjut Skinner.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Kami sangat bangga telah mewakili, Indonesia, Bali Culinary Professionals dan diri kami pada tingkat persaingan ini. Bisa menang adalah hal fantastis “&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: Balidiscovery.com, WACS&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-1917038339639696313?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/1917038339639696313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=1917038339639696313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1917038339639696313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1917038339639696313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/i-wayan-wicaya-pemenang-global-chefs.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-1800405433332485394</id><published>2011-01-16T05:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T05:05:03.216-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Hendra Arbie: Raih Penghargaan UNESCO Lewat Bangunan Bersejarah di Medan&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/06/hendra-arbie.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-2382" title="Hendra Arbie" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/06/hendra-arbie.jpg?w=178&amp;amp;h=300" alt="" width="178" height="300" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melestarikan bangunan tua di Kota Medan, terutama di kawasan Jalan Hindu, bagi &lt;strong&gt;Hendra Arbie&lt;/strong&gt; tak sebatas mimpi. Sejak tahun 1998, pria kelahiran Medan, 1 Desember 1964 ini bersama teman-teman yang peduli kelestarian bangunan bersejarah di Medan mendirikan Badan Warisan Sumatera atau BWS.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Awalnya BWS ingin menggugah kesadaran warga Medan akan pentingnya peninggalan masa lalu. Terlebih bagi artefak budaya berupa bangunan-bangunan tua yang sarat gaya arsitektur kolonial. Belakangan, BWS menjadi semacam gerakan moral warga Medan menentang penghancuran gedung bersejarah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hampir semua bangunan yang berdiri sejak akhir abad ke-19 itu dibiarkan tak terawat. Lebih memprihatinkan lagi karena sebagian besar bangunan itu milik Pemerintah Kota Medan. Pria yang mengecap pendidikan di Jurusan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan Information Technology Curtin University Australia ini sejak masih kecil memang diajari orangtuanya, Haji Muhammad Arbie, untuk menghargai bangunan tua.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tak mengherankan kalau kemudian Hendra, Ketua Dewan Pendiri BWS, ikut merintis pemetaan bangunan yang masuk kategori warisan budaya, bekerja sama dengan Universitas Tokyo.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kegiatan itu menjadi ”tamparan” bagi Pemkot Medan. Jika data BWS dan Universitas Tokyo menyebut 600 bangunan bersejarah di Medan yang perlu dilindungi, sedangkan peraturan daerah hanya mencatat sekitar 20 bangunan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Upaya Hendra bersama BWS melestarikan bangunan bersejarah di Medan membawa hasil. Mereka mendapat penghargaan dari UNESCO atas upaya pelestarian Jembatan Kebajikan. Jembatan itu melambangkan kebersamaan multietnis warga Medan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Pilarnya menggambarkan kebersamaan masyarakat China, India, Melayu, dan Arab dalam membangun Medan, meskipun jembatan itu dibangun oleh orang China,”&lt;/em&gt; kata Hendra.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Lewat BWS, yang beranggotakan puluhan orang, Hendra pun giat mengampanyekan revisi perda perlindungan cagar budaya. Tujuannya, jangan cuma 20 situs yang dilindungi, tetapi lebih dari 600, sesuai hasil pemetaan. Lelaki keturunan perantau Minang ini tak rela jika artefak budaya Medan dihancurkan demi pembangunan kota yang tak manusiawi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam setiap penghancuran gedung, banyak sejarah kota hilang. &lt;em&gt;”Tak mungkin lagi anak-cucu kita tahu bagaimana keindahan gedung Mega Eltra, vila milik Deli Spoor Maatschappij. Padahal, tidak ada masa depan kalau tak ada sejarah,”&lt;/em&gt; ujar pria penggemar fotografi ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di tengah kesibukannya mengelola bisnis hotel milik keluarganya sejak tahun 1995, Hendra tetap mempunyai waktu untuk mengampanyekan pentingnya melestarikan bangunan-bangunan tua. Caranya, antara lain, dengan memajang foto-foto kondisi Medan pada masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Foto-foto seperti yang tercantum dalam buku karya sejarawan Belanda, Dirk Buiskool, Tours Through Historical Medan and Its Surroundings, terpasang di Garuda Plaza Hotel.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Saya sengaja membeli foto-foto itu karena dari kepemilikan hak cipta foto-foto tersebutlah kebutuhan operasional BWS bisa dibiayai. Hal ini sekaligus merupakan informasi bagi para tamu yang datang agar mereka tahu keindahan Medan masa lalu,”&lt;/em&gt; kata Hendra yang mengeluarkan sekitar Rp 20 juta untuk membeli foto-foto itu pada 2001.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kecintaan terhadap sejarah Kota Medan pula yang membuat Hendra kemudian merencanakan berbagai kegiatan yang terinformasikan kepada khalayak lewat agenda kota. Dia berencana menerbitkan semacam tabloid yang memuat acara apa saja yang berlangsung di Medan selama sebulan itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Rencananya, tabloid tersebut tidak kami jual. Tabloid itu kami terbitkan dan bisa didapatkan secara gratis untuk siapa saja yang memerlukan panduan tentang Kota Medan,”&lt;/em&gt; ujar Hendra, bungsu dari tujuh bersaudara ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Namun, keinginan ia membuat tabloid bulanan itu tak terwujud. Komisaris Indowebhouse Kreasi ini malah membuat majalah yang tak sekadar berisi promosi tentang Medan, tetapi seluruh wilayah Pulau Sumatera. Sejak September 2004 dia menerbitkan majalah &lt;em&gt;Inside Sumatera&lt;/em&gt;dengan modal Rp 40 juta.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam perjalanannya, bisa dikatakan, &lt;em&gt;Inside Sumatera&lt;/em&gt; menjadi satu-satunya publikasi tentang pariwisata di Sumatera yang kontinu. Berbagai artikel yang dimuat dalam majalah itu, antara lain, menunjukkan tempat-tempat yang menarik sebagai tujuan wisata dari Sabang sampai Lampung. Semua informasi tertulis itu disertai foto yang relatif menarik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Misalnya, tentang Pulau Weh di Aceh. Keindahan alam di sini belum menarik banyak turis, meskipun lokasi ini pantas dijadikan tujuan wisata menyelam yang tak kalah indah dibandingkan Bunaken, Sulawesi Utara. Foto yang menyertai artikel ini, antara lain, adalah Pantai Iboih yang berpasir putih.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Saya ingin banyak orang jadi tahu betapa Pulau Sumatera itu kaya akan eksotisme alam dan budaya,”&lt;/em&gt; kata Hendra tentang tujuannya mendanai Inside Sumatera yang terbit bulanan dengan tiras 5.000 eksemplar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebagai Direktur Pelaksana Garuda Plaza Hotel Medan, Hendra relatif tak menemui kesulitan berarti mendistribusikan &lt;em&gt;Inside Sumatera&lt;/em&gt; untuk hotel-hotel di beberapa kota besar di Sumatera, seperti Banda Aceh, Riau, Padang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, hingga Bangka dan Belitung. Bahkan, Inside Sumatera bisa dijumpai di maskapai penerbangan Garuda yang menuju kota-kota di Pulau Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Jerih payahnya berbuah manis. &lt;em&gt;”Penghargaan untuk Inside Sumatera kami terima dari Dinas Pariwisata di Riau, Jambi, hingga Bangka Belitung. Mereka sering mengundang kami karena merasa promosi lewat Inside Sumatera efektif,”&lt;/em&gt; katanya. Setelah lebih lima tahun terbit, &lt;em&gt;Inside Sumatera&lt;/em&gt; telah sanggup membiayai dana operasionalnya secara mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rupanya tak hanya tempat tujuan wisata dan penghargaan pada sejarah bangunan tua yang menarik perhatian Hendra, dia juga bersedia mendukung penerbitan cerpen dan novel karya para seniman dari komunitas Taman Budaya Medan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Saya bersedia karena buku-buku sastra itu nantinya akan disebarluaskan ke sekolah-sekolah. Semoga ini bisa menjadi awal kegiatan para sastrawan&lt;/em&gt; go to school’,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-1800405433332485394?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/1800405433332485394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=1800405433332485394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1800405433332485394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1800405433332485394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/hendra-arbie-raih-penghargaan-unesco.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-3927299491891813145</id><published>2011-01-16T04:54:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:55:19.140-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; line-height: 22px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Etin Anwar: Lulusan IAIN yang Jadi Dosen Humanity &amp;amp; Agama di AS&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 22px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 1.2em; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/12/etin-anwar.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-399" title="Etin Anwar @IndonesiaProud" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/12/etin-anwar.jpg?w=289&amp;amp;h=258" alt="" width="289" height="258" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Dr. Etin Anwar&lt;/strong&gt;, ibu dari tiga anak dan lulusan IAIN, adalah ilmuwan Indonesia yang bergelar associate professor dan mengajar di Hobart and William Smith College, Amerika Serikat. Ia memiliki kompetensi besar dalam bidang Islam dan keterkaitannya dalam permasalahan gender.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Etin mendapat gelar doctor dari Philosophy Department. Philosophy, Interpretation, and Culture Program. Binghamton University, New York. Ia sudah berdomisili di Amerika selama 11 tahun. Etin datang ke AS setelah menyelesaikan S-2 kemudian belajar lagi selama 4 tahun dan ia mendapatkan pascadoktoral. Karena ada kesempatan untuk mengajar di sana, Etin memutuskan mengajar di AS.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia mengajar di bidang humanity, seperti mengajar mata pelajaran &lt;em&gt;introduction to Islam.&lt;/em&gt;Pengalaman Etin yang unik saat mengajar tentang Islam terjadi ketika ada seorang mahasiswa yang memahami semua orang Islam itu kejam dan penuh kekerasan seperti teroris. Namun, setelah satu semester belajar, mahasiswa itu sadar bahwa hal itu tidak benar adanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Media Indonesia&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-3927299491891813145?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/3927299491891813145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=3927299491891813145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3927299491891813145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3927299491891813145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/etin-anwar-lulusan-iain-yang-jadi-dosen.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-5925402459598790647</id><published>2011-01-16T04:53:00.002-08:00</published><updated>2011-01-16T04:54:34.033-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Sri Suparyati: Dokter Spesialis Anak Terbaik se-Asia Pasifik&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/11/sri-suparyati-pediatric-award-2009.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-263" title="sri suparyati pediatric-award-2009" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/11/sri-suparyati-pediatric-award-2009.jpg?w=218&amp;amp;h=218" alt="" width="218" height="218" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia, khususnya dunia kedokteran, patut berbangga atas terpilihnya seorang staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) sebagai dokter spesialis anak terbaik di Asia Pasifik. Selaku Guru Besar FK UGM,&lt;strong&gt;Prof. dr. Sri Suparyati,Sp.A.(K),Ph.D.&lt;/strong&gt;, mendapatkan penghargaan untuk kategori Pediatric Award diberikan oleh The Asian Pacific Pediatric Association (APPA) pada 14-18 Oktober 2009 di Shanghai, Cina.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Wanita yang biasa dipanggil Prof. Yati ini adalah satu dari 12 penerima penghargaan APPA yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. Beliau adalah satu-satunya wakil dari Indonesia yang terpilih dari sejumlah 2.500 dokter ahli anak se-Asia Pasifik yang masuk seleksi. &lt;em&gt;“Saya dianggap sebagai dokter spesialis anak yang paling menonjol selama tiga tahun terakhir,”&lt;/em&gt; katanya seperti dikutip situs ugm.ac.id, 4 November 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penghargaan yang diberikan kepadanya adalah buah karyanya dalam meneliti penyakit diare pada anak selama 40 tahun ini. Penelitian diare yang dilakukannya bersama Prof. Ruth Bishop dari Australia sejak tahun 1976. yang menghasilkan kesimpulan bahwa rotavirus adalah penyebab utama kasus diare pada anak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menurut beliau, infeksi rotavirus dapat menyebabkan kualitas hidup seorang bayi menjadi rendah karena sebagian usus halusnya tidak efektif lagi. Umumnya, bayi yang mengalami diare akibat infeksi rotavirus akan memberikan gejala muntah secara terus menerus, berak air, dan susah mengkonsumsi makanan. Jika berlanjut, usus halus bayi akan rusak sehingga tidak dapat menyerap makanan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kiprahnya dalam meneliti penyakit diare pada anak ternyata menghasilkan ide untuk memproduksi vaksin rotavirus yang diproduksi sendiri oleh Indonesia. Vaksin yang dijual saat ini relatif mahal.  Bekerja sama dengan Melbourne University dan PT. Biofarma, vaksin produksi Indonesia ini disepakati akan dipasarkan pada tahun 2012&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-5925402459598790647?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/5925402459598790647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=5925402459598790647' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/5925402459598790647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/5925402459598790647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/sri-suparyati-dokter-spesialis-anak.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-4660023423343569513</id><published>2011-01-16T04:53:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T04:53:51.406-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Adi W. Gunawan: Pakar Mind Technology and Self Transformation, Penerus Anna Wise&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-180" title="adi w gunawan qlt" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/11/adi-w-gunawan-qlt.jpg?w=202&amp;amp;h=300" alt="adi w gunawan qlt" width="202" height="300" style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adi W. Gunawan adalah pembelajar sejati di Universitas Kehidupan. Ia dikenal sebagai pakar teknologi pikiran dan transformasi diri yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap pendidikan dan pengembangan potensi manusia secara holistik dan transendental. Didorong oleh kegelisahan dan keprihatinan mendalam untuk bisa membantu sesamanya, Adi terus belajar dan memperdalam pengetahuan yang diminatinya, yaitu teknologi pikiran.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pembelajaran tak kenal lelah yang ia lakukan dengan membaca sangat banyak literatur, hasil penelitian terkini, dan barbagai jurnal ilmiah mengenai psikologi dan cara kerja pikiran , yang diintegrasikan dengan pengalamannya melakukan terapi kepada sangat banyak klien, memberikan Adi pemahaman yang unik dan pendalaman mengenai proses transformasi diri yang hakiki.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Satu impian sederhana yang membuat Adi sangat fokus, terus belajar, mengembangkan dan meningkatkan dirinya adalah ia ingin menjalani suatu kehidupan yang bermakna bagi dirinya, keluarganya, dan sesamanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Adi mempelajari dan menguasai antara lain, Hypnotheraphy, Hypno-EFT, SMC, NLP, Energy Psychology, dan Scientific Meditation.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selain mengembangkan dan mengajarkan Scientific EEG and Clinical Hypnotheraphy melalui Quantum Hypnosis Indonesia, Adi juga melakukan penelitian di bidang teknologi pikiran (neurofeedback) dengan menggunakan peralatan canggih Brain Wave 1, Mind Mirror, dan DBSA.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Adi adalah orang Indonesia pertama yang dipercaya untuk meneruskan karya Anna Wise, satu-satunya pakar Mind Mirror di dunia. Hasil riset Anna Wise selama 35 tahun diajarkan secara private one-on-one kepada Adi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selain itu, Adi juga belajar Scientific EEG &amp;amp; Clinical Hypnotheraphy langsung dari Tom Silver di Amerika Serikat dan mendapat kehormatan pertama dari Brain Wave Foundation.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia telah menulis 14 buku best seller yang semuanya diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-4660023423343569513?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/4660023423343569513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=4660023423343569513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4660023423343569513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4660023423343569513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/adi-w.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-4039683669169278319</id><published>2011-01-16T04:51:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:52:24.879-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Irwandi Jaswir: Ilmuwan Indonesia yang Mengharumkan Nama Malaysia di Dunia&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-172" title="Irwandi Jaswir" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/11/irwandi-jaswir.jpg?w=217&amp;amp;h=250" alt="Irwandi Jaswir" width="217" height="250" style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Irwandi Jaswir&lt;/strong&gt;, alumnus Institut Pertanian Bogor, meraih posisi ke-2 dalam ‘Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009′ di Bangkok. Irwandi, yang kini berpangkat profesor madya, itu mewakili tempatnya bekerja di Departemen Biotechnology Engineering, International Islamic University Malaysia. Kompetisi prestisius itu diprakarsai oleh Scopus, situs basis data pencarian jurnal ilmiah dan indeks kutipan terbesar di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tahun ini ada 150 pencalonan dari 23 negara di Asia Pasifik dalam tiga kategori, yaitu bisnis, pertanian dan sumber daya alam, serta teknologi dan engineering. Irwandi berkompetisi di bidang pertanian dan sumber daya alam.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;”&lt;em&gt;Penilaian oleh panel juri terdiri dari 3 orang untuk setiap bidang. Mereka adalah para pakar dan profesor berkaliber dunia yang mempunyai rekor karya ilmiah di Scopus,&lt;/em&gt;” kata Irwandi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Setelah disaring, lima finalis setiap kategori diundang untuk mempresentasikan karya serta pencapaian mereka di hadapan para juri di Asian Institute of Technology, Bangkok awal Juni lalu. Irwandi menjadi satu-satunya finalis orang Indonesia. Finalis lain berasal dari Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, China, India, Taiwan, Hongkong, dan Thailand.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Irwandi Jaswir lahir di Medan pada 20 Desember 1970 namun dibesarkan di kampung halamannya di Bukittingi, Sumatera Barat. Setelah menuntaskan studinya di SMAN I Bukittinggi. Irwandi meneruskan pendidikannya di Institut Pertanian Bogor (IPB) lewat jalur mahasiswa undangan. Menyelesaikan program studi Teknologi Pangan dan Gizi pada awal 1994, Irwandi kemudian mendapat beasiswa pemerintah Malaysia untuk melanjutkan pendidikan S-2 di Universiti Pertanian Malaysia (UPM) tahun 1994-1999 pada bidang Kimia dan Biokimia Pangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada tahun 1997, mantan Sekjen dan Presiden PPI se-Malaysia ini berkesempatan melanjutkan pendidikan doktoral pada bidang yang sama di UPM dan University of British Columbia, Kanada (1997-2000) dengan fasilitas beasiswa hasil kerjasama pemerintah Malaysia dan Kanada Ayah tiga orang anak ini memulai karir di Department of Biotechnology, International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur pada 2001 sebagai Assistant Professor.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Irwandi pernah menjabat sebagai Head Department dan Deputy Dean (Student Affairs) di kampusnya, pemilik puluhan artikel ilmiah di jurnal luar negeri ini meraih gelar Associate Professor pada 2004, tahun dimana dia juga berhasil menyelesaikan pendidikan Diploma dalam bidang Islamic Revealed Knowledge di IIUM. Kini Irwandi menjadi peneliti tamu di National Food Research Institute (NFRI), Tsukuba, Jepang pada bidang Bioteknologi Pangan hingga 2008.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ayah tiga anak yang beristrikan seorang dokter gigi ini telah menerima 23 anugerah sains di tingkat lokal dan internasional, termasuk medali emas di Geneva pada 2006 atas inovasinya dalam metode pendeteksian lemak babi. Dia memiliki catatan 40 karya ilmiah di jurnal internasional serta 60 karya ilmiah di konferensi internasional. Belum lagi puluhan artikel ilmiah populernya di berbagai media massa, serta lima artikel bab buku (book chapter) di buku ilmiah internasional.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di antara anugerah ilmiah yang pernah diraih urang awak yang juga penulis tetap Tabloid &lt;em&gt;Bola&lt;/em&gt; ini adalah:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Medali Emas (&lt;em&gt;Project: Rapid Method for Detection of Non-halal Substances in Food&lt;/em&gt;) dan Perak (&lt;em&gt;Project: Novel Rapid Analytical Techniques for fats and oils industry Novel Rapid Analytical Techniques for fats and oils industry&lt;/em&gt;) pada The 34th International Exhibition of Inventions, New Techniques and Products of Geneva, 5-9 April 2006;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Medali Perak pada 16th International Invention Innovation Industrial Design &amp;amp; Technology Exhibition 2005 (ITEX 2005), Kuala Lumpur;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Peneliti Terbaik International Islamic University Malaysia (IIUM) 2004; serta&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Nominee 2006 Selangor Young Scientist Award di Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-4039683669169278319?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/4039683669169278319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=4039683669169278319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4039683669169278319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4039683669169278319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/irwandi-jaswir-ilmuwan-indonesia-yang.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-4413653271695204330</id><published>2011-01-16T04:43:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:44:49.995-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Nelson Tansu: Profesor Termuda di AS dari Indonesia&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/12/nelson-tansu-profile.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-444" title="nelson tansu @IndonesiaProud" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/12/nelson-tansu-profile.jpg?w=225&amp;amp;h=300" alt="" width="225" height="300" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang mengira dia orang Turki karena namanya mirip mantan PM Turki Tansu Ciller. Bahkan ada juga yang menyangka dia orang Jepang karena wajahnya yang Asia Timur. Namun, &lt;strong&gt;Prof Nelson Tansu, Ph.D&lt;/strong&gt;. adalah asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada usia 25 tahun ia berhasil meraih gelar Ph.D di University of Wisconsin, Madison, dan kemudian langsung mengajar mahasiswa S-3. Dia menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania, mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, terutama di Washington DC.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selain itu, dia sering datang ke berbagai kota lain di AS dan luar AS,  seperti Kanada serta sejumlah negara di Eropa dan Asia. Yang mengagumkan, sudah ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan di AS, yakni bidang &lt;em&gt;semiconductor nanostructure optoelectronics devices &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt;high power semiconductor lasers.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Meski sudah hampir satu dekade ia berada di AS, sampai sekarang ia masih memegang paspor hijau berlambang garuda. Pria ganteng ini mengaku mencintai Indonesia. Ia tidak malu mengakui bahwa Indonesia adalah tanah kelahirannya. &lt;em&gt;“Saya sangat cinta tanah kelahiran saya. Dan saya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia,” &lt;/em&gt;katanya serius. &lt;em&gt;“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Tentu saja jika bangsa kita terus bekerja keras,” &lt;/em&gt;kata Nelson lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;Impian Menjadi Profesor Sejak SD&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Nelson Tansu adalah anak kedua di antara tiga bersaudara buah hati pasangan Iskandar Tansu dan Lily Auw yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Kedua orang tua Nelson adalah pebisnis percetakan di Medan. Mereka adalah lulusan universitas di Jerman. Abang Nelson, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, AS. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Tampak jelas bahwa Nelson memang berasal dari lingkungan keluarga berpendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam perjalanan hidup dan karirnya, ia mengakui mendapat dukungan yang besar dari keluarga terutama kedua orang tua dan kakeknya. &lt;em&gt;“Mereka menanamkan mengenai pentingnya pendidikan sejak saya masih kecil sekali,”&lt;/em&gt; ujarnya. Ketika Nelson masih SD, kedua orang tuanya sering membanding-bandingkan Nelson dengan beberapa sepupunya yang sudah doktor. Perbandingan tersebut sebenarnya kurang pas. Sebab, para sepupu Nelson itu jauh di atas usianya. Ada yang 20 tahun lebih tua. Tapi, Nelson kecil menganggapnya serius dan bertekad keras mengimbangi sekaligus melampauinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Waktu akhirnya menjawab imipian Nelson tersebut. &lt;em&gt;“Jadi, terima kasih buat kedua orang tua saya. Saya memang orang yang suka dengan banyak tantangan. Kita jadi terpacu, gitu,”&lt;/em&gt;ungkapnya. Nelson mengaku, mendiang kakeknya dulu juga ikut memicu semangat serta disiplin belajarnya. &lt;em&gt;“Almarhum kakek saya itu orang yang sangat baik, namun agak keras. Tetapi, karena kerasnya, saya malah menjadi lebih tekun dan berusaha sesempurna mungkin mencapai standar tertinggi dalam melakukan sesuatu,”&lt;/em&gt; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Saat usia SD, Nelson kecil gemar membaca biografi para ilmuwan-fisikawan AS dan Eropa. Selain Albert Einstein yang menjadi pujaannya, nama-nama besar seperti Werner Heisenberg, Richard Feynman, dan Murray Gell-Mann ternyata sudah diakrabinya. &lt;em&gt;“Mereka hebat. Dari bacaan tersebut, saya benar-benar terkejut, tergugah dengan prestasi para fisikawan luar biasa itu. Ada yang usianya muda sekali ketika meraih PhD, jadi profesor, dan ada pula yang berhasil menemukan teori yang luar biasa. Mereka masih muda ketika itu,”&lt;/em&gt; jelas Nelson penuh kagum.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Berkat kegemarannya membaca itu, sejak kecil Nelson sudah mempunyai cita-cita yang besar.&lt;em&gt;“Sejak SD kelas 3 atau kelas 4 di Medan, saya selalu ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat. Ini benar-benar saya cita-citakan sejak kecil,”&lt;/em&gt; ujarnya dengan wajah serius.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Seiring dengan perjalanan waktu, Nelson meniti tangga pendidikan mengejar cita-cita masa kecilnya. Sebelum bertolak ke Amerika, lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan 1995 ini lolos menjadi finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Sukses ini membuat dirinya mendapat tawaran beasiswa dari Bohn’s Scholarships untuk kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Masuk kampus September 1995, laki-laki berdarah Tionghoa ini menyandang gelar bachelor of science hanya dalam tempo dua tahun lebih sembilan bulan. Predikatnya pun summa cum laude. Setelah merampungkan S-1-nya di bidang &lt;em&gt;applied mathematics, electrical engineering, and physics&lt;/em&gt; pada 1998, ia kebanjiran tawaran beasiswa dari berbagai perguruan tinggi top di Amerika. Meski ada tawaran dari universitas yang peringkatnya lebih tinggi, ia memilih tetap tinggal di Universitas Wisconsin dan meraih gelar doktor di bidang &lt;em&gt;electrical engineering&lt;/em&gt; pada Mei 2003.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selama bersekolah di sana, berkat beasiswa yang diperolehnya, orang tua Nelson hanya membiayai hingga tingkat S-1. Selebihnya berkat kerja keras dan prestasi Nelson sendiri. Biaya kuliah tingkat doktor hingga segala keperluan kuliah dan kehidupannya ditanggung lewat beasiswa universitas. &lt;em&gt;“Beasiswa yang saya peroleh sudah lebih dari cukup untuk membiayai semua kuliah dan kebutuhan di universitas,”&lt;/em&gt; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selama menggarap program doktornya, Nelson terus mengukir prestasi. Berbagai penghargaan dikoleksinya, antara lain WARF Graduate University Fellowships dan Graduate Dissertator Travel Funding Award. Bahkan, penelitan doktornya di bidang &lt;em&gt;photonics, optoelectronics, &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt;semiconductor nanostructires &lt;/em&gt;meraih penghargaan tertinggi di departemennya, yakni The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;Memilih di Lehigh University, AS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Setelah menyandang gelar doktor, Nelson mendapat tawaran menjadi asisten profesor dari berbagai penjuru universitas di Amerika. Peluang menggiurkan ini menjauhkan minatnya untuk kembali ke Tanah Air. Akhirnya, awal 2003, di usianya yang ke-25, ia memilih Lehigh University, dan menyandang gelar asisten profesor di bidang &lt;em&gt;electrical and computer engineering.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di AS, itu merupakan gelar untuk guru besar baru di perguruan tinggi. &lt;em&gt;“Walaupun saya adalah profesor di jurusan electrical and computer engineering, riset saya sebenarnya lebih condong ke arah fisika terapan dan quantum electronics,”&lt;/em&gt; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Lehigh University merupakan sebuah universitas unggulan di bidang teknik dan fisika di kawasan East Coast, Negeri Paman Sam. Ia berhasil menyisihkan 300 doktor yang kehebatannya tidak diragukan lagi. &lt;em&gt;“Seleksinya ketat sekali, sedangkan posisi yang diperebutkan hanya satu,”&lt;/em&gt;ujarnya menggambarkan situasi saat itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Lelaki penggemar buah-buahan dan masakan Padang itu mengaku lega dan beruntung karena dirinya yang terpilih. Menurut Nelson, dari segi gaji dan materi, menjadi profesor di kampus top seperti yang dia alami sekarang sudah cukup lumayan. Berapa sih lumayannya? &lt;em&gt;“Sangat bersainglah. Gaji profesor di universitas private terkemuka di Amerika Serikat adalah sangat kompetitif dibandingkan dengan gaji industri. Jadi, cukup baguslah, he…he…he…” &lt;/em&gt;katanya, sambil tersenyum.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebagai intelektual muda, dia menjalani kehidupannya dengan tiada hari tanpa membaca, menulis, serta melakukan riset. Tentunya, dia juga menyiapkan materi serta bahan kuliah bagi para mahasiswanya. Kesibukannya itu bertumpu pada tiga hal, yakni &lt;em&gt;learning, teaching, and researching.&lt;/em&gt; Boleh jadi, tak ada waktu sedikit pun yang dilalui Nelson dengan santai. Di sana, 24 jam sehari dilaluinya dengan segala aktivitas ilmiah. Waktu yang tersisa tak lebih dari istirahat tidur 4-5 jam per hari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selama mengajar di kampus, karena wajahnya yang masih muda, tak sedikit insan kampus yang menganggapnya sebagai mahasiswa S-1 atau program master. Dia dikira sebagai mahasiswa umumnya. Namun, bagi yang mengenalnya, terutama kalangan universitas atau jurusannya mengajar, begitu bertemu dirinya, mereka selalu menyapanya hormat: Prof Tansu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Di semester Fall 2003, saya mengajar kelas untuk tingkat Ph.D tentang physics and applications of photonics crystals. Di semester Spring 2004, sekarang, saya mengajar kelas untuk mahasiswa senior dan master tentang &lt;/em&gt;&lt;em&gt;semiconductor device physics. Begitulah,”&lt;/em&gt; ungkap Nelson menjawab soal kegiatan mengajarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selama September hingga Desember atau semester Fall 2004, dia mengajar kelas untuk tingkat Ph.D tentang &lt;em&gt;applied quantum mechanics for semiconductor nanotechnology&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;“Selain mengajar kelas-kelas di universitas, saya membimbing beberapa mahasiswa PhD dan post-doctoral research fellow di Lehigh University ini,”&lt;/em&gt; jelasnya saat ditanya mengenai kesibukan lainnya di kampus.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;Dikira Orang Turki atau Jepang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Meski namanya sudah banyak dikenal di seluruh dunia, hanya sedikit yang tahu bahwa guru besar muda ini berasal dari Indonesia. Di sejumlah kesempatan, banyak yang menganggap Nelson adalah orang Turki yang ada hubungan famili dengan mantan PM Turki Tansu Ciller.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ada pula yang mengira bahwa Nelson adalah orang Asia Timur, tepatnya Jepang. Yang lebih seru, beberapa universitas di Jepang malah terang-terangan melamar Nelson dan meminta dia “kembali” mengajar di Jepang. Seakan-akan Nelson memang orang sana dan pernah mengajar di Negeri Sakura itu. Dilihat dari nama, wajar jika kekeliruan itu terjadi. Begitu juga wajah Nelson yang seperti orang Jepang. Lebih-lebih di Amerika banyak profesor yang keturunan atau berasal dari Asia Timur dan sangat jarang yang berasal dari Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Nelson pun hanya senyum-senyum atas segala kekeliruan terhadap dirinya. &lt;em&gt;“Biasanya saya langsung mengoreksi. Saya jelaskan ke mereka bahwa saya asli Indonesia. Mereka memang agak terkejut sih karena memang mungkin jarang ada profesor asal aslinya dari Indonesia,”&lt;/em&gt;jelas Nelson.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tansu sendiri sesungguhnya bukan marga kalangan Tionghoa. Memang, nenek moyang Nelson dulu Hokkien, dan marganya adalah Tan. Tapi, ketika lahir, Nelson sudah diberi nama belakang “Tansu”, sebagaimana ayahnya, Iskandar Tansu. &lt;em&gt;“Saya suka dengan nama Tansu, kok,”&lt;/em&gt; kata Nelson dengan nada bangga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;Menjadi Rebutan Universitas AS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Berkat prestasinya yang luar biasa, ia sempat menjadi incaran dan rebutan kalangan universitas AS dan mancanegara. Ada yang menawari jabatan &lt;em&gt;associate professor&lt;/em&gt; yang lebih tinggi daripada yang dia sandang sekarang (&lt;em&gt;assistant professor&lt;/em&gt;). Ada pula yang menawari gaji dan fasilitas yang lebih heboh daripada Lehigh University.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tawaran-tawaran menggiurkan itu datang dari AS, Kanada, Jerman, dan Taiwan serta berasal dari kampus-kampus top. Semua datang sebelum maupun sesudah Nelson resmi mengajar di Lehigh University. Tapi, segalanya lewat begitu saja. Nelson memilih konsisten, loyal, dan komit dengan universitas di Pennsylvania itu. Tapi, tentu ada pertimbangan khusus yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Saya memilih ini karena Lehigh memberikan dana riset yang sangat signifikan untuk bidang saya, semiconductor nanostructure optoelectronic devices. Lehigh juga memiliki leaderships yang sangat kuat dan ambisinya tinggi menaikkan reputasinya dengan memiliki para profesor paling berpotensi dan ternama untuk melakukan riset berkelas dunia,”&lt;/em&gt; papar pengagum John Bardeen, fisikawan pemenang Nobel itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Nelson mengaku memilih universitas luar negeri sebagai wadah kiprah ilmiahnya karena semata-mata iklim keilmuan di sana sangat kondusif. Di sana ia bisa memanfaatkan fasilitas laboratorium yang lengkap, mengakses informasi dari perangkat berteknologi canggih, dan melahap buku-buku terbaru di perpustakaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Peran dan keberadaan para ilmuwan sangat dihargai dan dihormati di sana. Selain itu, fasilitas riset yang sangat ia butuhkan juga menunjang komitmennya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi negara dan dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Walaupun dikelilingi oleh berbagai fasilitas yang lengkap, hidup di perantauan membuatnya harus memendam rindu pada keluarga, teman, dan makanan khas Indonesia. Namun, kerinduan itu terobati dengan peluang berkarya yang lebih besar dan gaji yang cukup di universitas swasta ternama seperti tempatnya bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia memang tak mau menyebut angkanya. Tapi, sebagai gambaran, kata Nelson, rata-rata US$ 10.000 per bulan plus fasilitas kesehatan. &lt;em&gt;“Jumlah ini cukup kompetitif dengan gaji yang ditawarkan dunia industri,” &lt;/em&gt;kata ilmuwan muda yang rajin memberi ceramah di berbagai universitas di Amerika dan Eropa ini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;Ingin Cewek Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Meski memilih menetap di Amerika, ahli semikonduktor untuk serat optik ini mengaku akan mempertimbangkan dengan serius kalau pemerintah sungguh-sungguh membutuhkannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ditanya soal pacar, Nelson tersipu-sipu dan mengaku belum punya. Padahal, secara fisik, dengan tinggi 173 cm, berat 67 kg, dan wajah yang ganteng khas Asia, Nelson mestinya mudah menggaet atau digaet cewek di Amerika. &lt;em&gt;“Ha.. ha.. ha… Pertama, saya ini nggak ganteng ya. Tapi, begini, mungkin karena memang belum ketemu yang cocok dan jodoh saja. Saya sih, kalau bisa, ya dengan orang Indonesia-lah. Saya sih nggak melihat orang berdasarkan kriteria macem-macem. Yang penting orangnya baik, pintar, bermoral, pengertian, dan mendukung,”&lt;/em&gt;paparnya sambil tersipu malu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Ensiklopedi Tokoh Indonesia&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Lihat sekilas profilnya di acara Kick Andy.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="text-align: justify;display: block; "&gt;&lt;object width="600" height="368"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/kB-IUZ3jfI8?version=3&amp;amp;rel=1&amp;amp;fs=1&amp;amp;showsearch=0&amp;amp;showinfo=1&amp;amp;iv_load_policy=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="600" height="368" wmode="opaque"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="snap_nopreview sharing robots-nocontent" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;ul style="list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; float: left; text-indent: 0px !important; "&gt;&lt;li class="sharing_label" style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; line-height: 24px; float: left; font-weight: bold; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Share this:&lt;/li&gt;&lt;li class="share-twitter share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;div class="twitter_button" style="text-align: justify;margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 2px; padding-right: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html?url=http%3A%2F%2Fwp.me%2FpGocL-73&amp;amp;counturl=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2009%2F12%2F12%2Fnelson-tansu-profesor-termuda-di-as-dari-indonesia%2F&amp;amp;count=horizontal&amp;amp;text=Nelson%20Tansu%3A%20Profesor%20Termuda%20di%20AS%20dari%20Indonesia:" style="width: 97px; height: 20px; "&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-facebook share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-facebook share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2009/12/12/nelson-tansu-profesor-termuda-di-as-dari-indonesia/?share=facebook&amp;amp;nb=1" title="Share on Facebook" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/facebook.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Facebook&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-digg share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-digg share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2009/12/12/nelson-tansu-profesor-termuda-di-as-dari-indonesia/?share=digg&amp;amp;nb=1" title="Click to Digg this post" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/digg.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Digg&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-reddit share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-reddit share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2009/12/12/nelson-tansu-profesor-termuda-di-as-dari-indonesia/?share=reddit&amp;amp;nb=1" title="Click to share on Reddit" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/reddit.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Reddit&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-stumbleupon share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-stumbleupon share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2009/12/12/nelson-tansu-profesor-termuda-di-as-dari-indonesia/?share=stumbleupon&amp;amp;nb=1" title="Click to share on StumbleUpon" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/stumbleupon.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;StumbleUpon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-4413653271695204330?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/4413653271695204330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=4413653271695204330' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4413653271695204330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/4413653271695204330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/nelson-tansu-profesor-termuda-di-as.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-3177066557676495366</id><published>2011-01-16T04:42:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:43:05.566-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; line-height: 22px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Effendy: Profesor Kimia yang Menolak Tawaran dari Luar Negeri&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/12/prof-effendy-phd1.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-572" title="Prof Effendy PhD" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2009/12/prof-effendy-phd1.jpg?w=186&amp;amp;h=248" alt="" width="186" height="248" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namanya cukup singkat,&lt;strong&gt; Effendy, Ph.D.&lt;/strong&gt; Pada usia 38 tahun, dia sudah menjadi doktor bidang kimia anorganik fisik, konsentrasi kristalografi dari University of Western Australia. Dia tergolong profesor langka di Indonesia karena menekuni bidang yang langka.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sejak 1990 hingga saat ini, Effendy tercatat telah melakukan 74 kali penelitian. Semuanya terpublikasi dalam jurnal internasional. Antara lain Australian Journal of Chemistry, Inorganic Chemistry Communication, Inorganica Chimica Acta, The Journal of Chemical Society, dan Dalton Transactions. Termasuk jurnal kimia berbahasa Jerman, Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Peneliti kelahiran Bululawang, Malang, 29 September 1956 itu juga menulis artikel untuk beberapa jurnal nasional bidang kimia. Termasuk puluhan artikel yang dia tulis untuk jurnal MIPA UM (Universitas Negeri Malang, dulu IKIP Malang), forum penelitian di Lemlit UM, dan media Alchemie FMIPA Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sejak 1985, dosen di Departemen Kimia UM itu juga menulis delapan buku kimia. Baik untuk jenjang SMA maupun jenjang pendidikan S-1. Beberapa buku yang dia tulis dalam bahasa Inggris diperuntukkan bagi siswa SMA berstandar internasional. ­Buku pertamanya berjudul: Teori VSEPR: Teori Kepolaran dan Gaya Antarmolekul. Buku ini diselesaikan dalam waktu 20 tahun, sejak masih kuliah S-1. Sedangkan buku-buku lain dia selesaikan, rata-rata 10-15 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Penelitian yang dilakukan Effendy konsisten dalam bidang kimia anorganik fisik, konsentrasi kristalografi. Dia melakukan penelitian secara berantai dalam bidang yang masih jarang diterjuni peneliti kimia di Indonesia. Karena ketekunannya dalam bidang itulah, hingga saat ini dia masih aktif sebagai &lt;em&gt;visiting researcher&lt;/em&gt; pada departemen kimia di The University of Western Australia. Tenaganya masih dibutuhkan di sana.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Golongan penelitian yang ditekuni bapak tiga putra itu adalah basic science (ilmu pengetahuan dasar) kimia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;“Tanpa penelitian basic science yang kuat, sulit bagi negara ini bisa cepat maju dalam pembangunan bidang kimia. Bidang kimia banyak sekali kaitannya dengan kehidupan,”&lt;/em&gt; ungkap dosen teladan UM 1997 itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Dia mencontohkan, penelitiannya banyak berhubungan dengan struktur sebuah senyawa. Termasuk mensintesis (menciptakan) sebuah senyawa baru. Dengan mengetahui sebuah struktur suatu senyawa kimia secara jelas, bisa diprediksikan kegunaan sebuah senyawa tersebut. Senyawa baru yang dibuat dan dipetakan struktur atomnya bermanfaat untuk reaksi yang lebih besar. Kegunaannya bisa untuk dunia kedokteran, pertanian, industri, dan obat-obatan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Di banyak universitas luar negeri, keahlian mengutak-atik struktur sebuah senyawa kimia penting untuk pembuatan obat-obatan kimia. Pengetahuan struktur sebuah senyawa bisa untuk menentukan arah reaksi yang diharapkan. Dengan begitu, banyak problem dalam kehidupan yang bisa diperbaiki dengan pendekatan pengetahuan struktur sebuah senyawa kimia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;“Beberapa penelitian saya digunakan untuk aplikasi pembuatan antikanker, antijamur dan antibakteri oleh ilmuwan di Australia,”&lt;/em&gt; ungkap Effendy.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Menjadi peneliti, katanya, adalah tugas dosen. &lt;em&gt;“Tugas dosen utamanya adalah meneliti untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Di luar negeri, semua dosen begitu. Hanya di Indonesia yang tidak begitu,”&lt;/em&gt; sesalnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Saran dia kepada para dosen, mereka harus mulai konsentrasi melakukan penelitian. Sebaiknya mereka bekerja sama dengan peneliti dari luar negeri untuk bisa mengatasi masalah pendanaan. Sebab, dana penelitian sangat besar. Dia contohkan, untuk membuat sebuah senyawa baru, minimal dibutuhkan dana USD 2.000 (sekitar Rp 19 juta). Itu belum termasuk analisis struktur dan segala aspek lain. Tanpa kerja sama dengan peneliti luar negeri, sulit menghasilkan penelitian yang berkualitas dan dijadikan referensi internasional.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 1em; line-height: 22px; "&gt;Dengan keilmuan yang dia kuasai, Effendy mendapat banyak penawaran mengabdi secara tetap di institusi pendidikan lain di luar negeri, misalnya The University of Western Australia, maupun sebuah universitas di Kanada. Beberapa perguruan tinggi di dalam negeri, sebut saja ITB, UGM, dan UI, juga pernah menawarinya untuk pindah meneliti. Namun, semua tawaran itu dia tolak. Hingga kini dia masih bertahan sebagai peneliti dan dosen kimia UM. Untuk tawaran luar negeri, dia memilih menjadi &lt;em&gt;visiting researcher&lt;/em&gt; (peneliti tamu).&lt;/div&gt;&lt;span id="more-542"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px; "&gt;Mengapa semua tawaran itu dia tolak? Bagi Effendy, menjadi manusia bermanfaat jauh lebih penting ketimbang hanya mengejar materi. Untuk menjadi manusia bermanfaat bagi banyak orang, haruslah memilih wilayah yang banyak terdapat masalah. Indonesia, kata Effendy, masih punya segudang masalah yang bisa diselesaikan dengan kemampuan keilmuan yang dia miliki. Berbeda dengan negara maju yang sudah banyak tenaga ahli kimia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Dia merasa lebih banyak bermanfaat bagi masyarakat apabila berada di Indonesia. Di luar negeri, meski kompensasi materi jauh lebih besar, dia menganggap manfaatnya hanya untuk sekelompok orang. &lt;em&gt;“Saya tetap harus membangun Indonesia ini. Sebab, di sini masih banyak problem yang harus dijawab. Buku pelajaran kimia yang selalu up to date dengan perkembangan ilmu pengetahuan dunia saja, belum banyak yang ngurusi,”&lt;/em&gt; kata profesor yang lahir di desa kecil bernama Wandanpuro, Kabupaten Malang itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Ke depan, siswa bimbingan dari Prof. Allan H. White, Ph.D (profesor dengan publikasi terbanyak di dunia) itu ingin mendirikan pusat kristalografi di UM. Kristalografi bisa dikatakan sebuah metode cepat dan modern untuk mengetahui sebuah struktur senyawa kimia. Dengan kristalografi, banyak jenis bahan alam yang bisa diidentifikasi struktur kimianya untuk kemudian diarahkan kepada manfaat yang diinginkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;“Di Indonesia pusat kristalografi belum ada. Bahkan, di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sekalipun. Padahal, alat dan metode ini sangat penting untuk kemajuan ilmu pengetahuan kimia dan kimia aplikasi,” &lt;/em&gt;kata peneliti yang mengisi waktu luangnya dengan kegiatan bersih-bersih di rumah itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sumber: Jawa Pos&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-3177066557676495366?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/3177066557676495366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=3177066557676495366' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3177066557676495366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3177066557676495366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/effendy-profesor-kimia-yang-menolak.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-1574180810670076299</id><published>2011-01-16T04:40:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:41:09.555-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Dominic Brian: Anak Bali yang Masuk Guinness World Records untuk Mengingat Deret Angka&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/01/dominic-brian.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-611" title="Dominic-Brian" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/01/dominic-brian.jpg?w=182&amp;amp;h=253" alt="" width="182" height="253" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Dominic Brian&lt;/strong&gt;, bocah asal Kuta, Bali mencatatkan namanya dalam buku rekor dunia &lt;em&gt;Guinness World Records&lt;/em&gt; setelah berhasil menunjukkan kemampuannya mengingat 76 deret angka hanya dalam 60 detik.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Anak dari Gidion Hindartho dan Debora Intan Trisna yang lahir di Surabaya pada 26 November 1996 itu masuk dalam buku catatan rekor dunia yang diterbitkan perusahaan bir hitam Guinness, setelah menunjukkan kemampuannya pada acara pemecahan rekor yang dilaksanakan di taman satwa Bali Zoo Park di Gianyar, Bali, 15 Agustus 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pihak Guinness yang diwakili Alex memperlihatkan 80 angka kepada Dominic. Angka yang disodorkan adalah angka besar. Sesaat kemudian, Dominic diberikan melihat dalam waktu satu detik. Selanjutnya, pihak Guinness World memperlihatkan angka yang dilihat Dominic kepada pengunjung.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Satu per satu angka disebutkan dengan sempurna oleh bocah yang saban hari belajar secara&lt;em&gt;home schooling &lt;/em&gt;itu. Saat kali pertama, pihak Guinness memperlihatkan 100 angka kepada Dominic. Namun, jumlah angka yang masuk hitungan Guinness sebanyak 60 angka. Pasalnya, setelah ada kesalahan sekali, penghitungan selanjutnya kendati benar dianggap gagal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sukses pertama yang memecahkan rekor dunia itu diperbarui pada penghitungan kedua. Kali ini diperlihatkan 80 angka. Ternyata, Dominic bisa mengingat 76 angka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Perwakilan Guinness World Records Asia, Alex Iskandar Liew, memuji kemampuan yang ditunjukkan Brian. Selain itu, ia juga menilai hal itu sebagai rekor unik, mengingat umur yang bersangkutan masih tergolong anak-anak menuju remaja.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Meski begitu, rekor dunia yang dipecahkan Dominic Brian diperkirakan akan banyak mengundang munculnya penantang baru yang akan berusaha mengungguli rekor tersebut. &lt;em&gt;“Keunikannya karena pemecah rekor itu masih sangat muda, 12 tahun. Usaha untuk mampu mengingat seratus angka bukanlah hal yang gampang,”&lt;/em&gt; ujar Alex Iskandar Liew&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/01/dominic-with-alex-and-award.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignright size-medium wp-image-1849" title="dominic with Alex and award" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/01/dominic-with-alex-and-award.jpg?w=300&amp;amp;h=199" alt="" width="300" height="199" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: right; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurutnya, kemampuan Brian sangat luar biasa, sebab dalam waktu yang sangat singkat mampu mengingat sampai 76 deret angka. Kemampuan seperti itu jarang dimiliki oleh anak-anak seusianya, dan jika ada yang ingin menyamai atau bahkan mengungguli, memerlukan waktu belajar yang cukup lama.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Gidion Hindartho mengatakan bahwa meski anaknya mampu mencatatkan rekor dunia, namun dirinya tidak terlalu memberikan target pada Brian, kecuali hanya akan mengarahkan untuk mencapai cita-citanya. Dia mengaku selama ini hanya melatih daya ingat Brian melalui suatu metode latihan kemampuan daya ingat, yang sebenarnya dapat dilakukan oleh semua orang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Ini merupakan pelatihan memori kekuatan otak atau biasa disebut `power brain`. Semua orang sebenarnya bisa memaksimalkan daya ingat seperti yang dilakukan Brain. Anak-anak usia kelas tiga atau kelas empat sekolah dasar sebenarnya dapat dengan mudah mengingat seratus angka jika dilatih dengan metode yang tepat,”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Gidion menyatakan bangga karena Brian berkesempatan mengharumkan nama Indonesia khususnya Bali ke dunia internasional. Hal ini diharapkan semakin mengangkat citra Pulau Dewata di mata dunia internasional.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sementara itu, Dominic Brian mengaku hanya perlu waktu dua bulan untuk berlatih mengingat deret angka dalam waktu cepat, walaupun dalam satu hari hanya berlatih tiga kali. Dia menyatakan akan terus berlatih mengingat deret angka, guna dapat terus mencoba memperbaiki rekor yang dibuatnya, selain bersiap menghadapi para penantang yang diperkirakan segera bermunculan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Saya akan terus berusaha memperbaiki rekor ini, dengan target mengingat 104 deret angka. Saat latihan paling tinggi pernah mencapai angkat tersebut. Awalnya memang susah, tetapi kalau dilakukan secara tekun akan menjadi terbiasa,” &lt;/em&gt;katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Brian juga berhasil memecahkan rekor pada Museum Rekor Indonesia (Muri), yaitu mengingat 1 dek kartu &lt;em&gt;bridge (&lt;/em&gt;52 kartu) selama 100 detik dan mengingat 100 digit angka secara acak dalam waktu 12 menit.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Antara, Kidnesia, Pusat Hidup Cerdas, Jawa Pos, Guinness World Records&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.tv/main/read/0/l863997/0" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;Video saat Dominic Brian masuk GWR yang diliput SCTV&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="text-align: justify;display: block; "&gt;&lt;object width="600" height="368"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/KMI1UwCZPYw?version=3&amp;amp;rel=1&amp;amp;fs=1&amp;amp;showsearch=0&amp;amp;showinfo=1&amp;amp;iv_load_policy=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="600" height="368" wmode="opaque"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="snap_nopreview sharing robots-nocontent" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;ul style="list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; float: left; text-indent: 0px !important; "&gt;&lt;li class="sharing_label" style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; line-height: 24px; float: left; font-weight: bold; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Share this:&lt;/li&gt;&lt;li class="share-twitter share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;div class="twitter_button" style="text-align: justify;margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 2px; padding-right: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html?url=http%3A%2F%2Fwp.me%2FpGocL-9N&amp;amp;counturl=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2010%2F01%2F20%2Fdominic-brian-anak-bali-yang-masuk-guiness-world-records-untuk-mengingat-deret-angka%2F&amp;amp;count=horizontal&amp;amp;text=Dominic%20Brian%3A%20Anak%20Bali%20yang%20Masuk%20Guinness%20World%20Records%20untuk%20Mengingat%20Deret%20Angka:" style="width: 97px; height: 20px; "&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-facebook share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-facebook share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/01/20/dominic-brian-anak-bali-yang-masuk-guiness-world-records-untuk-mengingat-deret-angka/?share=facebook&amp;amp;nb=1" title="Share on Facebook" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/facebook.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Facebook&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-digg share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-digg share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/01/20/dominic-brian-anak-bali-yang-masuk-guiness-world-records-untuk-mengingat-deret-angka/?share=digg&amp;amp;nb=1" title="Click to Digg this post" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/digg.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Digg&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-reddit share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-reddit share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/01/20/dominic-brian-anak-bali-yang-masuk-guiness-world-records-untuk-mengingat-deret-angka/?share=reddit&amp;amp;nb=1" title="Click to share on Reddit" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/reddit.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Reddit&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-stumbleupon share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-stumbleupon share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/01/20/dominic-brian-anak-bali-yang-masuk-guiness-world-records-untuk-mengingat-deret-angka/?share=stumbleupon&amp;amp;nb=1" title="Click to share on StumbleUpon" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/stumbleupon.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;StumbleUpon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-1574180810670076299?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/1574180810670076299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=1574180810670076299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1574180810670076299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1574180810670076299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/dominic-brian-anak-bali-yang-masuk.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-8625002303814533885</id><published>2011-01-16T04:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:39:26.065-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Ketty Munaf Rosenfeld: Direktur Cooperative Education di Northeastern University, AS&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/03/ketty-munaf-iproud.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-1292" title="Ketty Munaf iProud" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/03/ketty-munaf-iproud.jpg?w=178&amp;amp;h=240" alt="" width="178" height="240" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecintaan pada dunia pendidikan akhirnya mengantarkan &lt;strong&gt;Ketty Munaf Rosenfeld&lt;/strong&gt; menjadi orang penting di Northeastern University (NU), Boston, Amerika Serikat. Sejak 2006, ia menjabat sebagai Direktur &lt;em&gt;Cooperative Education &lt;/em&gt;di universitas tersebut.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Posisi yang dipegang Ketty sejatinya posisi baru, yang menangani program untuk membantu mahasiswa NU agar dapat memiliki pengalaman kerja selama 6 bulan di berbagai perusahaan di sejumlah negara di dunia. &lt;em&gt;“Waktu itu Presiden NU ingin agar para lulusannya bisa &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;, tidak hanya di Boston, tapi juga di negara-negara lain di dunia,”&lt;/em&gt; ujarnya. Ketty sendiri berpendapat, perusahaan akan memperoleh hasil yang yang lebih baik jika memiliki tenaga kerja yang lebih bervariasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia mengaku menghadapi tantangan yang cukup banyak dalam pekerjaannya saat ini. Karena misi program ini adalah memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa, salah satu tantangannya adalah dalam hal pendanaan. Namun, ia bersyukur karena berhasil memperoleh beasiswa senilai US$ 500 ribu bagi program ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pehobi menari ini juga sangat menikmati pekerjaannya sekarang. &lt;em&gt;“Bagaimana tidak cinta dengan pekerjaan. Saya bisa dibiayai keliling dunia,”&lt;/em&gt; ujarnya bercanda. Dalam menangani program ini, Ketty memang dituntut bepergian ke beberapa negara. Dalam setahun, ia dapat melakukan perjalanan ke luar negeri 3-4 kali.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selulus SMU Tarakanita, Ketty masuk ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Namun, ia hanya menjalani perkuliahan selama Juli 1979-Juli 1980. Alasannya, hukum bukanlah bidang yang benar-benar ingin ditekuninya. Hanya saja, bersamaan dengan kuliah hukumnya, ia juga kuliah di Jurusan Sastra Inggris IKIP Jakarta. &lt;em&gt;“Kampus UI dan IKIP saat itu bersebelahan, jadi saya kuliah dobel. Wah…sudah seperti orang gila &lt;em&gt;deh&lt;/em&gt;, lari-lari kuliah di UI dan IKIP,”&lt;/em&gt; katanya mengenang sambil tertawa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Namun, saat kuliah di IKIP, Ketty semakin menyadari bahwa di Indonesia belum ada jurusan yang dapat menjadikannya mampu mewujudkan mimpi: mendirikan sekolah internasional di Jakarta. Ia ingin membuat sekolah dengan sistem pendidikan Amerika Serikat&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; Maka, dengan semangat dan kecintaannya terhadap dunia pendidikan, Ketty pun berangkat ke AS dan melanjutkan kuliah di bidang pendidikan yang ia inginkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia memulai kuliah &lt;em&gt;Elementary &amp;amp; Early Childhood Education&lt;/em&gt; di American University, Washington DC, pada Mei 1983. &lt;em&gt;“Saya sangat beruntung, keluarga saya dapat membantu saya kuliah di Amerika,” &lt;/em&gt;ungkap wanita kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1959 ini. Setelah memperoleh gelar&lt;em&gt;bachelor of arts &lt;/em&gt;dari American University, ia pun melanjutkan kuliahnya ke jenjang master di Boston University, dengan studi &lt;em&gt;Education in Bilingual Education.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ibu tiga anak ini mengawali kariernya di AS sebagai guru SD, sambil menjalani kuliah master. Ia menjadi guru SD selama 1985-87. Setelah itu, karena anak-anaknya masih kecil, Ketty tidak bekerja, tetapi menjadi voluntir di Parents Teacher Association di sekolah anak-anaknya dan ia menjadi presiden asosiasi tersebut. Saat itulah ia belajar bahwa sekolah itu banyak didukung komunitas dan pemerintah setempat serta mendapat dana untuk kegiatannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tahun 1994, setelah anaknya yang bungsu telah cukup besar, Ketty bergabung dengan NU sebagai asisten direktur. Saat itu ia membantu program &lt;em&gt;home country placement&lt;/em&gt; yang didanai USAID. Program itu bertujuan agar mahasiswa Indonesia di AS yang telah lulus kembali ke Tanah Air. Ia membantu pelaksanaan program tersebut selama 1994-97.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tahun 1997 ia masuk ke Departemen &lt;em&gt;Carrier Service&lt;/em&gt; NU, membantu mahasiswa internasional di universitas tersebut agar bisa lebih kompetitif dalam bekerja di AS. Saat itu posisinya adalah sebagai &lt;em&gt;carrier coach&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;associate director&lt;/em&gt;. Dan, tahun 2006, Presiden NU menawari Ketty posisi sebagai Direktur &lt;em&gt;Cooperative Education&lt;/em&gt;, jabatan yang diembannya sampai sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;a href="http://swa.co.id/2010/03/11927/" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;em&gt;SWAsembada&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-8625002303814533885?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/8625002303814533885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=8625002303814533885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/8625002303814533885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/8625002303814533885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/ketty-munaf-rosenfeld-direktur.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-7791972034558020727</id><published>2011-01-16T04:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:38:34.685-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Anies Baswedan: Masuk “100 Tokoh Intelektual Dunia” Versi Foreign Policy, AS dan “20 Tokoh Perubahan Dunia 20 Tahun Mendatang” Versi Foresight, Jepang&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/04/anies-baswedan.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1919" title="anies baswedan" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/04/anies-baswedan.jpg?w=125&amp;amp;h=192" alt="" width="125" height="192" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rektor Paramadina &lt;strong&gt;Anies Baswedan&lt;/strong&gt; terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang versi majalah&lt;em&gt;Foresight&lt;/em&gt; yang terbit di Jepang akhir April ini.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam edisi khusus yang berjudul “20 Orang 20 Tahun”, itu &lt;em&gt;Foresight&lt;/em&gt;mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Siaran pers Universitas Paramadina di Jakarta, 30 April 2010 menyebutkan nama Anies dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House of Representative AS, Paul Ryan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Majalah bulanan berbahasa Jepang itu menulis bahwa cucu almarhum AR Baswedan — tokoh yang ikut andil dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia — itu merupakan salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Anies adalah seorang muslim moderat yang sampai saat ini tetap konsisten pada pendiriannya untuk tidak memihak pada kekuatan (politik) tertentu,”&lt;/em&gt; tulis Foresight (http://www.shinchosha.co.jp/foresight/what/what.html).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menurut majalah itu, karena citranya yang netral, adil, serta memiliki pandangan yang berimbang itulah, Anies berhasil meraih kepercayaan luar biasa dari masyarakat luas, termasuk banyak tokoh politik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Anies sendiri tidak ingin membanggakan diri. Ayah empat anak yang dikenal sederhana dan selalu optimis itu menganggap bahwa berbagai penghargaan kelas dunia yang diterimanya sebenarnya menunjukkan makin besarnya perhatian dunia terhadap Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada 2 – 6 Mei mendatang Anies juga diundang menjadi pembicara asal Indonesia pada pertemuan puncak tokoh muda dunia, “Young Global Leaders Summit” di Tanzania, Afrika.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Direktur Marketing &amp;amp; Public Relations Universitas Paramadina, Syafiq Basri Assegaff, menyatakan bahwa apresiasi Foresight itu menjadi sinyal bahwa dunia pendidikan di Indonesia punya peran penting.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Sebab beliau bukan saja satu-satunya orang dari Asia Tenggara yang disebut di situ, melainkan juga merupakan satu-satunya pendidik dalam daftar di Foresight itu,”&lt;/em&gt; kata Syafiq.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menurut dia, penghargaan itu bukan saja menjadi tantangan bagi Anies secara pribadi.&lt;em&gt; “Saya pikir, ini sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh staf di Paramadina untuk menunjukkan tekad serius mencapai mutu kelas dunia — &lt;/em&gt;&lt;em&gt;world class quality&lt;/em&gt;&lt;em&gt; – dalam berbagai aspek,” &lt;/em&gt;kata Syafiq sambil menambahkan bahwa, pihak Paramadina patut bersyukur atas prestasi baru ini, setelah dua kali penghargaan kelas dunia berturut-turut diterima sang rektor selama dua tahun sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada April 2008 lalu majalah &lt;em&gt;Foreign Policy&lt;/em&gt;, Amerika, pernah memilih Anies sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar “100 Tokoh Intelektual Dunia” bersama Noam Chomsky, Al Gore, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Vaclav Havel, Thomas Friedman, Bernard Lewis, Lee KuanYew dan pemenang Nobel asal Bangladesh Muhammad Yunus (http://www.foreignpolicy.com/articles/coming_soon/4262 dan http://www.guardian.co.uk/uk/2008/jun/23/2 ).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tahun 2009 Anies juga mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang “Young Global Leaders 2009″ dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum, WEF). Namanya disejajarkan bersama 230 orang Pemimpin Muda Dunia yang dianggap memiliki prestasi dan komitmen kepada masyarakat, serta mempunyai potensi untuk berperan dalam memperbaiki dunia masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tokoh dunia lain yang juga masuk daftar Pemimpin Muda Dunia di antaranya adalah pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, pegolf Tiger Woods, Anchor CNBC-India Shireen Bhan, CEO YouTube Chad Hurley dan pembalap F-1 Michael Schumacher.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Majalah bulanan &lt;em&gt;Foresight&lt;/em&gt; diterbitkan salah satu penerbit tertua Jepang, Shinchosha, dan merupakan majalah berkualitas prima yang mengulas berita dan analisa poilitik dan ekonomi internasional dan domestic Jepang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Anies Baswedan lahir pada 7 Mei 1969. Doktor ilmu politik dari Northern Illinois University, AS, ini lahir dari keluarga pendidik ini menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Antara&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;object width="600" height="475"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/VAZIn6kY9iw&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="600" height="475" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="text-align: justify;display: block; "&gt;&lt;object width="600" height="368"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/OIgYQkk6SZk?version=3&amp;amp;rel=1&amp;amp;fs=1&amp;amp;showsearch=0&amp;amp;showinfo=1&amp;amp;iv_load_policy=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="600" height="368" wmode="opaque"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="snap_nopreview sharing robots-nocontent" style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;ul style="list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; float: left; text-indent: 0px !important; "&gt;&lt;li class="sharing_label" style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; line-height: 24px; float: left; font-weight: bold; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Share this:&lt;/li&gt;&lt;li class="share-twitter share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;div class="twitter_button" style="text-align: justify;margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0px !important; padding-top: 2px; padding-right: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" scrolling="no" src="http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.html?url=http%3A%2F%2Fwp.me%2FpGocL-uV&amp;amp;counturl=http%3A%2F%2Findonesiaproud.wordpress.com%2F2010%2F04%2F30%2Fanies-baswedan-masuk-100-tokoh-intelektual-dunia-versi-foreign-policy-as-dan-20-tokoh-perubahan-dunia-20-tahun-mendatang-versi-foresight-jepang%2F&amp;amp;count=horizontal&amp;amp;text=Anies%20Baswedan%3A%20Masuk%20%22100%20Tokoh%20Intelektual%20Dunia%22%20Versi%20Foreign%20Policy%2C%20AS%20dan%20%2220%20Tokoh%20Perubahan%20Dunia%2020%20Tahun%20Mendatang%22%20Versi%20Foresight%2C%20Jepang:" style="width: 97px; height: 20px; "&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-facebook share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-facebook share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/04/30/anies-baswedan-masuk-100-tokoh-intelektual-dunia-versi-foreign-policy-as-dan-20-tokoh-perubahan-dunia-20-tahun-mendatang-versi-foresight-jepang/?share=facebook&amp;amp;nb=1" title="Share on Facebook" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/facebook.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Facebook&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-digg share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-digg share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/04/30/anies-baswedan-masuk-100-tokoh-intelektual-dunia-versi-foreign-policy-as-dan-20-tokoh-perubahan-dunia-20-tahun-mendatang-versi-foresight-jepang/?share=digg&amp;amp;nb=1" title="Click to Digg this post" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/digg.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Digg&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-reddit share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-reddit share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/04/30/anies-baswedan-masuk-100-tokoh-intelektual-dunia-versi-foreign-policy-as-dan-20-tokoh-perubahan-dunia-20-tahun-mendatang-versi-foresight-jepang/?share=reddit&amp;amp;nb=1" title="Click to share on Reddit" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/reddit.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Reddit&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="share-stumbleupon share-regular" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; list-style-type: none !important; list-style-position: outside !important; list-style-image: none !important; float: left; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;a rel="nofollow" class="share-stumbleupon share-icon" href="http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/04/30/anies-baswedan-masuk-100-tokoh-intelektual-dunia-versi-foreign-policy-as-dan-20-tokoh-perubahan-dunia-20-tahun-mendatang-versi-foresight-jepang/?share=stumbleupon&amp;amp;nb=1" title="Click to share on StumbleUpon" style="text-align: justify;text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 20px; line-height: 24px; display: block; font-weight: bold; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/mu-plugins/sharing/images/stumbleupon.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; border-top-style: none !important; border-right-style: none !important; border-bottom-style: none !important; border-left-style: none !important; border-width: initial !important; border-color: initial !important; background-position: 0% 50%; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;StumbleUpon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-7791972034558020727?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/7791972034558020727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=7791972034558020727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/7791972034558020727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/7791972034558020727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/anies-baswedan-masuk-100-tokoh.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-1014631193451329023</id><published>2011-01-16T04:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:35:03.222-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Iis P. Tussyadiah: Dosen dan Peneliti Bidang Pariwisata dan Teknologi di AS&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/03/iis-p-tussyadiah.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1224" title="Iis P Tussyadiah" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/03/iis-p-tussyadiah.jpg?w=200&amp;amp;h=270" alt="" width="200" height="270" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi dosen dan peneliti di luar negeri adalah impian banyak orang. Namun, hanya segelintir orang yang mampu menggapainya. &lt;strong&gt;Iis P. Tussyadiah&lt;/strong&gt; adalah salah seorang yang beruntung itu. Ia mendedikasikan diri ke dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan di Jepang dan Amerika Serikat sejak 2006.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Saya ingin menjadi pakar di bidang teknologi pariwisata dan terus melakukan penelitian,”&lt;/em&gt; ucap &lt;em&gt;Associate Director&lt;/em&gt;National Laboratory for Tourism &amp;amp; eCommerce&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;School of Tourism &amp;amp; Hospitality Management, Temple University, AS ini. Dengan jabatannya itu, Iis memiliki tugas mengajar program master dan doktor, &lt;em&gt;adviser &lt;/em&gt;tingkat doktor, serta meneliti bidang pariwisata dan teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebelum hijrah ke negera yang kini dipimpin Barack Obama itu, Iis pernah menjadi asisten dosen dan peneliti di Universitas Tohoku, Jepang. Pekerjaannya itu dilakoni lantaran ia juga tercatat sebagai mahasiswa S-3 di universitas tersebut. &lt;em&gt;“Lalu, di tahun terakhir studi, saya mengirim resume ke Temple University untuk mengisi posisi &lt;/em&gt;&lt;em&gt;postdoctoral/lecturer. Setelah satu kali wawancara, saya diterima dan harus mulai bekerja beberapa hari setelah ujian disertasi tahun 2006,”&lt;/em&gt; ia menerangkan. Iis menjadi dosen selama dua tahun, kemudian mendapatkan promosi sebagai &lt;em&gt;assistant professor &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;associate director &lt;/em&gt;di lab tempatnya bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Peraih gelar &lt;em&gt;Master of Engineering, Industrial Engineering and Management &lt;/em&gt;dari Institut Teknologi Bandung itu mengaku telah mendapat banyak publikasi di jurnal internasional, juga&lt;em&gt;best paper award &lt;/em&gt;dari beberapa konferensi internasional sebagai bentuk prestasi kerjanya selama ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bagi Iis, untuk mencapai prestasi dan karier seperti sekarang, perlu perjuangan ekstra.&lt;em&gt;“Kemampuan intelijensi saja tidak cukup. Namun, kita harus menunjukkan kepercayaan diri, asertif dan persuasif,”&lt;/em&gt; ia memaparkan kiat sukses meniti karier di Negeri Adidaya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Iis mengaku dalam perjalanan kariernya di negeri orang, ia pun menghadapi banyak rintangan.&lt;em&gt;“Awalnya, kendala bahasa dan budaya,”&lt;/em&gt; tuturnya. Maklum, ia dibesarkan di lingkungan dan keluarga yang dituntun untuk bersikap tidak menonjolkan diri (&lt;em&gt;humble&lt;/em&gt;), sementara salah satu kunci sukses di AS adalah perlunya menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dan “menjual” kemampuan lewat presentasi riset. Solusinya, ia mengubah sikap menjadi lebih adaptif dan terbuka dengan tuntutan pekerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menurutnya, bekerja di AS tidak hanya membuat ia lebih paham tentang bidang penelitian yang diminati, tetapi juga memberikan pengalaman bekerja dengan banyak pendidik dan peneliti dari berbagai negara dan latar belakang. Selain lebih terpacu untuk belajar lebih banyak, ia juga terdorong lebih mengembangkan kemampuan profesional dan sosial yang berkaitan dengan keberagaman&lt;em&gt;, mutual respect &lt;/em&gt;dan etika.&lt;/p&gt;&lt;p lang="sv-SE" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sampai kapan bekerja di luar negeri? &lt;em&gt;“Belum tahu,”&lt;/em&gt; ujar Iis yang juga belum berencana pulang kampung. Yang jelas, ia tergiur mengadu nasib ke mancanegara lantaran bidang penelitian yang cocok untuk peluang karier itu.&lt;/p&gt;&lt;p lang="sv-SE" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;Sumber: &lt;a href="http://swa.co.id/2010/03/11927/" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;SWAsembada&lt;/a&gt;, Temple University&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-1014631193451329023?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/1014631193451329023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=1014631193451329023' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1014631193451329023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/1014631193451329023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/iis-p.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-6465929127596576024</id><published>2011-01-16T04:33:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:34:00.481-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;George Anwar: Doktor Teknik Mesin &amp;amp; Robot di AS&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/george-anwar.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-832" title="George Anwar" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/george-anwar.jpg?w=220&amp;amp;h=162" alt="" width="220" height="162" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Dr. George Anwar&lt;/strong&gt;, putra sulung dari pasangan Anwar Rawy dan Mary Anwar, besar di lingkungan keluarga yang menekankan pentingnya pendidikan.  Ia selalu mendapatkan predikat terbaik sejak kecil dari bangku sekolahnya. George lahir di Hongkong ketika ayahnya bekerja sebagai wartawan luar negeri Kantor Berita &lt;em&gt;Antara&lt;/em&gt;di jajahan Inggris itu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada awal pemerintahan Orde Baru (1966), ia kembali ke Indonesia. Di perguruan Taman Siswa, Kemayoran, Jakarta, dia mengalami pendidikan SD-nya hanya 9 bulan, karena ayahnya ditugaskan kembali ke luar negeri sebagai kepala perwakilan&lt;em&gt;Antara&lt;/em&gt; yang pertama untuk Singapura setelah konfrontasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tiga  tahun kemudian, pindah ke San Francisco. Di negeri Paman Sam inilah George memulai pendidikannya sejak dari SD, SMP, SMA hingga mengakhiri pendidikannya di University of California, Berkeley, salah satu Universitas ternama di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada tahun 1982 dia memperoleh gelar sarjananya dalam dua bidang, yaitu Nuclear And Mechanical Engineering. Untuk meneruskan pendidikannya dia mengambil jalan pintas, langsung masuk ke dalam program S3. Tahun 1987 diperolehnya gelar kandidat Doktor dalam Specializing in Automatic Controls and Robotics, sekaligus gelar Master di bidang Mechanical Engineering, Dynamics and Controls direngkuhnya pula.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dia lulus pendidikan Doktor di bidang yang sama pada bulan Mei 1991. Saat ini dia aktif sebagai dosen di UC Berkeley dan San Francisco State University.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di mata para  sahabatnya, George adalah sosok yang sederhana. Baginya tampilan luar seperti pakaian atau  penampilan, bukanlah sesuatu yang demikian penting.  Dia lebih suka tampil dan berkata apa adanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bagi para mahasiswa, Dr. George Anwar adalah salah satu dosen yang tidak membosankan.  Tutur bahasanya mudah diikuti sehingga  mahasiswa mudah mencerna pengetahuan yang dia sampaikan di depan kelas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sejak kecil Dr. George Anwar memang menyukai dunia teknologi terutama teknologi robot.  Maka tak heran tesis yang diambilnya saat merengkuh gelar Phd adalah mengenai seputar Robotic Technology.  Dia sendiri  saat ini adalah Kepala Departemen  &lt;em&gt;Mechanical Engineering&lt;/em&gt; di unit riset UC Barkeley.  Dia dengan senang hati sempat memberikan tur keliling departemen tersebut kepada mahasiswa-mahasiwa dari UNIKOM Bandung yang ikut lomba &lt;em&gt;Robogames&lt;/em&gt; di San Francisco beberapa waktu lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bersama para ilmuwan lainnya, seperti Prof. Dr. M. Tomizuka, George Anwar telah membantu masyarakat dengan menuliskan artikel-artikel yang diterbitkan dalam berbagai jurnal ilmiah.  Artikel-artikel tersebut diantaranya  &lt;em&gt;Low Velocitiy Friction Compensation and Feedforward Solution Based on Repetitive Control&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Plug in Repetitive Control for Industrial Robotic Manipulators&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Discrete time Repetitive Control for Robot Manipulators&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Seperti orang sukses lainnya, Dr. George Anwar yang semasa SMA pernah ikut pertandingan atletik ini menerima banyak penghargaan. Beberapa di antaranya adalah UC Berkeley Departmental Citation for Outstanding Undergraduate Accomplishments in Nuclear Engineering, 1981 – 1982; UC Berkeley, Outstanding Graduate Student Instructor, 1988 – 1989.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Proyek penelitian adalah bagian dari keahlian yang dimiliki George. Ia telah melakukan banyak penelitian, mulai dari penelitian untuk keperluan pengembangan teknologi otomotif sampai teknologi kesehatan.  Dia pernah memimpin penelitian  di LabVIEW yang berbasis sistem pengawasan lingkungan bangunan untuk pusat pembangunan lingkungan di Universitas Berkeley merancang akuisisi multi-data berkecepatan tinggi untuk perusahaan Ford Motor dalam penelitian anti-selip otomotif.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia juga mengembangkan analog/digital multi-prosesor sistem komputer VME untuk pemetaan jantung yang digunakan oleh UCSF untuk penelitian jantung dan dibangun sistem kontrol gerakan arsitektur terbuka untuk penelitian kontrol gerakan umum, yang berujung didirikan Intergrated Motions, Inc, perusahaan konsultasi yang beroperasi di Berkeley, California. Dia adalah salah satu pendiri sekaligus presiden perusahaan ini sejak tahun 1994.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;George Anwar telah menangani lebih dari 30 klien. Beberapa di antaranya adalah Lawrence Livermore Lab. Livermore, CA; NASA, Mountain View, CA; Tieryo Inc., Osaka, Jepang; IBM, San Jose, CA; Ford Motor Company, Dearborn, MI; UC Berkeley, Berkeley, CA; UCSF School of Medicine, San Francisco, CA; Applied Materials, San Jose, CA. dan Innovative Robotic, San Jose, CA.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Soal keterlibatannya dalam Lawrence Livermore Lab, Dr. George Anwar adalah satu-satu-satunya warga Indonesia yang bisa menjadi peneliti di sana.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia juga telah merasakan berbagai pekerjaan. Pertama, pada tahun 1983 – 1985, ia bekerja untuk IXYS Corp.  sebagai anggota staf teknis. Kemudian pada 1985, dia bekerja sebagai konsultan teknis di Xbergraphics, Inc. Setelah itu dari 1986 – 1991, dia telah mencoba berbagai pekerjaan di UC Berkeley seperti peneliti / asisten pengajar, instruktur, dan mengunjungi penelitian insinyur. Pada tahun 2005, ia menjadi salah satu dosen dari UC Berkeley dan di tahun 2008 ia juga menjadi dosen di San Francisco State University.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dengan sederet penghargaan dan pengalaman kerja serta kesibukan luar biasa,  kegiatan mengajar menjadi kegiatan yang tak bisa dia tinggalkan.  Ketika ditanya kenapa memilih menjadi dosen, dia menjawab bahwa dirinya amat menyukai dunia mengajar.  Baginya membagikan ilmu sama pentingnya dengan  menuntut ilmu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Bukankah ilmu yang kita miliki pada akhirnya mesti kita sebarkan atau implementasikan untuk membantu sesama?”&lt;/em&gt; jawabnya singkat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sekali lagi Dr. George Anwar merasa bersyukur dibesarkan oleh lingkungan keluarga yang disiplin dan begitu menekankan pentingya pendidikan. Dalam mendidik,  George mengaku orangtuanya berpengaruh besar sehingga dirinya menjadi seperti sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Cerdas saja tak cukup, melainkan disertai kedisplinan,  ketekunan dan dukungan keluarga, “&lt;/em&gt;kata pria yang sejak sekolah selalu dikategorikan A+ Student ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dia adalah contoh yang baik dan dapat dijadikan teladan, terutama bagi para pelajar Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: Vincent Lie, &lt;em&gt;Kabarinews&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-6465929127596576024?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/6465929127596576024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=6465929127596576024' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/6465929127596576024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/6465929127596576024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/george-anwar-doktor-teknik-mesin-robot.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-134257068850483096</id><published>2011-01-16T04:30:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T04:30:58.637-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; line-height: 22px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Taufik: Anak Priok yang Jadi Profesor Muda di AS&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/taufik.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-836" title="Taufik" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/02/taufik.jpg?w=134&amp;amp;h=185" alt="" width="134" height="185" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada pepatah yang mengatakan bahwa batu pun akan berlubang jika ditetesi air terus menerus. Pepatah yang bisa dimaknai bahwa apa pun dapat diraih jika dilakukan dengan giat dan kerja keras. Tak terkecuali bagi &lt;strong&gt;Taufik&lt;/strong&gt;, Profesor yang menjadi pengajar di Cal Poly State University, California, Amerika Serikat.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Profesor muda kelahiran Jakarta, 13 September 1969 yang lebih senang dipanggil ‘Mas’ daripada ‘Prof’ ini, bercerita bagaimana kerja keras dan disiplin membuatnya meraih jenjang seperti sekarang. Sekedar catatan, Taufik tak pernah mau disebut orang sukses. Sampai detik ini dia masih merasa perlu belajar banyak hal kepada banyak orang, itu alasannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Besar dan lahir di daerah yang dulu dikenal sebagai daerah ‘bronx’-nya Jakarta, Tanjung Priok, semenjak SD hingga SMA Taufik justru selalu menjadi bintang kelas. Meski sejak SD menyukai pelajaran ilmu eksakta, dia sebetulnya punya cita-cita jadi tentara,&lt;em&gt; “Dulu saya bercita-cita jadi tentara, Maklum, saya sekolah di SD yang dikelola oleh dan berlokasi di asrama Arhanud (Artileri Pertahananan Udara-red), jadi teman saya hampir semua anaknya tentara, dan setiap hari saya melihat tentara,”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 1em; line-height: 22px; "&gt;Ketika menginjak bangku SMA, dia memutuskan pilihan mengambil jurusan A1 (Fisika). Dari situlah dirinya mulai berpikir untuk menjadi insinyur. Terbukti ‘jalur’ yang dipilihnya tepat karena bertahun-tahun kemudian, anak Priok itu sekarang sudah berlabuh di Amerika Serikat dengan segenap titel pendidikan yang membanggakan.&lt;/div&gt;&lt;span id="more-835"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 1em; line-height: 22px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: Georgia, serif; font-weight: normal; line-height: normal; "&gt;&lt;strong style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 1em; line-height: 22px; "&gt;Selalu Mendapat Beasiswa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Seperti telah disebutkan, orang yang mau bekerja keras pasti akan diberikan banyak jalan. Demikian pula yang dialami Taufik. Lulus dari SMA Negeri 13 Jakarta dengan predikat terbaik satu angkatan, dia kemudian mendapat beasiswa melanjutkan kuliah di Northern Arizona University tahun 1989. &lt;em&gt;“Waktu itu saya mendapat kesempatan beasiswa dari Pemerintah, Alhamdulillah inilah kesempatan pertama saya belajar di luar negeri.”&lt;/em&gt; kata Taufik. Tahun 1993 gelar &lt;em&gt;Bachelor in Science&lt;/em&gt; pun dia rengkuh dengan predikat &lt;em&gt;Cum Laude&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;em&gt;“Jika sudah lulus sarjana di Amerika, sayang sekali jika tak melanjutkan ke jenjang S2 dan S3, maka saya akhirnya memutuskan untuk meneruskan kuliah lagi.”&lt;/em&gt; imbuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Pria yang mengagumi petinju Muhammad Ali ini kemudian menambahkan, &lt;em&gt;“Dan kalau belajar S2 atau S3 di Amerika pakai biaya atau bayar, rugi sekali, terutama untuk orang-orang perantauan seperti kita. Sebaiknya cari beasiswa, banyak disediakan kok.”&lt;/em&gt; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Untuk meraih gelar &lt;em&gt;Master&lt;/em&gt;, Taufik kemudian diterima di University Illinois of Chichago. Menurut Taufik, ada sedikit beda pemahaman beasiswa di Amerika dan di Indonesia terutama dalam implementasi. &lt;em&gt;“Kalau di Indonesia mungkin tahunya kuliah gratis atau dibayari, kalau di sini, kebanyakan ada imbal baliknya. Jadi kita dibayari oleh universitas tersebut tapi kita juga bekerja disana, misalnya sebagai tenaga laboratorium, dan tentu saja digaji, meski tak besar.”&lt;/em&gt;kata Taufik yang mengaku sempat bekerja sebagai tenaga IT di universitas yang memberinya beasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Tahun 1995 Taufik menggenapi gelarnya menjadi &lt;em&gt;Master of Science&lt;/em&gt; dari University Illinois Of Chicago. Selama menempuh pendidikan di Amerika, Taufik mengaku tak lupa bergaul dan bersosialisasi, &lt;em&gt;“Kenal sama orang banyak justru sangat menunjang kesempatan dan karier kita ke depan.”&lt;/em&gt; ujar Taufik sembari tersenyum. Maka tak heran kalau dia mendapat bermacam penghargaan dari civitasnya, diantaranya &lt;em&gt;Most Friendly Professor tahun 2008-2009&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Professor With Best Class Projects&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Most Humorous Professor&lt;/em&gt; pada tahun 2007-2008.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Usai meraih gelar Master, Taufik lalu mengambil program Doktor dengan konsentrasi program&lt;em&gt;Electrical Engineering&lt;/em&gt;. Kali ini Taufik mendapat beasiswa dari Cleveland State University. Selama mengambil gelar Doktor, Taufik juga sudah mulai bekerja sebagai konsultan teknik di beberapa perusahaan. Bahkan dia sempat bekerja selama satu tahun sebagai &lt;em&gt;Engineer&lt;/em&gt; di Allen-Bradley, sebuah perusahaan besar yang bergerak dibidang &lt;em&gt;automation industry&lt;/em&gt; dengan jumlah karyawan mencapai kurang lebih 10.000 orang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sementara program Doktor &lt;em&gt;Electrical Engineering&lt;/em&gt; itu diselesaikan tahun 1999. Selepas meraih gelar Doktor, Taufik mulai bekerja di beberapa perusahaan. Semuanya bergerak di bidang&lt;em&gt;engineering&lt;/em&gt;. Seperti di Rantec Power, San Diego Gas &amp;amp; Electric, dan di APD Semiconductor. Dia juga sering mendapatkan program hibah dalam beberapa penelitian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sekarang, dengan gelar Professornya pria yang kini hidup bahagia bersama istri dan dua anaknya, menjawab antusias ketika ditanya keinginan mengajar di Indonesia.&lt;em&gt; “Selalu. Saya ingin sekali sewaktu-waktu bisa mengambil sabbatical dari kampus saya untuk mengajar di Indonesia. Demikian pula untuk berkarir di jenjang akademis, kalau ada kesempatan yang sesuai saya ingin mencoba menjadi dekan atau pun rektor.” &lt;/em&gt;tandas anak ketiga dari enam bersaudara anak pasangan Alm. H. O. Sanusi asal Pandeglang dan Ibu Hj. Sumarlik asal Surabaya ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sejak Agustus 1999 hingga saat ini, Taufik bekerja sebagai dosen di Cal Poly State University dan mengajar bermacam bidang ilmu eletronik, diantaranya &lt;em&gt;Power Electronics Design&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Modeling and Simulation of Power Converters&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Control Systems&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Motor Drives&lt;/em&gt;. Jadwal ajar Taufik bisa dilihat lengkap dengan jam dan ruang belajarnya di situs resmi Cal Poly State University. Kelak, mungkin hal serupa terjadi di salah satu universitas di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;&lt;strong&gt;Bosan Ditanya Beasiswa, Bikin Buku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Barangkali karena selama kuliah selalu mendapat beasiswa, banyak kawan-kawannya yang kemudian bertanya bagaimana cara dapat beasiswa di Amerika. &lt;em&gt;“Pertama-tama, satu dua pertanyaan bisa saya jawab langsung, tapi lama-lama makin banyak yang tanya. Akhirnya terpikir oleh saya untuk membuat semacam buku panduan.” &lt;/em&gt;ungkap Taufik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Tak ada tujuan mencari untung, Taufik kemudian menulis buku berjudul &lt;em&gt;Beasiswa Kuliah Di Amerika Serikat &lt;/em&gt;yang diterbitkan PT. Citra Aditya Bakti, Bandung tahun 2007. &lt;em&gt;“Saya merasakan bahwa sangat sedikit sekali informasi soal beasiswa di Amerika yang bisa diakses pelajar-pelajar Indonesia, padahal peminatnya banyak sekali.”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Taufik mengaku mempersiapkan buku itu selama satu tahun. Buku itu memang terbilang komplit. Mulai dari pembahasan mengapa kuliah di Amerika, hingga strategi mendapatkan beasiswa. Tak hanya itu, dalam buku setebal 124 halaman, Taufik juga menulis banyak keterangan yang sangat bermanfaat, misalnya mengenal tipe-tipe perguruan di Amerika, tipe-tipe beasiswa, dan sebagainya. Buku tersebut sampai kini masih tersedia di toko buku dengan harga jual Rp 24.000.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Kenapa merasa sangat perlu membuat buku seperti itu? Taufik menjawab enteng, &lt;em&gt;“Biar pelajar-pelajar Indonesia tidak kalah taktik dengan pelajar negara lain dalam mencari beasiswa di Amerika.”&lt;/em&gt; kata pria yang juga memegang hak paten &lt;em&gt;System Method and Apparatus for a Multi-Phase DC-to-DC Converter&lt;/em&gt; bersama tiga rekannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Apa yang tampak sepele, seperti yang dilakukan Taufik dengan bukunya, sesungguhnya merupakan sesuatu yang berguna buat kebanyakan orang. Terutama bagi mereka yang menggantung cita-cita setinggi langit dengan mengejar pendidikan di Amerika. Tak terbayangkan bukan? Jika salah satu mahasiswa Indonesia bisa berangkat dan mendapat beasiswa ke Amerika, ternyata sedikit banyak setelah membaca ‘trik’ dalam buku Taufik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Taufik dengan segala kerendahan hatinya, telah membuktikan bahwa di zaman yang sekarang disebut dunia datar ini, pengetahuan adalah kekuatan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 22px; "&gt;Sumber: Yayat Suratmo, &lt;em&gt;Kabarinews&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-134257068850483096?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/134257068850483096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=134257068850483096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/134257068850483096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/134257068850483096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/taufik-anak-priok-yang-jadi-profesor.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-3300139344799378660</id><published>2011-01-16T04:24:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:25:04.439-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Irene Erlyn Wina Rachmawan &amp;amp; Putri Dyah Citra Nur Kumala Sari: Siswi SMKN yang Jadi Dosen Tamu di NPIC, Kamboja&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/03/irene-dan-putri.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-1080" title="irene dan putri" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/03/irene-dan-putri.jpg?w=300&amp;amp;h=210" alt="" width="300" height="210" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski masih duduk di kelas XII SMKN 1 Surabaya, namun &lt;strong&gt;Irene Erlyn Wina Rachmawan &lt;/strong&gt;dan&lt;strong&gt; Putri Dyah Citra Nur Kumala Sari&lt;/strong&gt; sudah berpengalaman menjadi dosen tamu di National Polytechnic Institute of Cambodia (NPIC).&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tampak lugu dan sedikit malu-malu masih melekat jelas pada Irene dan Putri. Usia keduanya memang masih 17 tahun. Karena itu, tak heran ketika mereka diperkenalkan kepada rektor NPIC pada hari pertama di Kamboja, rektor tersebut ragu. &lt;em&gt;”Apa tidak salah orang, masak anak kecil begini dosen tamunya?”&lt;/em&gt; kata Irene menirukan ucapan rektor itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tapi, ketika keduanya masuk kelas dan memberikan kuliah untuk mahasiswa semester 3, rektor itu percaya bahwa siswi SMKN 1 Surabaya tersebut memang berpotensi. Irene dan Putri berbagi ilmu dengan mahasiswa Kamboja tentang cara membuat &lt;em&gt;game &lt;/em&gt;ponsel edukasi. Selain itu, ada mata kuliah sisipan, kebudayaan Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selama dua bulan (6 September-5 November 2009) mereka mengajar di NPIC yang terletak di pinggiran Pnomphen, mulai Senin sampai Jumat. Mereka mengajar di empat kelas, yang masing-masing terdiri atas 35 mahasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada dua minggu pertama, mereka memberikan &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; kepada 36 mahasiswa yang dipilih dari empat kelas fakultas sains terapan dan fakultas elektro. Baru pada minggu ketiga, mereka rutin mengajar bersama di empat kelas tersebut. Mereka mengajar bersama. Jika Putri menjelaskan di depan kelas, Irene keliling memberikan bimbingan, begitu sebaliknya. Mereka mendapatkan teknik mengajar dan presentasi yang baik ketika magang di Jakarta selama sepertiga tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Teknologi di kampus itu, menurut Irene, cukup canggih. &lt;em&gt;”Banyak peralatan yang buatan Korea,”&lt;/em&gt;katanya. Keduanya tak banyak kesulitan mengajar karena hampir semua mahasiswa semester tiga tersebut sudah menguasai dasar teori pemrograman. Dua siswi itu juga tidak grogi menghadapi mahasiswa. &lt;em&gt;”Udah gak canggung, empat bulan kami di-&lt;/em&gt;training&lt;em&gt; untuk ini (mengajar, Red),”&lt;/em&gt;ungkap Irene.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebagai pengajar, Irene dan Putri juga menilai kinerja anak didiknya. Keduanya diberi kewenangan memilih dua siswa terbaik untuk diajak dalam seminar internasional. &lt;em&gt;”Mereka bawa&lt;/em&gt;game&lt;em&gt; ciptaannya, kami bawa kamus elektronik bahasa Indonesia-Kamboja dan Inggris-Kamboja,”&lt;/em&gt; papar Putri yang tinggal di kawasan Menganti, Gresik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bagaimana mereka bisa menjadi dosen tamu di Kamboja? SMKN 1 Surabaya merupakan salah satu sekolah percontohan pilihan SEAMEO SEAMOLEC (The Southeast Asian Ministers of Education Organization, The Southeast Asian Ministers Organization Regional Open Learning Center). Organisasi lintas negara Asia Tenggara tersebut memiliki visi mengembangkan pendidikan di tiap negara anggota. Organisasi itulah yang mengirim dua siswi jurusan rekayasa perangkat lunak tersebut ke Kamboja untuk mengikuti program pertukaran &lt;em&gt;trainer&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Martina Endah Setyaningsih, guru TI jurusan multimedia, SMKN 1, menjelaskan, perjalanan dua siswinya itu dimulai setahun lalu, November 2008. Sekolah mengumpulkan 34 murid terbaik di bidang TI.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mereka berasal dari jurusan multimedia, teknologi komputer jaringan, dan rekayasa perangkat lunak. Sebanyak 34 siswa tersebut diberi pemahaman tentang perangkat pemrograman JENI (Java Education Network Indonesia). Mereka diberi modul JENI 1 sampai JENI 5. Awalnya, mereka kesulitan karena baru pertama mempelajari. Namun, akhirnya para siswa itu terbiasa sampai terlihat yang benar-benar menguasai materi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam masa belajar JENI itu, mereka dimagangkan di empat perusahaan besar, sementara sekolah terus memperhatikan kemajuannya. Mereka dituntut membuat program aplikatif berdasar panduan JENI. &lt;em&gt;”Pada Januari 2009, ada 12 orang yang menonjol. Mereka lalu diseleksi sekolah, terpilih enam siswa yang mendapat kesempatan presentasi secara online di hadapan SEAMEO SEAMOLEC,”&lt;/em&gt; papar guru berjilbab itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada presentasi pertama tersebut, Irene menampilkan karya berupa alat tes kesehatan. &lt;em&gt;”Waktu itu masih sederhana, Mas,”&lt;/em&gt; kata Irene. Karya tersebut berupa &lt;em&gt;software&lt;/em&gt;. Bila seseorang mengetik beberapa gejala sakit dalam tubuhnya di komputer -tentu yang sudah di-&lt;em&gt;install&lt;/em&gt; &lt;em&gt;software&lt;/em&gt; itu- muncul nama penyakitnya di layar. Sedangkan, Putri membuat kamus bahasa Inggris-Indonesia, Indonesia-Inggris.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Setelah presentasi, para siswa menjalani pelatihan secara telekonferensi dari SEAMEO SEAMOLEC. Pelatihan dilakukan tiga kali seminggu.&lt;em&gt; ”Mereka telekonferensi setelah pulang magang,” &lt;/em&gt;kata Endah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rampung pelatihan, empat siswa kembali melakukan presentasi di PENS-ITS untuk menunjukkan pengembangan karya mereka. Kala itu, alat tes kesehatan buatan Irene sudah bisa menunjukkan obat-obat yang bisa dipakai untuk menyembuhkan penyakit yang terdeteksi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sementara itu, Putri membuat ciptaan baru berupa &lt;em&gt;game ponsel&lt;/em&gt;. Permainan tersebut mengajak pemain mencari benda-benda dengan keterangan berbahasa Inggris. Benda-benda itu tersembunyi di layar permainan ponsel. &lt;em&gt;”(&lt;/em&gt;Game&lt;em&gt;) ini lebih seru, Mas. Yang jelas pasti lebih canggih,” &lt;/em&gt;kata Putri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Melihat perkembangan karya mereka, SEAMEO SEAMOLEC memilih Irene dan Putri untuk diikutkan program pertukaran &lt;em&gt;trainer&lt;/em&gt; itu. Apalagi, bahasa Inggris dua siswi tersebut juga bagus. Sebelum berangkat ke negeri itu, keduanya terlebih dahulu menjalani magang empat bulan di Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mereka mendapatkan banyak materi yang terfokus pada pembuatan &lt;em&gt;game mobile&lt;/em&gt; edukatif. Mereka diwajibkan membuat satu &lt;em&gt;game&lt;/em&gt; dalam satu minggu. &lt;em&gt;”Saya baru belajar banyak tentang&lt;/em&gt;game&lt;em&gt; ponsel ketika di Jakarta,” &lt;/em&gt;kata Irene yang sebelumnya lebih banyak berkutat dengan pemrograman.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada 5 November 2009, keduanya kembali ke Indonesia. Meski sudah rindu keluarga dan kampung halaman, mereka tak langsung ke Surabaya. Keduanya harus menginap di Jakarta selama enam hari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selain mengurus sertifikat dari SEAMEO SEAMOLEC, mereka menyempurnakan tutorial program&lt;em&gt;game &lt;/em&gt;yang mereka buat ketika magang dulu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada 21 November 2009 mereka berkesempatan bertemu Mendiknas M. Nuh. Mantan rektor ITS tersebut tak segan memuji keduanya. Pada kesempatan itu pula, PENS-ITS menyatakan siap memberikan jatah belajar gratis program D-4 untuk Irene dan Putri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Jawa Pos&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-3300139344799378660?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/3300139344799378660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=3300139344799378660' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3300139344799378660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/3300139344799378660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/irene-erlyn-wina-rachmawan-putri-dyah.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-807648635908669265</id><published>2011-01-16T04:02:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T04:51:45.551-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Dosen Indonesia Makin Diminati di Malaysia&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;div id="attachment_2008" class="wp-caption alignleft" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; width: 147px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/riza-muhida-iproud.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="size-full wp-image-2008 " title="riza muhida iProud" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/riza-muhida-iproud.jpg?w=137&amp;amp;h=138" alt="" width="137" height="138" style="border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-width: initial; border-color: initial; border-width: initial; border-color: initial; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-color: rgb(238, 238, 238); border-right-color: rgb(238, 238, 238); border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); border-left-color: rgb(238, 238, 238); " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="wp-caption-text" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: italic; color: rgb(136, 136, 136); "&gt;Riza Muhida&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Jumlah dosen atau pengajar Indonesia di Malaysia kecenderungannya makin meningkat. Hal ini seiring dengan makin bertambahnya jumlah universitas dan fakultas yang dibuka di beberapa negara bagian di negeri jiran ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Ya memang jumlah dosen Indonesia makin laris di Malaysia karena industri pendidikan semakin berkembang dan bertambah, baik jumlah institusi pendidikan maupun fakultasnya,”&lt;/em&gt; kata Dr Riza Muhida, ketua ILRAM (Indonesian Lecturer and Researcher Association in Malaysia), di Kuala Lumpur, 7 Mei 2010.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sementara tidak semua universitas di Malaysia menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Hanya beberapa universitas di Kuala Lumpur menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Banyak universitas gunakan bahasa Melayu jadi banyak peluang bagi dosen Indonesia, kata Dr Rida yang mengajar di Fakultas Teknik Universitas Islam Internasional Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar bertemu, berdialog dengan para dosen dan peneliti Indonesia sekaligus mendukung terbentuknya ILRAM. Ada sekitar 100 dosen dan peneliti Indonesia dari berbagai universitas di Malaysia berkumpul di KBRI.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Contohnya di kampus saya, tahun 2007 ada 30 dosen Indonesia dan kini sudah ada 40 dosen Indonesia. Setiap tahun ada tiga atau empat dosen Indonesia baru masuk di Universitas Islam Internasional Malaysia,”&lt;/em&gt; kata dia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ILRAM sendiri kini telah memiliki 80 anggota yang terdiri dari dosen dan peneliti warga Indonesia. Diperkirakan jumlah anggotanya akan bertambah menjadi 300 orang dari total sekitar 500 warga Indonesia yang menjadi dosen dan peneliti di Malaysia,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_2010" class="wp-caption alignright" style="float: right; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px; width: 102px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/seca-gandaseca.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="size-full wp-image-2010" title="seca gandaseca" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/seca-gandaseca.jpg?w=92&amp;amp;h=120" alt="" width="92" height="120" style="border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-width: initial; border-color: initial; border-width: initial; border-color: initial; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-color: rgb(238, 238, 238); border-right-color: rgb(238, 238, 238); border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); border-left-color: rgb(238, 238, 238); " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="wp-caption-text" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: italic; color: rgb(136, 136, 136); "&gt;Seca Gandaseca&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Hari Kamis (6/5) warga Indonesia Dr Seca Gandaseca terpilih menjadi dosen terbaik di UPM (Universitas Putra Malaysia). Sultan Selangor langsung memberikan penghargaan kepada beliau. Sayang karena bukan warga Malaysia, dia tidak dikirim untuk bersaing menjadi dosen terbaik antar universitas se Malaysia mewakili kampusnya,”&lt;/em&gt; kata Rida.&lt;/p&gt;&lt;div id="attachment_2009" class="wp-caption alignleft" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; width: 93px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/irwandi-jaswir.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="size-thumbnail wp-image-2009 " title="irwandi jaswir" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/irwandi-jaswir.jpg?w=83&amp;amp;h=105" alt="" width="83" height="105" style="border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-width: initial; border-color: initial; border-width: initial; border-color: initial; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-color: rgb(238, 238, 238); border-right-color: rgb(238, 238, 238); border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); border-left-color: rgb(238, 238, 238); " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="wp-caption-text" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-style: italic; color: rgb(136, 136, 136); "&gt;Irwandi&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di Universitas Islam Internasional Malaysia belum lama ini juga memilih dosen Indonesia DR Irwandi Jaswir sebagai peneliti terbaik tahun 2009, mengalahkan dosen Malaysia dan mancanegara di kampusnya. Bahkan mendapatkan award sebagai saintis muda se Asia Pasifik mewakili kampusnya dan Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dubes Da`i Bachtiar mengatakan, sumbangsih warga Indonesia kepada tanah airnya tidak harus berada di dalam negeri. Dari luar negeri pun warga Indonesia bisa tetap menyumbangkan perannya untuk kemajuan bangsa dan negara. &lt;em&gt;“Anda semua menjadi dosen , peneliti sekaligus duta bangsa dan rakyat Indonesia,” &lt;/em&gt;pesan mantan Kapolri itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Antara&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-807648635908669265?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/807648635908669265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=807648635908669265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/807648635908669265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/807648635908669265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/dosen-indonesia-makin-diminati-di.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-5998557299414110165</id><published>2011-01-16T04:00:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:01:02.696-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Satrio Wibowo: Penulis Muda yang Indigo&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/satrio-wibowo.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignright size-full wp-image-2095" title="satrio wibowo" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/satrio-wibowo.jpg?w=195&amp;amp;h=205" alt="" width="195" height="205" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: right; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Satrio Wibowo&lt;/strong&gt; bisa dikatakan penulis muda yang istimewa. Novel pertamanya yang berjudul &lt;em&gt;The Chronicles of Willy Flarkies &lt;/em&gt;diterbitkan setelah Satrio sepakat untuk mengizinkan novel perdananya yang ditulis dalam bahasa Inggris itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Satrio sama sekali tidak pernah les bahasa Inggris, bergaul dengan orang asing, ataupun hidup di luar negeri. Keluarganya pun tidak berbicara bahasa Inggris di rumah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Namun, remaja yang lahir di Serang pada 24 November 1994 itu menulis novelnya dalam bahasa Inggris sebanyak 400 halaman. Novel fantasi itu dibuat Satrio saat berusia 12 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Novel &lt;em&gt;The Chronicles of Willy Flarkies&lt;/em&gt; berkisah tentang petualangan seorang remaja yang menemukan dunia lain dengan dimensi kehidupan berbeda dan teknologi yang sangat futuristik, namun ramah lingkungan. Kisah dalam novel itu dikemas dalam berbagai sensasi rasa, mulai dari kocak, sedih, &lt;em&gt;thriller&lt;/em&gt;,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;dan misteri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di novel yang mengisahkan remaja pria bernama Willy Flarkies yang berstatus pelajar SMP, Satrio banyak menyisipkan pesan moral dan filosofi hidup yang mengulas tentang hubungan orang tua-anak, bahaya radiasi, pelestarian lingkungan, kritik pada sistem pendidikan, hingga makna persahabatan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Satrio yang hadir dalam peringatan Hari Buku Sedunia di Pasar Festival Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa dirinya senang berimajinasi. Satrio suka membaca buku karena bisa membawa imajinasinya keluar secara bebas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Satrio mengatakan bahwa awal mula ia menjadi penulis karena didorong ibunya, Yeni Sahnaz. Saat kecil, Satrio sering sakit-sakitan tanpa diketahui secara pasti penyakitnya. Ibunya berpikir jika Satrio bisa mengeluarkan perasaan atau pikirannya lewat tulisan maka Satrio tidak akan sakit-sakitan. Ternyata, cara itu ampuh dan sangat disukai Satrio.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Satrio pun bersemangat untuk menulis buku yang sesuai imajinasinya. Satrio yang sejak usia 4 tahun secara menakjubkan bisa berbicara bahasa Inggris itu selalu menulis dalam bahasa Inggris.&lt;em&gt;“Lebih bisa berekspresi,”&lt;/em&gt; ujarnya singkat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Waktu ketemu penerbit agak kesulitan karena novelnya dalam bahasa Inggris, harus diterjemahkan lagi. Awalnya Satrio tetap bersikukuh novelnya terbit dalam bahasa Inggris. Soalnya dia mau &lt;/em&gt;&lt;em&gt;go international&lt;/em&gt;.&lt;em&gt; Tetapi akhirnya dia mengizinkan novel itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,” &lt;/em&gt;kisah Yeni.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Yeni mengatakan, ada beberapa bakat istimewa dalam diri anak bungsunya itu. Satrio sejak kecil mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Dia juga jago melukis dan sebentar lagi bakal diajak berpameran. Satrio pun hobi menulis puisi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Semuanya otodidak, enggak ada yang &lt;em&gt;ngajarin&lt;/em&gt;. Mungkin bakat itu karena dia indigo,” &lt;/em&gt;kata Yeni.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Meski Satrio punya banyak keistimewaan yang mencengangkan, kenyataan itu tidak berarti hidup Satrio mudah. Pelajar SMPN 5 Bogor itu justru sering menghadapi masalah, mulai dari diolok-olok temannya sebagai anak aneh hingga dinilai bodoh oleh gurunya di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Yeni mengisahkan, dirinya kerap dipanggil pihak sekolah sejak TK hingga SMP karena kemampuan akademik Satrio yang dinilai tidak memuaskan. Kerap kali Satrio dianggap tidak layak untuk naik kelas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pengalaman di sekolah yang sering kali tak menyenangkan bagi Satrio tersebut membuatnya kritis terhadap sistem pendidikan nasional. Satrio berhasil membuat testimoni mengenai pandangannya terhadap sistem pendidikan Indonesia saat didapuk menjadi salah satu pembicara. Namun, tulisannya itu batal dipresentasikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dari testimoni yang diberi judul &lt;em&gt;My Testimony &lt;/em&gt;(lagi-lagi Satrio menulis dalam bahasa Inggris), Satrio menggambarkan hidupnya sangat menyedihkan. Dia selalu dapat ranking terendah di kelasnya. Tidak seorang pun mau mengakui kelebihannya di bidang lain hanya karena dia tidak bisa mendapat nilai-nilai bagus dalam pelajaran di kelas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Penolakan-penolakan yang berkaitan dengan bakat istimewa Satrio juga sempat membuatnya kecewa. Novelnya, yang ditulis dalam bahasa Inggris, pada awalnya tidak dilirik penerbit besar. Alasannya, penerbit tidak tertarik menerbitkan novel berbahasa Inggris di Indonesia alias bakal tidak laku di pasaran.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Satrio juga menawarkan lukisan-lukisannya pada galeri, tetapi ditolak. Kali ini alasannya Satrio terlalu muda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;Huh&lt;/em&gt;, di Indonesia hanya peduli tentang pendidikan. Mereka tidak menghargai seseorang seperti saya hanya karena mereka ingin semua anak Indonesia harus bersekolah. Apalagi, ada sekolah bertaraf internasional hanya mau anak yang punya ranking bagus. Soal kreativitas diabaikan. Dalam pandangan mereka itu sudah super, tapi sebaliknya saya bilang superbodoh,” &lt;/em&gt;ujar Satrio dengan nada tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;Belajar di sekolah reguler yang dijalani Satrio dinilai menyiksa. Lazimnya sekolah secara umum, pihak sekolah menerapkan aturan-aturan yang membatasi dan ingin siswa itu sama jago di Matematika dan sains. Pengajaran guru di sekolah benar-benar tidak membuat siswa bisa menjadi diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;&lt;em&gt;“Suatu hari nanti, saya mau membuat sekolah yang 25 persen teori dan 75 persen praktik yang menghargai kreativitas,”&lt;/em&gt; ujar Satrio mengenai impiannya soal pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;Satrio menerima kondisi dirinya sebagai anak indigo yang berpikir dengan cara yang tidak lazim. Satrio ingin seperti fisikawan kesohor Albert Einstein yang dengan percaya diri mengatakan, “&lt;em&gt;It’s not that I’m genius&lt;/em&gt;,&lt;em&gt; but I stay with problems longer&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;Satrio menyesalkan jika orang-orang berpikir &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;hanya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt;ilmuwan yang pintar dan bisa membawa perubahan dunia. Dalam pandangannya, imajinasi seorang anak juga perlu dibiarkan berkembang, terutama untuk anak indigo yang punya imajinasi tidak terbatas. Bukan justru dikatakan bodoh dan aneh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sang ibu Yeni memahami kehidupan Satrio yang imajinatif itu justru dipandang aneh dan dicibirkan. Tetapi, Yeni terus mendorong buah hatinya untuk tidak berkecil hati. Dan, menulis pun menjadi salah satu ajang pembuktian diri bagi Satrio. Karya perdananya itu sebagai bukti jika Satrio memiliki keistimewaan dengan kekuatan imajinasinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Saya mau tulis sekuelnya lagi,” &lt;/em&gt;tekad Satrio.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-5998557299414110165?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/5998557299414110165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=5998557299414110165' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/5998557299414110165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/5998557299414110165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/satrio-wibowo-penulis-muda-yang-indigo.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-485759812327024355</id><published>2011-01-16T03:58:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T03:59:11.210-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Christa Lorenzia Soesanto: Pembuat Rekor &amp;amp; Juara Olimpiade Matematika Dunia&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/06/christa-lorenzia.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-2371" title="Christa Lorenzia" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/06/christa-lorenzia.jpg?w=157&amp;amp;h=163" alt="" width="157" height="163" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;strong&gt;Christa Lorenzia Soesanto &lt;/strong&gt;yang lahir di Jakarta pada 21 Oktober 1996 adalah seorang pelajar Indonesia yang mempunyai banyak prestasi dalam bidang matematika dan komputer.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Anak pertama dari pasangan Edy Soesanto Prawirohardjo dan Betsy Eliane Rahardjo ini mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai berbagai kompetisi matematika dan komputer, baik di tingkat nasional maupun internasional.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sejak kecil, Christa selalu pasang target, baik di sekolah maupun saat mengikuti kejuaraan. Ia selalu ingin menjadi yang terbaik. Terbukti, dia selalu menjadi juara umum dari TK hingga lulus SD. Bahkan, di berbagai ajang kompetisi, ia juga meraih predikat juara, terutama lomba matematika.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Christa berharap dapat mengharumkan nama bangsa dan negara sehingga orang-orang Indonesia tidak selalu dicap bodoh. Menurutnya, seringkali bangsa Indonesia dicap rendah oleh bangsa lain bahkan oleh bangsa sendiri. Hal ini tentu saja mengganggu pikirannya sebagai warga negara Indonesia yang mampu menunjukkan prestasinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sejak Oktober 2008, Christa telah membuat rekor baru di dunia Mathematics Olympiad, dimana Christa telah berhasil mendapatkan 4 Medali Emas untuk Perorangan dan 2 Medali Emas untuk Beregu secara berurutan. Rekor ini adalah yang pertama kali dibuat oleh seorang anak Bangsa Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;strong&gt;Ita&lt;/strong&gt; (&lt;strong&gt;I&lt;/strong&gt;ntegrity, &lt;strong&gt;T&lt;/strong&gt;rusted, &lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;nnointed)-nama kecil si Christa, sejak kecil memang dikenal suka pelajaran matematika, komputer, kepemimpinan dan bisnia. Ia selalu belajar menikmati matamatika, komputer di rumah, bahkan saat liburan sekolah Ita belajar kepemimpinan dan bisnis dalam bentuk permainan bersama ayah dan ibunya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selain matematika, komputer, kepemimpinan dan bisnis, Ita juga gemar berolah-raga, seperti berenang. Saat masih kecil, ia sudah ikut kursus Kumon dan Ita telah berhasil lulus Kumon di usia 8 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menurut Ita, matematika itu tidak sulit jika kita melihatnya dengan logika dan nalar. Matematika logika yang membutuhkan nalar, seperti aljabar, geometri, dipecahkannya juga dengan menggunakan trik-trik baru berdasarkan logika. Ita juga berlatih Sakamoto (ilmu matematika yang lebih menekankan logika dan pemecahan masalah).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sejak 2007, Christa menjadi salah satu member di Tim Olimpiade Matematika Indonesia yang beranggotakan 10 siswa terbaik. Proses Seleksi oleh Departement Pendidikan dilakukan sejak awal 2007 di tingkat Kecamatan hingga tingkat Nasional.  Menurut ibu Christa, dia dan suaminya sudah menaruh perhatian pada perkembangan kecerdasan Christa sejak kecil dengan sistematis. Kemudian mereka juga mendukungnya dengan beberapa kursus tambahan yang menambah kemampuan Christa dalam matematika.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Christa mulai mengukir prestasi sejak duduk di kelas 1 SD Tirta Marta BPK Penabur Pondok Indah, Jakarta. Ia yang pada awalnya ikut sebagai partisipan Kompetisi Matematika Kumon tahun 2004 yang diselenggarakan di Jakarta, ternyata berhasil meraih juara I, serta mendapatkan hadiah perjalanan sekeluarga ke Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Christa memang tergolong anak cerdas, ia memiliki IQ 150. Walaupun sering mengikuti berbagai lomba, Ia tidak pernah ketinggalan pelajaran di sekolah. Nilai-nilai Christa di sekolah rata-rata adalah 9.6. Bahkan nilai matematika di raportnya selalu 100.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Banyak sekali prestasi yang sudah diraih Christa, baik dalam kompetisi matematika tingkat nasional maupun internasional. Prestasi paling gemilang Christa adalah saat berhasil meraih medali emas sekaligus penghargaan sebagai &lt;em&gt;“The Best Theory”&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;“The Best Overall”&lt;/em&gt; dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2007 di Surabaya. Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kemudian mencatatkan prestasinya sebagai wanita pertama yang meraih medali emas dalam IMSO (international) dan OSN (national).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam “Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest” ke-12 di Hongkong pada 12-16 Juli 2008, Christa berhasil meraih medali emas dengan Nilai Sempurna. Dalam ajang yang diikuti 43 tim dari 15 negara tersebut, Indonesia meraih 5 medali emas melalui Stefano Chiesa Suryanto (SD Theresia Jakarta), Richard Akira Heru (eks SD PL Bernadus Semarang/SMP PL Domenico Savio Semarang), Peter Tirtowijoyo Young (eks SD Santa Maria Surabaya/SMP Petra 1 Surabaya), Christa Lorenzia Soesanto (eks SD Tirta Martha BPK Penabur Jakarta/SMPK Tirta Martha BPK Penabur Jakarta), dan Fransisca Susan (eks SD Santa Ursula Jakarta/SMP Santa Ursula Jakarta).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam “International Mathematic Olympiad” di Chiang Mai – Thailand pada 25-30 Oktober 2008, Christa telah berhasil menjadi satu satunya anak bangsa Indonesia yang berhasil merebut Medali Emas baik untuk Perorangan maupun beregu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Peran kedua orangtuanya dalam mendidik Christa hingga mencapai prestasi ini sangat besar. Ibunya selalu mengingatkan akan concept TRACE (Target, Reward, Appreciation, Care dan Extra Miles). Orang tua berperan sebagai ‘supporter’ dan bukan ‘controller’ sehingga Christa bisa menikmati semua target dan semua persiapan pertandingan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada usianya yang belia, Christa sudah teguh bercita-cita memenangkan Hadiah Nobel Prize dalam bidang komputer yang juga dikuasai oleh ayahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah prestasi yang pernah dicapai Christa.&lt;/p&gt;&lt;ul style="list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Gold Medal International Mathematics Competition (EMIC) for Individual Competition October 2008, Chiang Mai – Thailand&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Gold Medal International Mathematics Competition (EMIC) for Team Competition October 2008, Chiang Mai – Thailand&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;First Class Honour with PERFECT Score “Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest” (PMWC) 2008 di Hongkong&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Best Overall Performance Indonesia Team I “Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest” (PMWC) 2008 di Hongkong&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Gold Award Singapore Mathematical Olympiad Junior Section(SMO) First Round, Singapore June 2008&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Gold Award Australian Mathematics Olympiad (AMO), Jakarta August 2008&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Gold Award Singapore and Asean School Mathematics Olympiad (SASMO), Singapore July 2008&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Medali Emas “IMSO” 2007 di Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;The Best Overall “National Mathematics and Science Olympiad” 2007&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;The Best Teory “National Mathematics and Science Olympiad” 2007&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Gold Medal National Open Computer Competition, Jakarta 2005&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Gold Medal National Open Computer Competition, Jakarta 2006&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 17px; display: block; background-image: url(http://s1.wp.com/wp-content/themes/pub/vigilance/images/list-star.gif); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-position: 0px 0.3em; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;Gold Medal National Open Computer Competition, Jakarta 2007&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Wikipedia, christalorenzia.com&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-485759812327024355?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/485759812327024355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=485759812327024355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/485759812327024355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/485759812327024355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/christa-lorenzia-soesanto-pembuat-rekor.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-2169296073472942038</id><published>2011-01-16T03:57:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T03:57:53.680-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Mudiro: Waiguo Zhuanjia, Penulis Kamus Indonesia-Tionghoa, dan Dosen di China&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/mudiro.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-2225" title="Mudiro" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/mudiro.jpg?w=154&amp;amp;h=198" alt="" width="154" height="198" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Urusan hubungan diplomatik China dan Indonesia tidak terbatas pada hubungan antara pemerintahan kedua negara itu saja. Urusan tersebut juga menjadi soal dalam rumah tangga &lt;strong&gt;Mudiro&lt;/strong&gt;. Keluarga ini terimbas langsung atas naik-turunnya hubungan diplomatik kedua negara di Asia ini.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Oleh karena hubungan kedua negara yang sempat membeku, hubungan keluarga Mudiro di Beijing dengan keluarga besarnya di Tanah Air pun terputus. Bahkan, mereka sekeluarga sempat tak memiliki paspor Indonesia sejak tahun 1965 karena tidak ada Kedutaan Besar Indonesia di Beijing.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di tengah kekosongan dan putusnya hubungan dengan Tanah Air itu, tidak terlintas sedikit pun dalam pikiran keluarga Mudiro untuk mengganti kewarganegaraan mereka. Walaupun mungkin ia sekeluarga akan menerima fasilitas yang layak sebagai seorang ahli dari luar negeri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Saat hubungan kedua negara mulai mencair pada 1990-an, paspor Indonesia belum juga berada di tangan Mudiro. Mereka baru mendapatkan dokumen penting itu tahun 2002, meskipun pada tahun 2000 dia pernah pulang ke Indonesia dengan menggunakan paspor merah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Kami mendapatkan paspor RI tahun 2002 pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid,” &lt;/em&gt;katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tanpa paspor selama sekitar 36 tahun membuat Mudiro dan keluarga tidak dapat menjejakkan kaki di Tanah Air. &lt;em&gt;”Ketika masa pembekuan hubungan itu, jika hendak berkirim surat, harus dititipkan pada orang di luar negeri, muter-muter dulu suratnya, sampai ke Belanda, baru surat itu sampai Indonesia,”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mudiro menjejakkan kaki di China pada Desember 1963. ”&lt;em&gt;Ketika itu belum ada penerbangan langsung. Jadi, saya ’terbang’ lewat Bangkok, ke Yangon, lalu ke Kunming, baru tiba di Beijing tahun 1964 setelah beberapa hari santai di Kunming,”&lt;/em&gt; ceritanya, akhir Maret 2010 di rumahnya di pusat kota Beijing.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dia berada di China berkat undangan Pemerintah China karena keahliannya sebagai penerjemah. Mudiro bekerja sebagai &lt;em&gt;waiguo zhuanjia&lt;/em&gt; (tenaga ahli asing) di Penerbit Bahasa Asing (PBA) atau Foreign Language Press, yang merupakan perusahaan milik Pemerintah China, anak perusahaan Distribusi Terbitan Bahasa Asing.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tugasnya tak mudah. Mudiro harus menerjemahkan dan mengedit bahan tulisan ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagian besar tulisan itu tentang Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada masa-masa sulit tersebut dia tetap bekerja dan menghabiskan masa kontraknya. &lt;em&gt;”Ada perasaan tidak enak, kecewa, sedih, terasing dari keluarga dan masyarakat negeri sendiri,”&lt;/em&gt;kenangnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Akan tetapi, dia tak tenggelam dalam kesedihan dan perasaan terasing. &lt;em&gt;”Kesedihan dalam keterasingan segera hilang setelah saya menyadari ada pekerjaan, ada tugas dan kewajiban, ada panggilan, yang harus saya laksanakan. Tugas mengajarkan bahasa Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada orang Tiongkok,”&lt;/em&gt; ujar Mudiro.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Hubungan Indonesia-Tiongkok itu punya sejarah panjang dan bermanfaat. Ini tak boleh rusak. Sementara itu, Tanah Air, Jakarta, Surabaya, Trenggalek, Bukittinggi, istri saya orang Minang, terkenang terus siang-malam. Keadaan kami bagaikan pepatah, jauh di mata dekat di hati,”&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di tengah kesulitan itu, Mudiro dan keluarga terus membagi ilmu mengenai Indonesia di lembaga-lembaga lain di China. Ia sering diminta memberikan mata kuliah umum tentang berbagai aspek mengenai Indonesia, seperti ilmu bumi, kemasyarakatan, ekonomi, termasuk kebudayaan Indonesia di hadapan mahasiswa Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Pada awal 1980-an, Mudiro juga mulai mengumpulkan kata, istilah, ungkapan, dan peribahasa. Kumpulan kata-kata itulah yang menjadi Kamus Baru Bahasa Indonesia-Tionghoa. Kamus itu diterbitkan tahun 1988. Mudiro bekerja di bawah tim dari Universitas Peking pimpinan Profesor Liang Liji.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dia juga menyusun Kamus Besar Tionghoa-Indonesia bersama tim pada Penerbit Bahasa Asing. Kamus itu diterbitkan tahun 1995 untuk diedarkan di Indonesia dan pada 1997 untuk diedarkan di China.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Bagi saya ini penting. Saya bisa ’pulang’ ke Indonesia karena nama saya tercantum dalam kamus itu. Meski (waktu itu) secara fisik saya tetap berada di Beijing karena belum diizinkan pulang,”&lt;/em&gt; ujar bapak dua anak dan kakek dari tiga cucu ini. Pengalaman menyusun kamus selama 15 tahun itu sulit dilupakannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mudiro pun rajin berkeliling daratan China. Ia banyak menulis tentang perjalanannya ketika berkunjung ke sejumlah daerah. Laporannya itu disiarkan China Radio International (CRI) Seksi Indonesia. Dia juga rajin menyunting artikel tentang seni dan budaya China, lalu disiarkan CRI.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Selain itu, Mudiro dan istrinya juga aktif mengajar di Universitas Bahasa-bahasa Asing Beijing, khususnya mengajar pelafalan bahasa Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Kadang kala para mahasiswa China saya ajak menonton film Indonesia di rumah, lalu kami berdiskusi atau berjalan-jalan di taman sambil praktik berbahasa Indonesia. Atau, saya membuat masakan Indonesia, seperti gado-gado, nasi kuning, dan mereka mencicipinya,”&lt;/em&gt;ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Mudiro sangat aktif dalam berbagai diskusi dan mendengarkan kuliah yang disampaikan oleh para pengajar jurusan bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Peking, seperti Profesor Liang Liji, Huang Shenfang, Kong Yuanzhi, dan Ju Sanyuan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dia juga aktif diskusi dengan para Indonesianis dari negara lain, seperti A Teeuw dari Belanda, Denys Lombard dan Claudine Salmon dari Perancis, Stockhoff dari Belanda, dan Langenbergh dari Australia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;”Walaupun saya tidak bisa pulang (ke Indonesia), atas kemurahan hati dan perhatian dari berbagai pihak di Tiongkok, saya memperoleh pengetahuan berharga tentang Indonesia justru dari orang luar Indonesia,” &lt;/em&gt;ujar Mudiro yang bersyukur bisa mendapatkan perkembangan informasi tentang Indonesia dari para ”ahli Indonesia” itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-2169296073472942038?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/2169296073472942038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=2169296073472942038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/2169296073472942038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/2169296073472942038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/mudiro-waiguo-zhuanjia-penulis-kamus.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-488810862816459030</id><published>2011-01-16T03:56:00.001-08:00</published><updated>2011-01-16T03:56:55.085-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Firmanzah: Dekan FE UI Termuda dan Visiting Professor di Manca Negara&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/firmanzah.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignright size-full wp-image-1969" title="Firmanzah" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/05/firmanzah.jpg?w=150&amp;amp;h=150" alt="" width="150" height="150" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: right; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sosok laki-laki muda yang berkulit bersih dan berambut rapi ini sempat membuat banyak orang tercengang. Pasalnya, di usia 32 tahun ia mengukir prestasi: menjadi dekan termuda sepanjang sejarah Universitas Indonesia (UI) dan sebagai pegawai BHMN pertama yang menjabat posisi dekan.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Terpilihnya &lt;strong&gt;Firmanzah&lt;/strong&gt; sebagai Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UI periode 2009-2013 ini menjadi perbincangan hangat sekaligus memunculkan banyak pujian. Maklum, kandidat lainnya tak kalah hebat. Ia mampu menggungguli Prof. Sidharta Utama Ph.D. CFA dan Arindra A. Zainal, Ph.D. Sebelum masuk tiga besar kandidat, ia harus bersaing dengan calon yang jam terbangnya sudah tinggi, sebut saja Dr. Ir. Nining Indrayono Soesilo M.A. (kakak kandung Menteri Keuangan Sri Mulyani), Dr. Chaerul Djakman dan Dr. Syaiful Choeryanto.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rektor UI Prof. Dr. der Soz Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan bahwa UI merasa beruntung mendapatkan kandidat Dekan FE-UI seperti Firmanzah. &lt;em&gt;“Sebelumnya, saya sering meminta bantuan padanya,”&lt;/em&gt; ujar Gumilar.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebelum diangkat menjadi Dekan FE UI, Firmanzah diperbantukan menjadi Kepala Humas atau Komunikasi Korporat UI. Lebih dari itu, Gumilar senang dikelilingi jiwa-jiwa muda yang dinamis, segar, dengan memiliki semangat pembaruan yang tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Kelebihan Fiz adalah pada human relations-nya yang baik. Anaknya rendah hati. Mau mendengar dan mau belajar. Hal ini penting untuk menjalankan sebuah organisasi,” &lt;/em&gt;demikian penilaian Gumilar tentang Firmanzah.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebagai seorang intelektual muda, Firmanzah — yang akrab disapa Fiz — aktif mengikuti kegiatan di forum internasional serta menelurkan publikasi dalam jurnal ilmiah, tulisan populer dan buku. Bukunya, antara lain, &lt;em&gt;Peran Ilmu Marketing dalam Dunia Politik: Menuju Marketing Politik di Indonesia&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Successful New Product Launching (NPL) in the Local Market&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia pernah menjadi &lt;em&gt;visiting professor &lt;/em&gt;di University of Nanchang, Cina (2005); University of Pau et Payas de l’Adour, Prancis (2006-08); University of Science and Technology of Lille 1, Prancis (2006); dan IAE de Grenoble, Prancis (2007), serta menjadi pembicara &lt;em&gt;Leadership Program Development&lt;/em&gt;, Amos Tuck Business School, AS (2006).&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bagi Firmanzah, posisi yang sekarang dicapainya tak lain karena ia telah melewati beragam persimpangan. Kelokan di berbagai persimpangan itu tidak melulu berarti jelek. Ada kalanya satu tikungan hidup membuatnya belajar mengenai kesetiaan dan persahabatan. Tikungan yang lain, tanpa disadarinya, mengarahkannya mengamati perilaku sosial. &lt;em&gt;“Mungkin saya beruntung bisa sampai di sini. Tapi tidak ada keberuntungan yang terjadi secara kebetulan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di mata pria kelahiran 7 Juli 1976 ini, tak ada satu serpih pun kejadian yang kebetulan. Ia mengaku, perjalanan hidupnya bagai uluran benang layangan yang membubung tinggi di angkasa setelah sebelumnya turun-naik, bahkan terkadang hampir kembali menuju bumi.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Namun, ia sendiri tidak menganggap perjalanan hidupnya sebagai sesuatu yang bergejolak.&lt;em&gt;“Hidup saya ya begini. Tidak ada gejolak. Biasa saja. Tidak narkoba walaupun bapak dan ibu saya bercerai,”&lt;/em&gt; ujarnya ringan.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Firmanzah menghabiskan masa kecil sampai saat SMA di Surabaya. Terlahir dari seorang ibu yang buta huruf dan pada usia dua tahun harus kehilangan sang ayah karena bercerai dengan ibunya, anak ke-8 dari 9 bersaudara ini tidak lantas minder. &lt;em&gt;“Ibu bercerai tiga kali. Sejak itu, sampai sekarang, saya tidak pernah lihat lagi ayah saya,”&lt;/em&gt; tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bahkan, ia tidak tahu apakah sekarang ayahnya masih hidup atau tidak. &lt;em&gt;“Saya cuma mendengar, dulu katanya Bapak pernah bekerja sebagai teknisi di Slumberger. Bahkan sampai ke Yordania segala,”&lt;/em&gt; imbuhnya. Ia mengungkapkan, kesembilan anak ibunya merupakan hasil pernikahan dengan tiga pria.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam asuhan dan didikan sang ibu, Firmanzah tumbuh dan membentuk sosoknya lebih menghargai manusia. Ia menyebut karakter ibunya dengan tiga kata: keras, pintar dan cerdas.&lt;em&gt;“Cuma sayang tidak disekolahkan,” &lt;/em&gt;katanya.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sang ibu, Kusweni, bagi kesembilan anaknya adalah matahari. Tak hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, tetapi juga pendidik yang mengajarkan banyak norma hidup. Ia terbiasa melihat ibunya yang distributor buah-buahan hilir-mudik mengurusi dagangan buah. Kiosnya berada di pekarangan rumah. Pasokannya diambil dari daerah sekitar Madiun, Kediri dan Malang. Usaha perdagangan buahnya cukup sukses. Terbukti hampir semua saudaranya mengenyam pendidikan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dalam mendidik anak-anaknya, menurut Firmanzah, ibunya tak menerapkan manajemen belajar yang ketat dan disiplin. Bila kebanyakan orang tua mewajibkan anaknya membuka buku terutama seusai senja, tidak demikian dengan ibunya. &lt;em&gt;“Kami bukan management by process, tapi&lt;/em&gt;&lt;em&gt;management by output. Ibu bilang, mau belajar &lt;/em&gt;&lt;em&gt;kayak apa, terserah. Yang penting, nilainya bagus,”&lt;/em&gt; ujarnya. Itulah yang membuatnya bisa membaca buku di sela-sela main gundu.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sedari belia, Firmanzah selalu dikondisikan untuk mengerti keadaan keluarganya. &lt;em&gt;“Pada waktu SMP, saya pernah duduk bareng dengan orang tua murid lainnya untuk mengambil rapor adik saya yang waktu itu kelas VI SD,”&lt;/em&gt; tuturnya. Bahkan, ia pernah menangis ketika pada waktu SMA harus mengambil rapornya sendiri, sementara teman lainnya diambilkan orang tua masing-masing.&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Kalau orang Jawa menyebutnya gelo, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;nelongso,”&lt;/em&gt; ucapnya pelan. Lain waktu, ia harus berperan sebagai pendengar yang baik kala ibunya berkeluh kesah mengenai lika-liku kehidupan rumah tangganya. &lt;em&gt;“Saya pernah melihat Ibu menangis di hadapan saya. Itu saat yang sulit di saat kami membutuhkan perlindungan orang tua dan teman. Lainnya hidup dalam ayunan, sementara kami harus berkonfrontasi dengan realitas hidup,” &lt;/em&gt;tuturnya. Ia menambahkan, di antara ke-9 anak, hanya ia yang paling dekat secara emosional dengan ibunya.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tak hanya semangat juang tinggi yang ia pelajari dari sang ibu. Ia juga menimba pelajaran intisari hidup terkait dengan kesetiaan, persahabatan dan kasih sayang. Ibunya juga yang mengajarinya untuk berempati terhadap orang lain. Karena, menurut ibunya, orang pintar banyak, tetapi hanya sedikit yang mau mengerti dan memahami orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dan, Firmanzah mengaku dari kecil sudah mengetahui visinya: menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.&lt;em&gt; “Ibu bilang, saya tidak perlu mencari Bapak. Sekarang yang penting saya pinter dulu. Kalau saya &lt;/em&gt;&lt;em&gt;pinter, kata Ibu, nanti Bapak akan datang sendiri mencari saya,”&lt;/em&gt; katanya pelan.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Peraih gelar doktor dari University of Pau et Pays de l’Adour, Prancis, ini mengaku sering membayangkan seorang ayah yang ideal.&lt;em&gt; “Tapi untuk mendambakan ada ayah di samping saya, tidak sampai seperti itu,” &lt;/em&gt;ungkapnya. Baginya, ibunya sudah berperan sekaligus menjadi seorang ayah.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia mengaku tak pernah bermimpi memimpin sebuah institusi. &lt;em&gt;“Cita-cita saya dulu jadi astronout,”&lt;/em&gt; kata suami Ratna Indraswari ini. Namun, saat lulus SMA, ia memilih Fakultas Ekonomi UI dan lulus dalam waktu 3,5 tahun. &lt;em&gt;“Saya diwisuda bersamaan dengan dua angkatan sebelumnya. Malah, untuk angkatan saya, hanya saya sendiri yang diwisuda,”&lt;/em&gt; ucap pria yang saat kuliah aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan ini.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sebelum menjadi dosen, ia sempat menjajal dunia asuransi sebagai analis pasar. Akhirnya, ia memutuskan kembali ke bangku kuliah dengan mengambil program S-2 di bidang yang sama dan menyelesaikannya dalam tempo dua tahun.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Beasiswa untuk meraih doktor di Prancis merupakan momen titik balik Firmanzah mengenal dunia yang lebih luas. Saat itu juga merupakan pertama kali baginya ke luar negeri dan naik pesawat. Menginjakkan kaki di kota &lt;em&gt;fashion &lt;/em&gt;paling berpengaruh di dunia membukakan matanya lebar-lebar.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Beberapa fenomena sosial di sana akhirnya menjadi minat pengamatannya. Strategi perusahaan multinasional di Prancis yang kental dengan atmosfer sosiologis dan politis menjadi bahan disertasinya. Karena lulus dengan lebih cepat dibandingkan orang Prancis, ia diminta mengajar di tempat ia belajar. Setahun ia mengajar sebelum akhirnya kembali ke Indonesia atas permintaan Dekan FE UI saat itu, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Sementara tiga hari sebelumnya, saya baru saja mendapat tawaran menjadi dosen tetap dengan gaji tinggi dan fasilitas lengkap,”&lt;/em&gt; kata calon guru besar termuda seluruh universitas di Indonesia itu mengenang.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ketika itu, ia sempat bimbang. Kalau tetap di Prancis, ia akan menjadi dosen terbang di berbagai negara di dunia, antara lain Maroko dan Inggris. Fasilitas perpustakaan yang lengkap merupakan surga baginya. Pada titik inilah ia kemudian disadarkan bahwa kehidupan di Prancis akan terlalu mudah baginya. Sementara kalau kembali ke Indonesia, banyak hal yang bisa ia kerjakan.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;em&gt;“Ada lebih banyak hal yang bisa dilakukan dan akan lebih berarti karena hidup ternyata tidak hanya mencari kenyamanan,”&lt;/em&gt; tuturnya. Tahun 2006, ia menjadi kepala departemen serta mengajarkan pemasaran dan strategi di almamaternya.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Menjadi dosen dan dekan termuda tak membuat pelahap buku-buku filsafat yang mengidolakan filsuf dari Jerman, Schopenhauer, ini jengah berhadapan dengan muridnya yang kebanyakan tokoh masyarakat, seperti mantan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi dan CEO Grup Mustika Ratu Mooryati Soedibyo.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Visinya sebagai dekan adalah ingin mengembangkan UI sebagai universitas yang mempunyai jaringan internasional, terbuka, dan modern. &lt;em&gt;“Pada saat saya dilantik menjadi dekan, saya bilang bahwa tugas saya cuma satu, mempersiapkan dekan selanjutnya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Suatu saat nanti, salah satu dari generasi penerusnya akan menggantikan Firmanzah. Persiapan regenerasi itulah yang dilihatnya tidak menjadi konsep yang matang dalam pemerintahan di negeri ini.&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Sumber: &lt;em&gt;SWAsembada&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2476008671593542822-488810862816459030?l=cystine.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cystine.blogspot.com/feeds/488810862816459030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2476008671593542822&amp;postID=488810862816459030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/488810862816459030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2476008671593542822/posts/default/488810862816459030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cystine.blogspot.com/2011/01/firmanzah-dekan-fe-ui-termuda-dan.html' title=''/><author><name>kristianus_oktriono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12081436689208439850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MxyXq50e_YM/S9bYQE2bIrI/AAAAAAAAACQ/03M6-ftjiHE/S220/Prof.Oktriono.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2476008671593542822.post-1055554987323756719</id><published>2011-01-16T03:51:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T03:52:26.357-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 10px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 22px; "&gt;&lt;div class="post-header" style="border-bottom-width: 4px; border-bottom-style: double; border-bottom-color: rgb(238, 238, 238); padding-bottom: 7px; "&gt;&lt;h1 style="text-align: center;font-size: 2.6em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.1em; "&gt;Titik Winarti: Pelatih Difabel yang Meraih Microcredit Award dan Diundang ke Markas PBB di New York, AS&lt;/h1&gt;&lt;div id="single-date" class="date" style="text-align: justify;padding-top: 10px; color: rgb(117, 117, 117); font-size: 1.6em; font-weight: normal; font-family: 'Trebuchet MS', 'Lucida Grande', 'Lucida Sans', Verdana, Arial, sans-serif; text-transform: uppercase; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="meta clear" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; font-size: 1.2em; color: rgb(102, 102, 102); "&gt;&lt;div class="tags" style="text-align: justify;float: right; width: 400px; font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="author" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry clear" style="font-size: 1.3em; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/06/titik-winarti1.jpg" style="text-decoration: none; color: rgb(119, 33, 36); font-weight: bold; "&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-2569" title="Titik Winarti" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2010/06/titik-winarti1.jpg?w=300&amp;amp;h=275" alt="" width="300" height="275" style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; float: left; border-width: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi difabel atau ”&lt;em&gt;different ability&lt;/em&gt;” bukan berarti tak berdaya. Masalahnya, banyak orang tidak tahu cara menghadapi difabel sehingga justru membuat mereka tak mandiri atau malah merasa didiskriminasi.&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Di samping itu, kesempatan bekerja formal bagi para difabel amat terbatas. Apalagi, tak jarang para difabel pun mengalami diskriminasi ganda. Serba keterbatasan para difabel itu menarik hati &lt;strong&gt;Titik Winarti &lt;/strong&gt;untuk membantu mereka mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ia berusaha menyiapkan mental mereka, di samping memberikan pelatihan keterampilan dan kemampuan pemasaran. Sejak tahun 1999, sekitar 470 orang difabel yang menjadi anak didiknya telah mandiri. Mereka mampu membuka usaha kerajinan tangan dan mengembangkannya di kampung asal masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Apa yang membuat hatinya tergerak? Anik Puji Lestari (40) yang tunarungu, misalnya, memilih bekerja di rumah Titik setiap hari. Rupanya, perempuan berkacamata yang tinggal di Surabaya itu sering dipukuli oleh suaminya. Dengan bekerja, tak hanya penghasilan yang dia peroleh, tetapi juga menjauhkan dirinya dari kekerasan dalam rumah tangga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;font-size: 1em; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Berbagai masalah para difabel, seperti dialami Anik, itulah yang membuat Titik berusaha membantu mereka. Ia membuka rumahnya untuk difabel. Sebanyak 35-40 orang difabel dari sejumlah daerah di Jatim mengisi rumahnya meskipun rumah itu relatif sempit bagi mereka karena luas tanahnya hanya sekitar 200 meter persegi.&lt;/p&gt;&lt;
